Absen dulu sini💗
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bugh
Cinella tersentak kaget saat tiba-tiba sebuah buku tebal mendarat di atas mejanya. Bukan hanya Cinella, semua teman-teman yang ada di dalam ruangan kuliah itu pun ikut dibuat kaget.
Ruangan yang tadinya lumayan berisik karena proses perkuliahan jam pertama telah selesai itu tiba-tiba jadi hening.
"Eh, apa dia dosen baru?"
"Nggak deh kayaknya. Mungkin asisten dosen?"
Bisikan teman Cinella yang berada di belakang sukses membuat Cinella tersadar. Dia pun menatap Genta dengan tatapan kesal. Lagian, apa-apaan laki-laki itu. Datang tiba-tiba dan dengan seenaknya lempar buku begitu.
"Kamu naksir sama Radit?"
Cinella mengerjap cepat. Apa yang baru saja ia dengar? Apa dia tidak salah dengar?
"M-maksud Kakak?"
"Radit bilang–"
"Eits, sebentar, sebentar. Kalian ini kenapa? Ada masalah rumah tangga?" sela Dhea memberanikan diri. Dia bahkan tidak mempedulikan tatapan peringatan dari Cinella, dan abai dengan sosok Genta yang juga menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Sebaiknya, kalian selesaikan berdua di tempat lain. Jangan di sini. Malu tau diliatin orang."
"Tapi–"
"Teman kamu benar, ayo kita bicara di tempat lain."
Tanpa menunggu persetujuan Cinella, Genta mengambil buku tebal yang tadinya sukses membuat semua mata tertuju padanya lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Cinella yang masih kaget dengan apa yang terjadi pun belum menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan mengikuti jejak Genta yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan itu.
"Cin, lo ngga mau kan bikin dia ngamuk? Please, lo segera deh selesaiin urusan lo itu," bisik Dhea dengan nada penuh permohonan. Bukan tanpa sebab, hanya saja dia terlalu sensitif dengan permasalahan yang jadi konsumsi publik. Ya, meski dia sendiri tidak tahu pasti sebenarnya ada masalah apa di antara Cinella dengan laki-laki yang terkenal dengan sebutan preman kampus itu. "Ya emang gue nggak tau apa-apa soal permasalahan kalian berdua, tapi apapun permasalahan kalian, tetep aja nggak enak kalau lo berdua bertengkar di tengah orang-orang kayak sekarang ini."
Cinella menghela napas gusar. Dia sendiri bingung. Ada apa sih dengan orang-orang hari ini? Kenapa semuanya jadi aneh? Apa dia lagi kena prank?
Melihat Cinella tak merespon ucapannya, dia segera menarik tangan temannya itu sebelum ruangan mereka diporak-porandakan oleh si preman kampus.
"Ya Allah, ada apa sih dengan mereka? Kok aku gagal paham?" gumam Cinella benar-benar tak habis pikir.
***
Cinella menatap punggung Genta yang membelakanginya. Ada sedikit rasa was-was yang menelusup masuk ke dalam dirinya setelah melihat raut Genta yang sedang emosi.
Baru saja Cinella akan membuka suara, Genta berbalik cepat sehingga membuat Cinella refleks mundur selangkah. Entah mengapa di matanya, hari ini Genta terlihat menakutkan.
"Kamu belum jawab pertanyaanku."
"Itu ...."
"Kami beneran suka sama Radit?"
Pasti kerjaan Kak Radit, nih. Ish, dasar!
"Memangnya kenapa kalau aku suka sama Kak Radit?" Wohooo, inner Cinella bersorak kagum pada keberaniannya. Bagus, bagus. Pertahankan. Lihat? Bahkan laki-laki itu tidak bisa berkutik mendengar pertanyaan Cinella. "Lagian, Kakak udah punya gandengan kan? Jadi, ngga usahlah tanya-tanya mengenai hal pribadi seperti itu. Bukan urusan Kakak juga."
KAMU SEDANG MEMBACA
My Heart Found a Home in Yours [SUDAH TERBIT]
General Fiction⚠️AWAS BAPER! Novel bisa dipesan melalui WA +6285230484744 . . . Cinella. Biasa dipanggil Cincin oleh orang terdekatnya. Hidupnya datar saja. Tidak ada yang spesial. Pernah ia menginginkan kisah hidupnya seindah, seromantis drama-drama Korea. Tapi i...
![My Heart Found a Home in Yours [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/206947948-64-k115040.jpg)