"Bang Rinov, mobil masih muat satu penumpang lagi gak buat nonton konser? Kalo nggak gua naik motor aja dah." Daffa bertanya pada Rinov, ya karena mereka berangkat nonton konser pake mobil Rinov.
"1 cukup kayaknya, mo ngajak siapa lu?"
"Indah."
"Widiihh.. Muke gile, jadi siapa ni bro, Helena atau Indah?"
"Kok Helena?" Daffa mulai terganggu, karena lambe Rinov ini penerus seniornya, Fajar Alfian.
"Lah yang roti-roti kemarin?"
"Kan udah dijelasin sama Helen."
"Oh, jadi si Indah?" Rinov menggoda Daffa sambil menaik turunkan alis nya.
"Bang, jadi gimana mobilnya masih muat kagak?"
"Masih, sante aja, gue dukung pdkt lo!"
"SOTOY BANGET! Kemarin gue liat Helena jalan sama cowok!"
"Hah? Sama siapa?" Rinov antusias.
Flashback
Malam itu Daffa sedang berusaha untuk terlelap. Miring ke kanan ke kiri, putar bantal bahkan putar posisi tidak membuatnya tidur. Melihat Rinov teman sekamarnya sudah ngorok sendari tadi.
Daffa sadar, ia belum bisa tertidur karena ini masih malam kategori 'sore'. Tapi karena teman sekamarnya sudah tidur ia juga berusaha tidur. Tapi tak berhasil, mungkin Rinov berlatih extra di ganda campuran utama tadi siang.
Daffa membuka jendela kamar melihat suasana halaman pelatnas sudah sepi, tapi masih banyak lampu kamar yang menyala. Beberapa saat ia melihat motor masuk menurunkan seseorang di depan asrama putri.
"Helen?" Daffa bertanya dalam hati.
"Oh sama Leo." Ia melanjutkan gumannya.
Flashback of
"Jadi elu mundur gitu ceritanya?" Rinov tetap memancing Daffa.
"Kapan gua maju?"
"Susah banget di pancing? Hehe.. Gue ngira Leo sama Indah itu beneran, ternyata Indah sama elu."
"Siapa yang bilang? Udah ah gua mo mandi, elu rumpi kek cewek."
***
Ketika sudah sampai di tempat konser, Indah menatap tempat parkir, sepi, hanya berjajar 1,2 mobil dan motor yang jumlanya kurang dari 15. Tempatnya pun kecil, bukan di ruang terbuka.
Udah ketauan banget, pasti ini konser genre musik yang diputer dimobil tadi. Sepi peminat.
"Cafe?" Indah berbisik pada Daffa.
"Iya.."
Indah menatap Daffa seakan bertanya, 'Konsernya disini?'
"Nanti aku jelasin di dalem yuk masuk dulu!"
Mereka duduk di meja tengah yang cukup besar, sehingga mereka bisa duduk di satu meja. Ada panggung berukuran sedang di ujung ruangan. Pengunjung terlihat tenang walaupun seluruh kursi hampir terisi, mereka memakai pakaian yang sama, silver-hitam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between
Fanfic"Stop stop stop... Jangan terburu buru menilai" Indah C.S "Seseorang, mungkin kah kau punya rasa yang sama?" Helena A.P "Huuh.... Jadi bingung, salah mulu gue" Leo R.C "Bisakah? Aku terjebak rasa" Anandaffa Prihardika Hayalan setiap kayuhan sepeda
