Setelah kejadian Mr. Lui, malamnya setelah diantar pulang oleh Kelland, Renee sebenernya sulit tertidur
Dia sedih, kecewa, marah, semua bercampur jadi satu
Selama karirnya di dunia marketing, ini pertama kalinya seseorang mau memberikannya orderan atau mau meriliskan Purchase Order untuknya tapi nanti, setelah mereka tidur bersama, literally, sleeping in mature content
Ya memang ada yang begitu, banyak marketing-marketing wanita seperti dirinya yang rela tidur dengan Chairman dan sekelasnya demi mendapatkan Purchase Order bernilai milyaran, bahkan triliyunan, yang mana di dunia marketing, semakin besar nilai project yang berhasil di dapat, semakin besar uang/gaji yang akan didapat seorang marketing
Tapi Renee tidak pernah melakukan cara kotor dan bodoh seperti itu, bukan sok suci, tapi menurutnya sangat tidak pantas saja melakukan hal seperti itu tanpa rasa suka sama suka
Saat dengan clientnya yang lain, yang terdahulu, ia digoda pun sudah biasa, karena ia memang cantik dan berpenampilan menarik, tapi ia hanya menganggap angin lalu saja, bercandaan semua clientnya beberapa ada yang memang menggodanya
Tapi dalam konteks bercanda tidak serius seperti yang Mr. Lui ucapkan malam itu, toh hanya untuk wara-wiri saat nongkrong dan melobi orang tersebut agar mau memberikan sebagian tender ke perusahaan yang ia naungi kan
Ditambah dia sudah sepenuh hati terus meladeni semua yang diminta oleh Mr. Lui selama sebulan terakhir ini, mereka bertemu di Hongkong tiga kali, di Jakarta beberapa kali, email-email selalu Renee balas dengan sigap dan penuh perhitungan, negosiasi juga ia lakukan dengan semaksimal mungkin
Karena target yang pak Danuar berikan, ia mengesampingkan segala client yang sudah ia targetkan diawal, ia mengutamakan Mr. Lui karna memang kesempatan besar ada di tangan beliau, ia tetap melayani client dari perusahaan lain yang memberi respon positif terhadap penawaran yang ia lakukan, tapi ia tidak menaruh harapan besar seperti ia berharap pada Mr. Lui
Dia pun takut, karena Purchase Order yang berhasil ia dapatkan belum memenuhi target yang pak Danuar berikan padanya, setelah malam itu, ia kembali bekerja dikamarnya, mengemail ke segala jenis perusahaan yang memberi respon baik, ia melupakan Mr. Lui
Memang bukan rejeki, pikir Renee
Dia pun tak menghubungi Mr. Lui lagi hingga saat ini, jika lelaki itu kekeuh hanya mau membeli mesin ini jika mereka berdua bersetubuh, Renee memilih mundur
Renee hanya menyibukkan diri dengan client lain, masih banyak target yang harus dia raih, beberapa perusahaan sudah menjalin transaksi dengannya, pagi ini 2 perusahaan mengemailnya Purchase Order berlogo perusahaan kenamaan tersebut, ya walaupun kalau dibuka quantitynya hanya berkisar satu sampe tiga pcs saja, Renee mensyukuri hal itu
Seperti yang awal ia bilang, berhasil mendapatkan PO dengan quantity satu buah saja rasanya sudah hebat, karenq memarketingkan barang seperti ini memang susah, dia juga pemula dalam dunia mesin-mesin ini, bukan dunia marketingnya ya
Ia menghargai Kelland yang tidak menanyakan bagaimana ujung penyelesaian masalahnya dengan Mr. Lui, bagaimana nasib mesin yang dibuatnya, apa bisa terjual dengan jumlah banyak, Kelland tidak melakukan itu
Pria itu hanya diam, bersikap biasa saja, menjaga rahasia, karena Renee memilih untuk menyimpan pengalamannya malam itu sendirian, gak bercerita ke Mahir, apalagi Khansa. Hanya Kelland yang tau hingga saat ini sebulan sudah berlalu
Teringat Kelland, laki-laki itu benar-benar mengajaknya bermain ke rumah milik keluarga Angkasa, menunjukkan padanya koleksi mobil-mobilnya di garasi, berbagai warna, type, dan ukuran, semua tersusun rapi, bersih, mulus
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Us 2 [HUNRENE LOKAL]
General Fiction[COMPLETED] Under the stars we shoot our own movie, so lets make a plan for tomorrow, next week, next month, next year for forever. Just us 2, Kelland and Renee.
![Just Us 2 [HUNRENE LOKAL]](https://img.wattpad.com/cover/203566368-64-k155383.jpg)