enam.

2.7K 353 106
                                        

Setelah kejadian Mr. Lui, malamnya setelah diantar pulang oleh Kelland, Renee sebenernya sulit tertidur

Dia sedih, kecewa, marah, semua bercampur jadi satu

Selama karirnya di dunia marketing, ini pertama kalinya seseorang mau memberikannya orderan atau mau meriliskan Purchase Order untuknya tapi nanti, setelah mereka tidur bersama, literally, sleeping in mature content

Ya memang ada yang begitu, banyak marketing-marketing wanita seperti dirinya yang rela tidur dengan Chairman dan sekelasnya demi mendapatkan Purchase Order bernilai milyaran, bahkan triliyunan, yang mana di dunia marketing, semakin besar nilai project yang berhasil di dapat, semakin besar uang/gaji yang akan didapat seorang marketing

Tapi Renee tidak pernah melakukan cara kotor dan bodoh seperti itu, bukan sok suci, tapi menurutnya sangat tidak pantas saja melakukan hal seperti itu tanpa rasa suka sama suka

Saat dengan clientnya yang lain, yang terdahulu, ia digoda pun sudah biasa, karena ia memang cantik dan berpenampilan menarik, tapi ia hanya menganggap angin lalu saja, bercandaan semua clientnya beberapa ada yang memang menggodanya

Tapi dalam konteks bercanda tidak serius seperti yang Mr. Lui ucapkan malam itu, toh hanya untuk wara-wiri saat nongkrong dan melobi orang tersebut agar mau memberikan sebagian tender ke perusahaan yang ia naungi kan

Ditambah dia sudah sepenuh hati terus meladeni semua yang diminta oleh Mr. Lui selama sebulan terakhir ini, mereka bertemu di Hongkong tiga kali, di Jakarta beberapa kali, email-email selalu Renee balas dengan sigap dan penuh perhitungan, negosiasi juga ia lakukan dengan semaksimal mungkin

Karena target yang pak Danuar berikan, ia mengesampingkan segala client yang sudah ia targetkan diawal, ia mengutamakan Mr. Lui karna memang kesempatan besar ada di tangan beliau, ia tetap melayani client dari perusahaan lain yang memberi respon positif terhadap penawaran yang ia lakukan, tapi ia tidak menaruh harapan besar seperti ia berharap pada Mr. Lui

Dia pun takut, karena Purchase Order yang berhasil ia dapatkan belum memenuhi target yang pak Danuar berikan padanya, setelah malam itu, ia kembali bekerja dikamarnya, mengemail ke segala jenis perusahaan yang memberi respon baik, ia melupakan Mr. Lui

Memang bukan rejeki, pikir Renee

Dia pun tak menghubungi Mr. Lui lagi hingga saat ini, jika lelaki itu kekeuh hanya mau membeli mesin ini jika mereka berdua bersetubuh, Renee memilih mundur

Renee hanya menyibukkan diri dengan client lain, masih banyak target yang harus dia raih, beberapa perusahaan sudah menjalin transaksi dengannya, pagi ini 2 perusahaan mengemailnya Purchase Order berlogo perusahaan kenamaan tersebut, ya walaupun kalau dibuka quantitynya hanya berkisar satu sampe tiga pcs saja, Renee mensyukuri hal itu

Seperti yang awal ia bilang, berhasil mendapatkan PO dengan quantity satu buah saja rasanya sudah hebat, karenq memarketingkan barang seperti ini memang susah, dia juga pemula dalam dunia mesin-mesin ini, bukan dunia marketingnya ya

Ia menghargai Kelland yang tidak menanyakan bagaimana ujung penyelesaian masalahnya dengan Mr. Lui, bagaimana nasib mesin yang dibuatnya, apa bisa terjual dengan jumlah banyak, Kelland tidak melakukan itu

Pria  itu hanya diam, bersikap biasa saja, menjaga rahasia, karena Renee memilih untuk menyimpan pengalamannya malam itu sendirian, gak bercerita ke Mahir, apalagi Khansa. Hanya Kelland yang tau hingga saat ini sebulan sudah berlalu

Teringat Kelland, laki-laki itu benar-benar mengajaknya bermain ke rumah milik keluarga Angkasa, menunjukkan padanya koleksi mobil-mobilnya di garasi, berbagai warna, type, dan ukuran, semua tersusun rapi, bersih, mulus

Just Us 2 [HUNRENE LOKAL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang