SANA POV
Hari ini hari terakhirku pemotretan, dan 2 hari lagi aku harus kembali.
Aku sengaja memberi jeda 2 hari untuk sekedar liburan singkat. Rasanya sudah lama tidak refreshing dan aku membutuhkannya.
Aku akan belanja sepuasnya besok pagi dan menelusuri newyork kemana pun kaki ku melangkah.
"Sana ah" panggil manajer oppa mengintip dibalik pintu ruang tungguku
"Ne?" Tatapku
"Kau yakin tak mau ikut kami makan malam? Tidak akan ada orang lain. Hanya para staff dan teman-teman kami" ucapnya
"Lain kali ya oppa. Aku lelah rasanya. Mau langsung ke hotel saja dan tidur" ucapku
"Baiklah aku akan mengantarmu kalau begitu"
"Aniii gwenchana. Kau pergi saja ini sudah jam 7.30 kau akan terlambat nanti oppa" ucapku
"Aku bisa naik taxi. Jangan selalu memganggapku anak kecil" ramahku
"Kau yakin?" Tatapnya sedikit khawatir
"Ne aku akan mengabarimu jika terjadi sesuatu. Jadi pergi lah teman-teman mu sudah menunggu" senyumku
"Baiklah kalau begitu. Aku pergi ya" senyumnya
"Oppa" teriakku sebelum dia benar-benar pergi
"Wae? Mau ikut?" Tatapnya
"Anii bukan itu. Besok kau pergilah jalan-jalan. Tak usah menemaniku. Aku akan jalan-jalan sendiri dan menemui teman-temanku" bohongku, aku hanya kasihan pada manajer dan orang-orang yang selama ini menjaga ku.
Mereka selalu kerja keras karenaku, menjagaku dari dorongan fans, menolongku disaat aku membutuhkan bantuan. Mereka terlalu memperhatikanku, bahkan mereka tak pernah merasakan liburan sesaat.
"Yaaah nanti bagaimana kalau kau di serbu fans? Bisa-bisa kau mati terinjak" ucapnya serius
"Ini new york oppa. Mereka tak akan mengenaliku disini" ucapku
"Kau pikir kau tak terkenal di new york?" Tanyanya lagi
"Ya maksudku tak segila di korea. Gwenchana aku bukan anak kecil. Kalian nikmati saja liburan 2 hari kedepan. Aku juga begitu. Tenanglah" ucapku menyakinkannya
"Kau yakin?" Ragunya
"Ne yakin seyakinnya. Jadi pergilah" usirku
"Gomawo sana" senyumnya lalu berlalu dari hadapan ku.
Aku segera membereskan riasanku dan kembali ke hotel. Hari ini begitu lelah, dan bahkan energiku tak di isi. Kemana dia.
Aku memikirkannya setiap waktu,
Dia selalu datang kepikiran ku akhir-akhir ini.
Cara dia tersenyum, cara dia menatapku, cara dia lembut padaku
Dan sekarang ketidak dia tak menghubungiku. Rasanya ada yang hilang. Biasanya dia akan mengirimkan ku pesan
Sedang apa, sudah makan apa belum, etc
"Apa dia sudah tidur" aku melihat jam sejenak sudah hampir pukul 8
Aku hanya ingin mendengar suaranya.
"Apa aku telpon saja" gumamku dan memencet call pada nomornya
"Nomor yang anda tujuh sedang sibuk, silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut" ucap operator itu
"Hmm apa dia sedang sibuk" gumamku lagi
Sudahlah? Jika dia melihat pesanku juga akan membalasnya.
Aku memutuskan kembali ke hotel sekarang. Meluruskan punggungku yang lelah.
♤♡◇♧
Dahyun POV
Ku seret koper besar ku, membawanya dengan sedikit kesulitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
We Got Married ✔
FanfictionAku seorang entertaint dan aku menikmati waktu bersama denganmu -Sana- Menjadi dokter adalah sebuah pilihan dari mimpi-mimpiku dan kau masa depanku -Dahyun-
