5 #Target

2.7K 358 54
                                        

Cinella tidak mau lagi bertemu dengan Genta atau pun teman-temannya itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cinella tidak mau lagi bertemu dengan Genta atau pun teman-temannya itu. Dan kemarin adalah pertemuan terakhir mereka berdua. Semoga tidak ada lagi pertemuan-pertemuan selanjutnya. Semoga.

Cinella berjalan tergesa menuju ruang kuliahnya, di dalam hati dia terus bergumam semoga Bu Tiara belum menampakkan batang hidungnya. Cinella akui kali ini dia telat beberapa menit karena harus mengurus ibunya terlebih dahulu. Sementara Bu Asia harus terlambat datang ke rumahnya karena harus mengurus beberapa pekerjaan rumahnya juga. Sebagai orang yang merasa terbantu dengan kebaikan hati bu Asia, Cinella tentu tidak ingin membuat wanita itu merasa tertekan. Lagipula, tidak apa-apa jika sesekali ia terlambat barang beberapa menit.

"Selamat pagi, Cincin."

Cinella yang tadinya berjalan sedikit cepat justru menambah kecepatannya saat melihat siapa yang kini tengah menyejajarkan langkah di sampingnya.

"Idih, cuek banget. Nanti jadi mirip bebek loh."

Kening Cinella mengerut halus. Apa hubungannya cuek dengan bebek?

"Kan orang-orang sukanya ngomong cuek bebek. Nah, nggak salah kan kalo orang cuek mirip dengan bebek?" lanjutnya.

Cinella mendengus pelan lalu berlari-lari kecil. Niatnya agar Genta tahu bahwa dirinya sedang tidak mau diganggu pun harus pupus karena laki-laki itu justru terus mengikutinya.

"Kak Genta apa-apaan sih? Kok ngikut-ngikut dari tadi?!" ujar Cinella sewot.

Kepala Genta sedikit mundur, namun pada akhirnya sudut bibirnya perlahan naik. "Dih! Akhirnya nyahut juga. Kirain mau pura-pura budek. Ternyata pesonaku masih berfungsi."

"Kakak ngapain sih di sini? Nggak kuliah apa?!"

"Kamu kok perhatian banget sama aku? Aku baper nih."

Sepertinya menggubris keberadaan Genta bukanlah pilihan yang tepat. Ternyata laki-laki itu tidak banyak berubah. Suka cari perhatian. Dulu waktu awal kenal dengan Cinella pun dia sudah punya bibit-bibit cowok yang suka caper alias cari perhatian.

Cinella mengembuskan napasnya dengan sedikit kasar. Dia tidak menyangka jika Genta akan membawa kebiasaannya itu sampai duduk di bangku kuliah.

Ah, kira-kira ... sudah berapa banyak perempuan di kampus ini yang dia permainkan? Sepuluh? Tidak mungkin. Lima puluh? Heh, jumlah seperti itu rasanya tidak cukup. Atau ... hampir lima puluh persen populasi perempuan yang ada di kampus ini sudah dia permainkan? Sepertinya begitu.

Sudahlah, lagipula untuk apa dia sibuk memikirkan hal itu?

Berada tepat di ujung koridor, mata sipit Cinella menangkap sosok Dhea dengan kamus psikoanalisa di tangannya. Cinella tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dia bergegas mengejar teman seruangannya itu lalu meninggalkan Genta yang sukses menghentikan langkahnya. Tidak mungkin kan dia terus mengekor? Yang ada Cinella bisa illfeel duluan padanya.

My Heart Found a Home in Yours [SUDAH TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang