3rd November - Semusim

732 86 3
                                        

=== 30 Daily Writing Challenge NPC 2019 ===
Tema : Musim Dingin Adalah Satu-Satunya Musim Kita Dapat Bertemu
•••

"Kalau begitu datanglah setiap musim dingin," ucapmu kala itu saat kita berada diperjalanan menuju rumah sakit tempat kamu dan dia bekerja.

Kamu tahu aku sangat terobsesi dengan salju, karena itu kamu membuat janji kita akan bertemu di setiap musim dingin. Kamu tahu, aku tidak akan menetap di New York, dan kamu juga tahu, kesempatanmu untuk kembali ke Indonesia sangat tipis. Jadi, yang bisa kamu iming-imingi agar aku kembali adalah musim dingin. Musim yang tidak akan pernah aku temui di Indonesia. Aku pun sempat berjanji, akan menemui di musim dingin tahun depan, sebelum aku tahu, dingin yang aku alami saat itu bukan hanya dari cuaca, tapi juga dinginnya hati yang membeku.

•••

"Sudah sampai," katamu sambil memarkirkan mobil.

Aku menatap areal gedung yang tidak terlalu tinggi, mungkin hanya 4-5 lantai, tetapi sangat luas. Beberapa bagian gedung bisa aku kenali dari foto-foto yang aku lihat di sosial media. Kamu menggamit lenganku, dan aku menoleh. Cengiran khasmu sudah kembali lagi, menggantikan wajah terluka yang tadi diperjalanan sempat kulihat. Aku ikut tersenyum.

Kamu menyerahkan sebuah jas berwarna putih. Sedikit berbeda dengan punyamu yang pendek, jas yang kamu berikan padaku lebih panjang. "Jas Lab, pakai ya. Sekuriti di sini a litle bit annoying sama visitor, tapi kalau kamu pake jas lab atau jas dokter mereka enggak akan ganggu. Biar kamu bisa masuk ke doctor lounge."

Aku mengangguk mengerti. Dengan langkah gemulai yang cenderung tampak riang, aku mengikuti langkah tegas penuh wibawamu. Ada sesuatu yang berbeda dari auramu, mungkin karena ini tempat kamu bekerja, kamu tampak lebih serius. Aku terus tersenyum saat lantai demi lantai kita lewati. Bahkan aku sibuk menata rambutku ketika pintu yang bertuliskan Doctor Lounge sudah di depan mata. Aku begitu bersemangat hingga tanpa sadar meninggalkanmu di belakang.

Itu kesalahanku yang pertama, sebelum sebuah bencana terwujud di depan mata.

Aku terdiam.
Darahku seakan berhenti mengalir.

Aku tahu, kamu mengulurkan tanganmu dan menggenggam tanganku. Aku tahu, kamu menarikku, dan membawaku berbalik pergi.

Aku juga tahu ...
Bahwa dia tengah berciuman dengan wanita lain.

Aku kini juga tahu,
Kamu saat itu, sama terlukanya denganku.

Aku tahu semuanya. Aku hanya tidak mampu bereaksi.

•••

Jadi, meski aku tahu musim dingin akan menjadi satu-satunya musim kita mungkin dapat bertemu lagi, dan meski aku sadar saat ini musim dingin sudah datang lagi, aku mengingkari janjiku.

Aku tidak akan datang lagi.

Aku tidak akan mengulang pedih itu lagi, meski kepalaku mengingkari, karena saat ini, adegan itu terngiang lagi.

•••
To Be Continued...

=== 30 Daily Writing Challenge NPC 2019 ===
Tema : Musim Dingin Adalah Satu-Satunya Musim Kita Dapat Bertemu

SATU BULANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang