sepuluh

5.1K 119 1
                                    

Sepeninggalan dokter,farel terus menjaga bella seorang diri sedangkan melody menghantarkan jessica ke koprasi

"Siapapun yang udah nyelakain kamu, aku jamin hidupnya gk akan pernah tenang camkan itu"ujar farel dengan sungguh sungguh dan terus saja menggenggam tangan bella yang sedang beristirahat dibrankar UKS.

____________________________________

Secercah cahaya yang terang menderang menimbulkan efek bagi seorang gadis yang tengah terbaring diranjang kamar seseorang.

Ia mengerjapkan matanya berkalikali dan meringis saat dirasa kepalanya terasa berat.

Sekelebat ingatan kejadian disekolah. Semakin membuat kepalanya merasakan sakit yang amat mendalam.

Bella terdiam. Meresapi rasa sakit yang mendera kepalanya sambil memijat pelan kepalanya agar sakit yang mendera kepalanya dapat mereda.

Setelah dirasa. Rasa sakit dikepalanya sudah sedikit hilang. Bella mengedarkan kepalanya kekanan dan kekiri meneliti kamar bernuansa hitam,putih dan abuabu itu.

Terus mengedarkan matanya akhirnya pandangannya jatuh pada jam dinding diatas tv LID yang menunjukan pukul

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Terus mengedarkan matanya akhirnya pandangannya jatuh pada jam dinding diatas tv LID yang menunjukan pukul.
07:35 pagi

Selama itukah ia tertidur dan seingatnya iya berada di UKS sekolah dan sekarang bella berada di kamar seseorang yang entah siapa.

Ceklek
Suara pintu kamar terbuka dari arah pintu kamar farel berjalan dengan membawa rantang berisikan makanan menuju ranjang tempat bella berbaring.

"Bella? Kamu sudah sadar?"tanya farel yang hanya dibalas oleh senyum lemah bella.

"Apa ada yang sakit sayang?"tanya farel lagi sambil meletakan rantang yang ia bawa di atas nakas samping ranjang.
Setelah itu farel duduk disebelah bella dan membantu bella duduk.

"Kepala aku pusing"jawab bella lemah.

"Yasudah. Kamu makan dulu setelah itu minum obat biar pusingnya ilah"ujar farel seraya mengambil piring berisikan nasi dan lauk pauk nya.

"Tapi... ini aku ada dimana?"tanya bella yang sedari tadi menahan rasa penasarannya tetapi tidak bisa.

"Kamar aku lah. Maaf ya bukannya aku gk mau bawa kamu pulang kerumah kamu tapi aku gk mau buat orang tua kamu khawatir"jelas farel.

"Iya gapapa malahan aku bersyukur karena kamu gk bawa aku pulang coba kamu bawa aku pulang.pasti saat ini aku ada di rumah sakit deh." Ujar bella.

"Yaudah sekarang makan"ujar farel seraya menyuapkan satu sendok nasi kepada bella.

                        ****

"Bel, aku mau tanya kenapa kamu bisa kekunci di dalam toilet?"tanya farel lembut setelah bella mengabiskan makannanya dan meminum obatnya.

"Gapapa aku ceroboh aja"jawab bella dengan suara lirih. Terpaksa ia berbohong pada farel sebab kalau farel sampai mengetahui apa yang terjadi padanya pasti orang yang mencelakai bella akan celaka. Bella tidak mau masalah ini diperpanjang.

"Jangan bohong, siapa?" Desak farel menatap mata bella dalam agar dapat menemukan kebohongan dimatanya.

"Gabohong. Emang gaada aku ceroboh aja"ujar bella sambil memalingkan muka dari tatapan tajam yang farel perlihatkan padanya.

"Kalo gaada yang nyelakain kamu kenapa baju kamu bisa basah? Dan pintu gak akan bisa kekunci sendiri dari luar.masih gamau ngakau sayang?"

"Eh em yaudah iya aku ngaku. Tapi kamu janji jangan macem macem sama mereka dan jangan perpanjang urusan ini ok?"ujar bella pasrah.

"Siapa?"tanya farel.

"Meisya sama chika"ujar bella sambil memperhatikan raut wajah farel.
"Jangan diperpanjang ya rel"tambah bella saat dirasa farel diam tidak berkutik.

"Iya sayang"ujar farel lembut sambil mengelus lembut rambut bella.

'Aku gk akan perpanjang tapi anak buah aku yang akan perpanjang masalah ini' ujar farel dalam hati.

                        *****
Setelah menemani bella seharian dan memastikan bella sudah tidur nyanyak didalam kamarnya.

Sekarang farel berada di sebuah Club terkenal didaerah jakarta.

Alasan farel pergi kesini adalah ia ingin menenangkan pikiran yang bersemayam didalam otaknya. Dan pastinya itu tentang bella.

Jujur saja, farel sering pergi keclub tentu saja tanpa diketahui bella.

Farel Bisa dimutilasi jika bella sampai tau. Jangan salah bella kalau sudah marah seperti macan betina serem.

Farel duduk di kursi meja bartender. Dan memesan wine yang kadar alkoholnya rendah.
Ia tidak mau mabuk dan mengakibatkan ia tidak akan pulang dan kemungkinan besar bella akan mengetahui apa yang sering ia lakukan.

Tak lama wine yang ia pesan datang. Farel meminum perlahan sambil memikirkan kekasihnya yang tak pernah hilang dari otaknya.

Saat sedang menikmati segelas wine yang tinggal sedikit itu. Tibatiba datang seorang lelaki berpakaian serba hitam duduk disampingnya.

"Rel udah lama ya gak kesini"ujar ryan salah satu pelanggan setia di club ini. Dan terkenal sebagai pengedar.

"Biasa sibuk gw."ujar farel.

"Mau nyoba gk. Buat pemula mah gratis tanpa dipungut biaya"ujar ryan sambil meyodorkan sebuah rokok. Farel tau pasti itu bukan rokok biasa.
Gratis diawal dan akan ketagihan lalu mencoba terus menerus

"Gakdeh bro thanks "ujar farel.

"Yaelah dikit aja deh cobain"ujar ryan tak patah semangat atas penolakan farel.

"Gak deh bro. Udah larut nih gw balik ya. Takut ditanyain BONYOK nih"ujar farel lalu bangkit menaruh sejumlah uang untuk membayar wine yang ia minum lalu meninggalkan ryan seorang diri.

.
.
.

TBC

MOHON MAAF KALAU TIDAK NYAMBUNG.
BARU BELAJAR SOALNYA.

DAN MOHON MAAF KALAU TYPO BERTEBARAN.

SEMOGA SUKA

JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN

I LOVE YOU MY POSSESSIVE BOYFRIENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang