Bukan ingin menjauh hanya saja ini mungkin perlu dilakukan
Setidaknya untuk
Saat ini.
QUEENZA RALEXA
--------------------------------------------------------------
"Alexa"
Gadis dengan rambut yang di beri warna coklat susu pada ujung rambutnya, menghentikan langkahnya saat mendengar suara familiar yang mengisi indra pendengarnya.
" Kamu ini mau sekolah atau bagaimana, hah?! " tanya wanita yang besar tubuhnya mungkin tiga kali lipat dari tubuh alexa, wanita dihadapannya berkacak pinggang, matanya yang menatap alexa melolot.
"ibu ga liat saya ada dimana? Saya di sekolah Berarti mau sekolah, gitu aja gak tau, gimana sih buk katanya udah doktor masa gitu aja ga tau " jawab alexa santai, kontan menyulut emosi Bu Dharma - Guru Bimbingan konseling yang terkenal galak -
" kamu ini dikasih tau selalu saja membantah, sekarang ikut saya ke Ruang BK " ucap Bu Dharma, menekan emosi yang sudah berada di ubun ubun, lalu berjalan ke arah dimana ruangannya berada, tidak lupa mendorong alexa agar berjalan di depannya, mencegah aksi kabur alexa dari dirinya. Seperti yang sering gadis yang terkenal nakal ini lakukan.
"Ga usah dorong dorong juga kali buk, kalo saya kesandung karena ibu dorong dorong emang ibu mau tanggung jawab? Anggota tubuh saya mahal bu kalo lecet sedikit aja, abis ibu sama galaksi "
Bu Dharma malah semakin keras mendorongnya, kesal dengan ucapan alexa " mulut kamu minta ibu sumpal pakai kaos kaki? Tidak usah banyak bicara, galaksi saja ketua osis tidak berani sama saya, kamu saja yang tidak tau sopan santun " beliau memuji galaksi tetapi tidak lupa menyindir dirinya.
Alexa mendengus mendengar ucapan bu Dharma lalu dirinya didorong untuk duduk di kursi yang tersedia di ruangan BK ini, ternyata sudah sampai. Terlalu asik menanggapi omelan bu Dharma membuatnya tidak sadar sudah berada di ruangan yang sudah tiga kali di kunjunginya selama seminggu.
Dihadapannya wanita bertubuh gempal dengan riasan wajah mirip nenek nenek, itu pendapatnya sendiri atau bisa saja dirinya sebagai perwakilan dari semua murid SMA BANTARA, menyodorkan amplop putih Gading kepadanya.
"saya ga miskin miskin banget buk jadi ga usah di kasih uang gini, mending uangnya ibu kasih ke yang lebih membutuhkan " Alexa terkekeh, geli dengan ucapannya sendiri.
Sedangkan Wanita yang duduk Dihadapannya, mendelik kearahnya.
" kamu tahu betul isi amplop itu alexa"
"Dan ibu juga tau betul tidak akan pernah ada yang datang untuk mengembalikan isi amplop ini"
"saya tidak mau tahu, orang tua kamu harus datang jika tidak ingin anaknya dinyatakan tidak lulus tahun ini " Ucap bu Dharma final, nada suaranya berat, terdengar jelas tidak ingin mendengar bantahan apapun.
Alexa mencengkram erat amplop sialan itu, membuat bentuk benda itu tidak karuan, lusuh. lalu setelahnya melemparnya ketempat sampah yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk, melakukan hal itu tepat dihadapan bu Dharma yang sudah tampak emosi.
"kalo gitu, sampaikan sendiri kepada orangnya "
Alexa keluar dari ruangan BK, disusul suara dentuman dari pintu yang baru saja di bantingnya. Mempertegas bahwa dirinya sama sekali tidak suka dengan apa yang di ucapkan wanita yang hampir setiap hari menegur dirinya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
POSSESSIVE
Teen Fiction"Ngapain lo?!" tanya Alexa ketus saat melihat gadis cantik sudah berdiri dihadapannya, ralat didepan Galaksi, sahabatnya. Alena tersenyum ramah kepada Alexa lalu menatap Galaksi dengan senyuman mengembang "aku nyari Galaksi, pacar aku "jawabnya sa...
