0.9. Sunyi dalam Keramaian

104 55 29
                                        

Tanpa kamu sadari ternyata meski hanya dalam diam, mereka diluar sana sudah cukup kagum atas apa yang kamu miliki.

Quenza Ralexa

--------------------------------------------------------------

Pikiran alexa masih di penuhi dengan topik perbincangan beberapa menit lalu, sebenarnya ia masih ingin tahu lebih banyak lagi, tapi suara bass milik samuel yang diiringi petikan gitar lebih menarik perhatiaan keempat gadis yang mungkin berstatus pacar dari temen teman samuel.

Disana, diatas panggung samuel mulai menyanyikan lagu Perfect, mata cowok itu terkunci pada iris milik alexa. Seolah memang lagu itu dinyanyikan khusus untuk gadis yang sedang menatap balik dirinya.

Samuel tidak akan bisa memendam perasaannya terlalu lama, menyukai gadis yang notabenenya seorang ratu bagi sang ketua osis membuatnya harus berusaha lebih keras untuk menarik perhatiaannya, namun tatapan memuja yang selalu gadis itu dapatkan dari galaksi benar benar menganggu samuel.

Hingga seminggu yang lalu ia berani mendekati gadis itu, mengajak alexa datang ke tempat ini adalah sebuah pencapaian besar untuknya, walau setelahnya ia mungkin harus berurusan dengan sang ketua osis karena mendekati gadis yang selalu ketua osis itu puja.

Samuel sebagai sesama laki laki tidak mungkin tidak menyadari bagaimana rasa memuja seorang galaksi berbalik menjadi rasa cinta yang dapat membuatnya menelan pahit karena rasa sukanya yang hanya sepihak, tidak, samuel tidak ingin merasakannya.

Lagu yang ia bawakan telah selesai, langkahnya kembali ke meja yang di isi oleh kelima gadis tapi alexa lah yang tampak mencolok, rambut gadis itu benar benar menjadi daya pikat baginya.

"BOS"

Hampir saja samuel terjerembab ke lantai kafe jika saja ia tidak segera menyeimbangkan gerakannya, samuel mendelik kearah pemilik tangan yang baru saja menepuk punggungnya, tidak itu bukan tepukan melainkan lebih masuk akal kalau disebut dorongan.

"Sorry bos, gua ga tau kalo tepukan gua bisa bikin lu nyusrep" seno nyengir tak berdosa

"Lu sih orang lagi liatin gebetan, lu malah nepuk kan kaget tuh, yakan bos?"

Samuel hanya menatap kelima temannya dengan malas, mengabaikan gelak tawa yang lagi lagi terdengar hanya karena dirinya.

"Gimana? Meleleh ga dinyanyiin lagu romantis sama bos?" Alexa yang ditanya hanya menggeleng dan tersenyum kecil

"Bacot mulu lu sen" Gertak Samuel, tatapan mata cowok itu lebih tajam ke arah Seno

Kelimanya tidak ada lagi yang melontarkan gurauan lagi, mereka cukup tahu batas kesabaran seseorang SAMUEL GOLDWYN.

Alexa yang berada dalam situasi yang tidak seru seperti awal ia datang, mulai merasa canggung, sungguh ia tidak menyukai situasi ini.

Gerakan Alexa yang berdiri dari kursinya membuat sepuluh pasang mata yang duduk di bangku yang sama dengannya, menatap Alexa.

"Mau kemana?" Tanya alaska

"Toilet"

"Gua ga suka, kalo kalian kayak gini"Ujar Samuel setelah Alexa pergi ke toilet

" Kita cuma mau bantu lu doang bos" Ucap Seno

"Iya, kita cuma ga mau lu berjuang sendiri"

"Yee! Lu malah nge bucin anjing! " Keempat teman Samuel menampol kepala bastian bersamaan

"Lu pada ga percaya sama gua? Ga percaya kalo gua bisa dapetin Alexa tanpa bantuan  kalian? " Pungkas Samuel, tingkah sahabatnya tadi membuat dirinya terlihat lemah,  seolah Samuel butuh bantuan dari mereka untuk mendapatkan Alexa

"Mereka cuma mau bantu,sam, " Ucap Alaska "ga usah lebay"

"Tapi---"

"Udah, kalian debat hal yang berguna tau ga" Sela Alaska "lu ga usah baperan Sam, jijik gua anjing! "

Renata, yang duduk disamping Alaska, menepuk punggung Alaska, menenangkan cowok yang jarang sekali mengeluarkan suara.

"Sejak kapan sahabat gua pada baperan gini sih?!" Vero ikut mencairkan suasana

"Sorry" Gumam Samuel

Suasana kafe yang ramai menelan ucapannya, namun setelah itu suasana di meja yang mereka duduki kembali ramai, gelak tawa menghiasi meja mereka hingga Alexa ikut bergabung

"Balik yok" Seru vero, saat melihat jam sudah pukul sebelas lewat

"Sialan, keasikan nih sampai lupa waktu" Bayu ikut menimpali

Mereka sudah berkumpul di Parkiran kafe yang ternyata hanya tersisa kendaraan mereka saja, wajar sudah Larut Malam

"Gua pamit duluan, mau nganterin dara dulu" Pamit Seno, di jok belakang, dara sudah duduk manis. Gadis itu melambaikan tangan penuh semangat kearah Alexa

Satu persatu dari mereka mulai pamit lalu berlalu hingga hanya menyisakan Alaska,  Samuel dan Alexa.

"Gua balik" Tonjokan ringin mendarat di bahu Samuel, bentuk pamit seorang Alaska dan di balas anggukan dari Samuel

Alaska menatap Alexa sebelum melajukan motornya menjauh, Alexa yang ditatap seperti itu hanya acuh, tidak peduli walau nyatanya ia tahu betul apa yang tersirat dari bola mata coklat milik cowok itu.

---

"Gua balik yah? "

Alexa kembali merapikan rambutnya yang kusut karena terbawa angin
"Sip, ti ati "

"Alexa"

Alexa kembali memutar tubuhnya dan memusatkan perhatiannya pada saat Samuel kembali memanggil namanya, padahal Alexa sudah membuka gerbang rumahnya, bersiap masuk.

"Ya? " Jawab Alexa bingung

"Kalo gua bilang, gua mau lebih dekat sama lu boleh gak?"

---

Sip ini part yang paling lama saya bikin, saking bingungnya mau di bentuk kayak gimana.

Saya juga lama update karena ada masala sama handphone saya, iya bener banget, saya masih mengetik lewat benda persegi panjang ini

Wkwk bacot ya aku😂

Oke jangan lupa votes sama komen yah

Saran dan kritikan bakalan diterima dengan lapang dada hehehe.

Salam

Raraaaa.








POSSESSIVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang