dua puluh dua.

2.5K 325 76
                                        

Warning : Percakapan om-om

-

Pukul 23.30 Kelland sudah menginjakkan kakinya di Beergard, karna ternyata dia berhasil fokus dan menyelesaikan pekerjaannya yang tersisa lebih cepat dari waktu yang dia perkirakan

Arnev sudah menunggu Kelland, mungkin sekitar 22.30 dia sudah sampai dan langsung memesan VIP room, tempat langganan mereka kalau memang sedang butuh minum sambil berdiskusi hal yang penting

"Mahir udah di rumah kan?" Tanya Kelland saat memasuki ruangan dan melihat hanya ada Arnev disana sedang meminum segelas champagne sambil memainkan games pada ponselnya

"Ya lu liat aja gua sendirian kan?" Jawab Arnev dan segera mengakhiri games pada ponselnya, fokusnya teralihkan pada Kelland yang baru datang memasuki ruangan

"Siapa tau aja lagi ke toilet, lu kan gua bilangin suka batu" Kelland mengedikkan bahunya dan langsung duduk pada sofa yang ada dihadapan Arnev

Karena malam ini pembahasan mereka juga akan menyangkut dengan Mahir, Kelland gak mau aja kalau sampai Mahir ada disini dan berujung dengan ribut-ribut gak jelas, juga Kelland udah capek karena Maminya terus meributi Mahir dimana, Mahir pergi sama siapa, kenapa Mahir gak pulang, Mahir Mahir Mahir aja terus

Soalnya Mahir kebiasaan kalau diomelin Mami pasti susah dihubungin, iya Mahir itu team Papi, kalau Kelland team Mami

Jadi kalau Mahir udah kekanakan kabur kemana main gak jelas, yang dikejar dan repot ditanyain sama Mami ya siapa lagi kalau bukan Kelland sebagai Mamasnya

Karena Mahir berani gak respon panggilan dari Maminya sampai akhirnya harus Kelland lagi yang bohong atau ngademin Mami biar gak rewelin Mahir terus, untuk malam ini karena Maminya udah bawel banget, Kelland udah beneran capek ditanyain sama Mami terus, terpaksa dia harus memaksa Arnev mengantarkan Mahir pulang

"Sumpah udah gua balikin ke rumah," Arnev meyakinkan kembali dan Kelland tak menyahuti, mungkin percaya dan puas dengan jawaban Arnev

"I text Lia and asked her to join," Ujar Kelland sambil melihat-lihat buku menu untuk memesan makanan, karna malam ini dia belum makan sama sekali

Arnev tertawa mendengarnya, "Gak bakal dateng,"

"Kok lu tau?"

"Maybe Lia your ex-crush, but don't forget she is my friend tho Kel, dia lagi sibuk sama team analystnya kan" Jawab Arnev

"I think she just pretend like hard to get back, she is in Artoz. Yaa gitu deh abis pergi, balik-balik gak ngasih kabar, datang kayak gak ada hal apapun yang salah dan harus dibicarain"

"Sok tau anjir, emang lu mau get back to her? Enggak kan? Gak setiap malem dia di Artoz anjir, tadi di Benedict gua sama Mahir face call sama Lia karna dia mau pamer tas Prada limited editionnya yang udah dia incer dari Pre Order bulan lalu, she right in her office, Kel. Tau kan team analyst dia kalau project lagi jalan pasti banyak banget analyst Perjanjian Kerjasama (PKS)  sebelum diusut naik tanda tangan direksi? Ya lu tau kerjaan kantor lu banyak banget, yaudah itu imbasnya ke Lia dan team as your law firm, sejak balik dari Singapore dia makin ambis kerjaan sama kayak lu gua perhatiin," Arnev menjelaskan panjang

Baru saja Kelland mau kembali mendebat, pintu VIP room terbuka

"Dokter cinta dateeeng," Sorak Arnev saat melihat Kalla datang kedalam ruangan sambil membawa koper miliknya

"Anjir untung ya gua gak bilang Khansa pulang hari ini, niatnya mau surprise, tau-tau dipanggil lu suruh kesini," Dumel Kalla saat datang dan segera menghempaskan tubuhnya pada sofa, koper miliknya yang berwarna abu dia letakkan disudut ruangan

Just Us 2 [HUNRENE LOKAL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang