7th November - Konfrontasi

504 76 1
                                        

=== 30 Daily Writing Challenge NPC 2019 ===
Tema : Memasukkan lirik "entah apa yang merasukimu ... dst."
•••
"Entah apa yang merasukimu!" Tunanganmu menjerit. Aku mundur satu langkah, sedangkan kamu menjadi pembatas antar aku dan mereka. Kamu berusaha menahan situasi. Bahkan, aku mendengar kamu berkali-kali meminta maaf.

Maaf buat apa?
Aku tidak mengerti jalan pikiranmu.

"How could you sleep together? How could you!!" Perempuan itu menjerit lagi, meledak tak karuan.

Aku tertawa keras. Kamu berbalik menatapku. Tatapan penuh permohonan agar aku tidak memanasi suasana. Namun, kamu tahu? Sakit ini sudah merasukiku sejak pertama kali aku memintamu menciumku. Jadi, aku tidak peduli.

"Kalian yang gila. Kamu enggak perlu sok jadi korban," kataku sambil menunjuk perempuan itu, yang bahkan sampai sekarang tidak aku tahu namanya. Lalu, pandanganku beralih pada laki-laki di sampingnya. Laki-laki yang dalam beberapa bulan harusnya menjadi teman hidupku. "Kamu juga enggak usah sok suci, Refan. What's on your mind?" Aku menggeleng tak percaya.

"Hingga kau tega mengkhianatiku. Yang tulus mencintaimu," seruku. Aku luruh ke lantai. Ternyata, mengakui bahwa aku telah dikhianati lebih sakit daripada menyaksikan langsung pengkhianatan mereka.

Konfrontasi ini memang tidak bisa lagi dielakkan setelah kamu memutuskan hubunganmu dengan wanita itu. Alasanmu karena apa yang kita lakukan di malam tahun baru itu. Aku tak percaya mengapa kamu mengatakannya seperti itu. Padahal bukankah sebelum itu hubungan kita semua sudah rusak?

Dia mendekat. Refan masih berani berjongkok di sampingku dan mencoba merangkulku. Tentu saja aku meronta. Dia yang telah membuatku menjadi sepicik ini, tidak akan sudi aku berdekatan dengannya lagi. Namun, hatiku masih berkhianat.

"Salah apa diriku padamu? Hingga kau tega menyakiti aku. Kau sia-siakan cintaku padamu," ceracauku padanya.

Dia hanya menatapku penuh rasa bersalah. Sementara, kamu hanya bersandar di dinding dan bersedekap memperhatikan wanita itu yang tertunduk malu.

"It just one time thing," dia berusaha menjelaskan. "It was a long operation, and we lost the patient. Kami berusaha menguatkan satu sama lain dan terjebak suasana."

Aku menyeringai. "It just one time thing too," kataku membeo. "It was a long weekend, and we lost our partner, 'cause they're cheated on us. Kamu berusaha menguatkan satu sama lain dan terjebak suasana."

Aku sengaja memberikan alasan yang sama untuk menjustifikasi apa yang telah aku dan kamu lakukan pada mereka.

"So how is it feels? It's hurt right? Now you know how i feel, and how he feels. Nothing will justified what we have done," kataku seraya bangkit dan berlalu.

•••
To Be Continued.

=== 30 Daily Writing Challenge NPC 2019 ===
Tema : Memasukkan lirik "entah apa yang merasukimu ... dst."

SATU BULANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang