Can I Call You Tonight?

3.1K 309 7
                                        

Pukul lima sore, Rheva tampak bersiap untuk pulang kantor. Ia membereskan kubikelnya dan beberapa barangnya untuk ia masukan ke dalam tas.

"Mbak Rheva, Mbak Rheva!" panggil salah seorang junior-nya yang baru bekerja dua minggu yang lalu itu, sedang melangkah menuju kubikel Rheva.

Gerakan tangan Rheva terhenti saat melihat junior-nya itu dan menatapnya bingung. "Kenapa, Vin?" tanyanya.

"Mbak, Savina mau tanya ke Mbak Rheva dong!" ujarnya seraya menarik kursi yang ada di sebelah kubike Rheva.

Rheva menatap Savina dengan bingung. "Tanya apa? Tanya soal dokumen yang saya kasih ke kamu tadi siang?"

Savina menggeleng. "Bukaaann Mbak,"

Helaan napas Rheva terdengar. "Ya terus apa dong, Vin?"

"Duuuhh Mbak Rheva, masa nggak tahu sih? Itu lho, waktu malam tahun baru kan Savina reply story Mbak Rheva yang repost story dari Gisca yang model dan pemain film terkenal itu! Terus, di Instagram Mbak Rheva juga ada lima foto bareng Gisca dan satu foto lagi foto bertiga kalian sama Leo, suaminya. Di Instagram mereka juga ada beberapa foto bareng Mbak Rheva. Kalian teman dekat, ya?" jelas Savina dengan wajah penasaran.

Rheva memutar bola matanya. "Oh, kamu mau tanya soal itu." ucapnya. "Saya logout Instagram setelah repost story-nya Gina. Sorry nggak balas."

Savina mengibaskan tangannya di hadapan Rheva. "Nggak apa-apa Mbak. Tapi, Mbak Rheva beneran teman dekat sama Gisca?"

"Memangnya kenapa sih, Sav? Kamu nge-fans banget sama mereka?" Rheva bertanya balik.

Wajah Savina langsung berbinar cerah. "Iya, saya nge-fans sama mereka. Tapi lebih nge-fans lagi sama kakaknya Leo, ganteng banget Mbak! Saya lihat Leo waktu itu posting foto bareng kakaknya. Terus, difoto yang kemarin itu, Mbak Rheva sebelahan fotonya sama dia. Makanya saya tanya soal itu ke Mbak Rheva." jelas Savina dengan cengiran.

Dalam hati, Rheva menyesal juga kenapa ia harus repost story Gisca malam itu. Bisa-bisa ia diserbu pertanyaan oleh Savina yang penasaran akan sosok Rega. Kalau sudah begitu, Rheva paling malas jika harus diganggu saat di kantor.

"Oh, cuma mau bilang itu." respon Rheva dengan cuek.

Savina meraih telapak tangan Rheva dan mengenggamnya. "Mbak pasti kenal juga kan, sama kakaknya Leo? Salam dari saya ya, Mbak!" ujarnya.

Haduh... nggak Leo, nggak Gisca, Mas Rega punya fans juga ternyata. Batin Rheva.

Rheva menghela napasnya seraya mengangguk. "Oke, saya salamin nanti kalau saya ketemu lagi. Tapi saya juga nggak tahu kapan ketemunya."

"YES! Makasih Mbak Rheva yang cantiiikkkk. Kalau gitu, Savina pulang dulu ya. Takut keburu hujan." ucap Savina lalu beranjak dari kursi.

"Ya, hati-hati, Sav." sahut Rheva seraya memasukan kembali beberapa barangnya ke dalam tas.

"Oke, Mbak. Hati-hati juga!"

Selepas kepergian Savina dan barang-barangnya sudah ia masukan kedalam tas, Rheva memilih untuk menyenderkan punggungnya di kursi sejenak dan merenggangkan tubuhnya yang sudah terasa lelah. Tak lama kemudian, hujan dengan derasnya turun. Membuat Rheva menghela napasnya berat karena ia harus menunggu setidaknya hingga hujan sedikit mereda agar ia bisa pulang.

Gadis itu kemudian memejamkan matanya sejenak sambil memijat kepalanya yang sedikit pusing. Namun baru beberapa saat ia memejamkan mata, sebuah tepukan pelan di bahunya membuat Rheva membuka matanya.

Setelah Mendung Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang