Kucuran air mata tak dapat kubendung
Deraian panas hati tak dapat ku sesali
Begitu perih dan sakit
Merana meratapi nasib ini yang tak kunjung usai
Bergetar ingin menangis
Sadis rasanya hidup ini hanpamu
Seperti ingin naik keatas bukit
Lalu terbang bersama jatuhnya dedaunan
Sepi begitu sepi hidup ini
Nan sadis sengsara ini menyapaku
Ingin kulupakan semua tentangmu
Namun ku tak mampu
Ingin kuluapkan dalam syair harapan
Tapi hanya emosi yang kurasa
Saat bayangmu dipelupuk mata
Ternyata hanya mimpi yang kurasa
-dpa-
Maaf teman temin timun
Aku tak tahu harus kulanjutkan atau tidak cerita ini
Seketika moodku hilang:( sedih mendengarnya kalau "someone" tidak ingin melanjutkan cerita ini
Yang perlu kalian pahami adalah, Cerita ini dari someone yang ingin mengenang cerita hidupnya disini.
Sebenarnya banyak sekali yang ingin dituangkan disini. Tetapi takdir berkata lain, yang membuat cerita ini di stop dan benar benar harus dilupakan wkwkwk
Aku tetep ceritain yang intinya saja kok. Tapi sudah tak kronologis. Begitu pahit katanya:)
Semoga kalian mengerti yaaa:(
Ohya, jangan lupaa baca
Coklat dan secarik kertas ya!
Semangatt untuk pejuang move on! Semangat untuk hati yang patah! Semangat buat kalian semua yang masih bertahan dari segala terjangan dari monster yang menyerang dunia kalian hehe
Salam dpa
KAMU SEDANG MEMBACA
Dafa
No FicciónBerubahnya kehidupan seorang Putri Anjelina karena sebuah titik (.) Bertemu dengan Dafa Al-Karim si Kulkas Berjalan . " Kenyataannya, bahwa kamulah yang mengajarkanku tentang arti sebuah kepercayaan didalam suatu hubungan tanpa status dan pentingnya...
