Jauh di dalam mimpiku
kegelapan tanpa akhir
terdapar kabut tebal menyelimuti
aku tersesat untuk sementara waktu, semakin menjauh,
Aku takut
Hingga kau datang, aku melihat kau diujung jalan sana
Aku berjalan tanpa henti,
Mencoba mencapai titik ujung jalan ini.
Berharap segera memelukmu karena ketakutanku
Suatu hari semua malam ketakutan kami pun berlalu
Bahkan ketika kegelapan tak berujung datang,
aku tak kan takut lagi
aku akan berlari mencari kau yang pasti menunggu disana
Di malam yang panjang
Lihatlah langit berbintang
Mimpi yang telah kita lihat bersama
Itu menerangi langit kita.
Bintang itu menerangi jalanku
aku akan melangkah jauh lebih berani untuk mencapaimu.
Kau pegang tangan ku, membawaku bersama
Bersama keluar di jalan yang tak berujung.
Ketika kita bertemu suatu hari nanti, kita akan tersenyum melupakan apa yang sudah terjadi.
Karena kita bersama sampai akhir
Aku tidak akan takut lagi.
Pegang tanganku, bawa aku berjalan bersamamu dengan cahaya terang yang membantu.
Pegang tanganku, tuntun aku.
Agar aku tak tersesat dan takut lagi.
~~~~○○○~~~
Athour POV
Akhirnya, hari-hari kelam telah berlalu. Tak ada lagi air mata ketakutan. Tak ada lagi air mata kesedihan. Semua sudah berlalu
"Sayang, kau masuklah dulu. Aku akan kembali mengambil kereta bayinya" ucap dahyun lembut
Mereka bermaksud mengunjugi mina dan suaminya serta menengok keponakan kecil mereka, Membawa berbagai macam hadiah untuk keluarga son, mereka tentu tak lupa untuk gadis kecil nan imut yang mereka pun tak sabar melihatnya.
"Oke, hati-hati ya" cium sana dipipi pria yang di cintainya itu dan bersiap untuk turun dari mobilnya
"Kau hanya menciumi sebelah kanan saja? Bagaimana jika pipi kiriku iri?" Goda pria tampan ini
Cup~~
"Untuk pipi kanan mu"
Cup~~
"Untuk pipi kirimu"
CUP~~~
"Dan ini untuk bibir yang selalu saja mengodaku" tentu sana tak mempermasalah goda-godaan itu. Dia menikmati semua yang pria ini lakukan.
"Awww bibir yang manis" senyum pria itu malu
"Dasar. Sudah pergilah. Bagaimana juga kau bisa lupa membawa kereta bayi yang kita beli" tatap sana lembut
"Namanya juga manusia. Ya sudah aku ambil dulu ya" ucap sang pria, yang di jawab sana dengan anggukan dan keluar dari mobil dokter tampan sekaligus cantik ini.
Sana pun melangkahkan kakinya, masuk ke rumah yang dulunya dia dan mina memang diamin berdua. Rumah ini pemberian orang tua mina.
"Pasti mereka juga di paksa eomma dan appa untuk tinggal disini." Pikir sana
"Ya mubazir juga jika kebanyakan rumah. Toh disini sangat nyaman. Hanya aku ingin mandiri dan hidup sendiri saat itu makanya aku memutuskan pindah ke apartemen dan mina disini sendiri." Pikirnya lagi
*Ting tong
"Noona masuk saja" Teriakan seseorang dari samping rumah, mengambil perhatian sana mencari dimana asal suara itu
"Sedang apa chaeng disini?" Ucapnya berjalan mendekati chaeyoung, melihatnya pakaiannya sedikit kotor dengan keringat dan tanah yang menempel di sapu tangan kebunnya.
"Menanam sedikit tanaman. Biar memberi kesejukan. Dokter bilang mina harus merasa nyaman agar cepat membaik" ucapnya
"Jadi kau menanam pohon-pohon ini biar terlihat lebih nyaman dan cantik gitu?" Senyum sana menatap heran suami dari adiknya.
"Syukurlah adikku mendapatkan dia"pikirnya lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
We Got Married ✔
FanfictionAku seorang entertaint dan aku menikmati waktu bersama denganmu -Sana- Menjadi dokter adalah sebuah pilihan dari mimpi-mimpiku dan kau masa depanku -Dahyun-
