Chapter 7

23 2 2
                                    

Yuna merebahkan tubuhnya di tempat tidur kamarnya setelah menghabiskan semangkuk soup hangat buatan Bunda dan meminum beberapa obat anemia yang ia dapatkan dari rumah sakit tadi sore. tubuhnya kini jauh merasa lebih baik. rasa pening di kepalanya pun sudah mulai menghilang. Yuna memejamkan matanya, namun bayangan Taehyung, terlihat jelas di sana. ia meletakan punggung tangannya di keningnya. menghela napasnya berat. "apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucapnya lirih.

"Kak? apa kau sudah tidur?" Suara Jungkook dari balik pintu kamarnya menyadarkan lamunannya.

"Belum" sahutnya. Jungkook pun membuka pintu kamarnya. sambil mengeringkan rambutnya dengan sehelai handuk, Jungkook berjalan menghampiri Yuna dan duduk di samping tempat tidurnya.

"Apa kau sudah baikan sekarang?" Tanya Jungkook memastikan. Yuna mengangguk.

"Syukurlah.." Jungkook berbaring dengan meletakan kepalanya di perut Yuna dengan posisi tubuh melintang sehingga keduanya persis seperti membentuk huruf "T" di atas kasur yang sempit. postur tubuhnya yang tinggi membuat setengah dari badannya menggantung di ujung kasur Yuna.

 postur tubuhnya yang tinggi membuat setengah dari badannya menggantung di ujung kasur Yuna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kau ini apa-apaan sih?" Ucap Yuna sambil menyingkirkan kepala Jungkook. tetapi Jungkook menahannya dan memejamkan matanya.

"Aku bertemu Taehyung di ruangan manajer ketika kau sedang di rumah sakit". Yuna menghentikan tingkahnya kepada Jungkook. ia terdiam tidak menjawab ucapan Jungkook.

"Sebenarnya apa yang Kakak sembunyikan dari ku selama ini?"

"Maksudmu?"

"Siapa lelaki yang Taehyung maksud?". Tanya Jungkook menyelidik. matanya melirik ke arah Yuna yang terdiam. Jungkook terbangun dan duduk di samping Yuna. Lalu melempar handuk ke arahnya.
"Apa ini?" Tanya Yuna bingung.
"Tolong jelaskan sambil keringkan rambutku"
"Ish. Kenapa tidak kau lakukan sendiri?". Jungkook menggelengkan kepalanya dengan mata merajuk. Yuna menyerah, lalu meletakan handuk ke rambut Jungkook yang basah.
Yuna mengela napas berat.

"Semua terjadi dengan begitu tiba-tiba" Yuna memulai pembicaraannya sambil mengeringkan dan memainkan rambut Jungkook perlahan.

"Taehyung, ketika itu.. tanpa sengaja melihatku di sebuah cafe sepulang aku kuliah"

"......"

"Saat itu, aku.. sedang bersama seseorang.." sambung Yuna. Matanya memandang lurus ke arah gitarnya yang di letakan di pojok kamar. Bayangan kejadian saat itu tampak jelas di matanya. Jungkook menghentikan tangan Yuna yang sedang mengusap kepalanya. ia memandang Yuna dengan bingung.

"Seseorang?".
Yuna mengangguk.

***

Seokijn berlari kecil menghampiri Yuna yang sedang sibuk mengecat satu buah background untuk set pentas teather di kampusnya. Rupanya sudah tidak karuan. Sweater hijau tosca dan celana blue jeans panjang yang Yuna pakai pun sudah berkali-kali terkena bercak cat lukis. Yuna membasuh keringatnya menggunakan punggung tangannya. Beberapa orang nampak sudah pergi meninggalkan Yuna karena sudah lelah.

SEESAWTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang