25. My Sister

1.3K 130 12
                                        

Athour POV

"Mina ah. Bogoshipo" tetes air mata sana tak akan pernah habis untuk adik tercintanya

Ada dimana dia teringat akan musim-musim berlalu, kenangan satu persatu terukir diantara mereka berdua.

Dari semua kenangan itu selalu melekat diingatan kecil sana, hari dimana anak kecil yang manis nan anggun pertama kali muncul dihadapatnya, tersenyum manis menyapa dirinya dengan suara lembutnya.

("Eonnie annyeonghaseyo nama ku mina")

"Kau ingat betapa imutnya dirimu waktu itu. Kau selalu menghiburku dan menemaniku disaat eomma dan appa sibuk" gumam sana memegang lembut tangan adiknya yang sedang tak berdaya

"Ada waktu dimana hanya dipenuhi dengan air mata, karena aku mengejek dan merebut bonekamu. Kau ingat itu? Kau tak mau memarahiku lagi?" Ceritanya akan masa lalu

"Kau menemaniku disaat orang tua ku pergi untuk selamanya. Kau memelukku dengan erat tanpa bertanya padaku ada pada sebenarnya terjadi. Bahkan umurmu masih sangat muda waktu itu"dia ingin menahannya tapi air mata itu lagi-lagi lolos begitu saja.

"Kau memegang tanganku begitu erat disaat hari pemakaman mereka. Disaat aku tak sanggup berdiri kau memeluk tubuhku dengan tubuh pendekmu itu" senyumnya sambil terisak

"Kau ingat? Aku sering mengataimu pendek? Aku tak benar-benar mengataimu. Kau terlihat imut" ucapnya lagi

Layaknya orang gila. Mengucapkan dan menceritakan segala halnya sendiri tanpa ada balasan dari orang itu. Begitu besar rasa rindu seorang kakak pada adiknya.

"Mina ah, mari bersama-sama sampai akhir
Lagi dan lagi Bahkan jika waktu berlalu begitu cepat, aku tetaplah kakakmu" ucapnya lagi

"Kau sudah janji padaku" isaknya
"Kau akan menemaniku bersama eomma dan appa mu mengantarku suatu saat nanti menuju altar pernikahan dan menyerahkan ku pada keluarga yang baru" dia tak kuat menahannya lagi

Suara tangisan itu terdengar jelas disetiap sudut ruangan pasien.
Sedangkan sang pasien hanya terbaring tak berdaya. Dia menangis dalam mimpinya tapi tak tau arah harus kemana dia melangkah

"Kau harus melihat episode terakhir kami. Dia melamarku secara langsung diacara itu. Bahkan itu disaksikan banyak orang" ucapnya tersenyum mengingat kejadian itu

"Cepatlah bangun mina. Aku sangat merindukanmu" gengamnya kuat dia tak kuasa menahannya, menutup wajah yang sudah berantakan dikasur pasien itu. mencium tangan sang adik yang disayanginya

"Ka..lau begitu segeralah menikah"

"H..uh?..
"Mi..na ...

~~~~○○○○~~~
Sana POV


Mina kapan kau akan kembali, kau tau aku sungguh-sungguh merindukanmu. Melihatmu seperti ini membuatku sakit. Semua salahku. Mian aku memang selalu menyusahkanmu

"Cepatlah bangun mina. Aku sangat merindukanmu" aku tak bisa menahannya lebih lama lagi. Persetan chaeyoung melihatnya, selama ini aku berpura-pura kuat didepan mereka agar mereka tidak ikut-ikutan sedih. Tapi entah kenapa hari ini rasanya aku tak bisa menahannya

"Ka..lau begitu segeralah menikah"
Huh? Gila aku pasti halusinasi. Lihatlah mina kangenku membuatku sekarang dapat mendengar suaramu

We Got Married ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang