Typo bertebaran! Happy reading!
***
Suasana tegang menyelimuti ruangan tertutup di salah satu restaurant milik sahabat Jimin, Kim Namjoon. Ruang privasi itu Jimin pilih agar mereka lebih leluasa membicarakan hal yang menyangkut orang yang mereka sayangi.
"Pesan saja apapun yang anda mau, Soonyoung-ssi. Biar aku yang membayar," kata Jimin.
Soonyoung duduk gusar sembari memandang jimin tidak sabaran.
"Hyung--"
"Ah, biar aku yang pesankan." Ucap Jimin menyela ucapan Soonyoung. Dia lantas memanggil pelayan dan memesan pesanan mereka.
Jimin masih diam dengan aura dominasi yang cukup menakutkan. Tidak! Soonyoung tidak takut, hanya saja dia merasa segan pada Jimin. Mereka dulu dekat, karena memang Jihoon dan dirinya sudah berpacaran sejak lama. Apalagi dulu mereka sama-sama menyukai seni tari, meski tidak ditekuni.
"Jadi, ada kepentingan apa anda di depan rumah saya?" Tanya Jimin setelah keheningan yang cukup lama. Kosa katanya terlalu formal untuk Soonyoung, dan dia tidak terbiasa dengan hal ini.
"Hyung, kumohon jangan seperti ini," Ucap Soonyoung.
"Apa maksud anda?"
"Kenapa hyung formal sekali padaku, hyung aku tau aku salah, tapi tolong jangan seperti ini. Tolong bantu aku hyung," Ucap Soonyoung. Wajahnya begitu putus asa, matanya memancarkan kesedihan. Namun jimin tau, bukan Soonyoung dan perasaan namja itu yang dia pikirkan. Tapi perasaan Jihoon yang telah disakiti oleh lelaki brengsek dihadapan nya ini.
Jimin menyeringai mendengar perkataan Soonyoung, duduknya yang awalnya tegak menjadi bersandar dan tangannya ia lipat didepan dada.
"Mau membahas sesuatu yang penting denganku, Soonyoung-ah?" Kata jimin dengan nada tajam.
Belum sempat menjawab, pesanan mereka datang mengintrupsi percakapan mereka. Jimin tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Setelah pelayan pergi wajahnya kembali dingin dan tak tersentuh.
Tidak ada satupun dari mereka yang menyentuh makanan yang ada dihadapan mereka.
Hening.
Tatapan tajam Jimin sama sekali tidak mengintimidasi Soonyoung. Mereka sama-sama dominan, jelas hal itu tidak berpengaruh.
"Jadi?" Tanya Jimin.
"Hyung aku tahu aku salah, aku berpikir pendek mengenai semua yang terjadi. Tapi tidak bisakah kau memberiku kesempatan?" Kata Soonyoung.
Jimin mendengus pelan, "Kau tau kan apa yang paling Jihoon benci?"
"Ara, nan jinjja arraseo hyung. Aku hanya tidak tahu mengapa aku tetap melakukan itu semua padahal aku tahu jihoon sangat membenci nya. Aku sungguh menyesal hyung, kumohon bantu aku," Ucap Soonyoung. Raut wajahnya terlihat begitu frustasi.
"Berhenti mengganggu Jihoon, Soon. Biarkan dia bahagia, toh kau juga sudah menikah dengan Wonwoo." Kata jimin. Matanya masih memandang Soonyoung datar, ucapannya juga terdengar begitu dingin.
Soonyoung yang mendengar itu lantas terkejut, tidak menyangka kakak iparnya akan tahu perihal ia yang menikahi Wonwoo.
"Hyung, bagaimana--"
"Meski kekuasaan mu lebih besar di banding aku, tapi tidak semuanya bisa kau sembunyikan. Menjauhlah dari jihoon, biarkan dia mencari kebahagiaannya sendiri. Urus saja istri dan calon anakmu saat ini Soon. Jihoon baik-baik saja tanpamu, asal kau tau." Ucap Jimin.
Namja bermarga Park itu lantas berdiri dan meninggalkan Soonyoung yang terlihat begitu frustasi.
"Ah dan satu lagi, cepat tanda tangani surat perceraian yang sudah aku kirimkan. Aku ingin kau dan Jihoon cepat terpisah, karena aku sungguh membenci orang yang menyakiti kesayangan ku." Kata jimin sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu.
Soonyoung mengerang frustasi selepas kepergian jimin. Otaknya yang selalu di penuhi oleh Jihoon lantas berdenyut sakit.
Sialan! Bagaimana kalau Jihoon tahu dirinya menikahi Wonwoo? Apa jihoon semakin membencinya? Apa karena itu Jihoon berteriak saat ia mengatakan ada di depan rumah Jimin?
Pikiran-pikiran itu terus saja berdatangan di kepalanya.
"Kwon Jihoon... Jihoon-ah.. maafkan aku," Lirih Soonyoung.
***
"Yoongi," Suara jimin menggelegar di seluruh penjuru rumah.
Wajahnya masih sama kaku nya sejak bertemu dengan Soonyoung tadi.
Yoongi yang mendengar suara jimin lantas berdiri dengan perlahan dari ranjang anaknya kemudian menghampiri jimin yang sekarang terlihat tengah duduk di sofa ruang keluarga.
"Jimin-ah," panggil Yoongi.
Jimin mendongak, lantas tersenyum pada istri gulanya itu.
"Kemarilah hyung," Katanya sembari menepuk sisi kosong disebelahnya.
Si manis lantas mendekat namun bukannya duduk di samping sang suami malah dia memaksa duduk di pangkuannya.
"Jiminie, mengapa begitu tegang, huh?" Tanya Yoongi. Tangan cantik nya memegang rahang jimin dan mengelus nya pelan. Sedangkan Jimin meletakkan tangannya di pinggang Yoongi.
Helaan nafas jimin yang menjadi jawaban dari pertanyaan Yoongi.
"Apa kau bertemu dengan Soonyoung?" Tanya Yoongi.
Jimin mengangguk sebagai jawaban.
"Lalu?"
"Menyebalkan." Jawab Jimin.
"Bagaimana keadaan Jihoon?" Lanjut Jimin.
Yoongi menghela nafas, "dia meraung keras tadi, Yoonji bahkan sempat ketakutan melihat jihoon tapi untungnya anak kita itu pintar dan mau mengerti." Jelasnya.
"Apa mereka sedang tidur?"
"Eoh, Aku menenangkan jihoon cukup lama. Dia terus meracau dan mengatakan Soonyoung akan mengambil anaknya. Aku-- Jim, Soonyoung tidak tahu kan kalau Jihoon sedang mengandung?" Kata Yoongi ragu.
"Sepertinya tidak. Dari tingkah nya, kurasa jihoon belum sempat memberitahukan Soonyoung perihal kehamilannya. Jadi kurasa dia tidak tahu," Kata Jimin.
Yoongi menghela nafas lega. Namja itu lantas memeluk jimin, menghirup aroma sang suami yang begitu menenangkan.
"Yoon,"
Panggilan jimin hanya di sahut dengan deheman.
"Mari pindahkan Jihoon."
Perkataan Jimin lantas membuat Yoongi terkejut. Dia melepaskan pelukannya pada Jimin dan berdiri dengan gaduh.
"Apa maksudmu?!"
Jimin menarik tangan Yoongi lembut, membawanya kembali duduk dipangkuannya.
"Tenang lah sayang, maksudku lebih baik jihoon tinggal dimana Soonyoung tidak akan tahu. Aku tidak ingin Soonyoung mengganggunya lagi." Jelas jimin
"Tapi dimana?"
"Daegu,"
"Kau gila?!" Seru Yoongi.
"Soonyoung tidak akan tahu kalau Jihoon di Daegu. Lelaki brengsek itu juga pasti tidak akan bisa mengganggu Jihoon lagi. Lagipula disana ada ada Taehyung dan Jungkook yang akan menjaga Jihoon. Lalu kita bisa mengunjungi nya kapanpun." Jelas Jimin.
"Tapi dia sedang hamil, kalau terjadi sesuatu bagaimana?"
"Kan sudah aku bilang, ada Taehyung dan jungkook. Aku yakin Jihoon tidak masalah dengan itu." Kata jimin.
"Eum, baiklah. Aku rasa kau benar, tapi kurasa kita harus bertanya dulu pada jihoon." Kata Yoongi.
"Eum,"
"Istirahatlah dulu, Jim. Tidak usah kembali ke kantor lagi. Aku rasa kau juga butuh istirahat." Ucap Yoongi.
Jimin mengangguk, tanpa ragu namja itu menggendong Yoongi menuju kamar mereka. Memilih mengistirahatkan tubuhnya yang entah mengapa terasa lelah luar biasa.
---TBC.
Jangan lupa vote dan comment yaa yeorobun. Happy new year~~
Horanghae❤🐯
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair (SoonHoon)
FanficTentang Lee Jihoon dan penghianatan yang dia alami. Warning⚠ Boyxboy Mpreg Homophobic go away! Mature content🔞 #1 Woozi 17 Februari 2020 #1 leejihoon 23 Februari 2020 #1 Seungcheol 25 Februari 2020
