Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

10. Perjanjian (bag 2 end)

458 66 48
                                        

Happy Reading
.
.
.
Author's Pov

Hari sabtu telah tiba saat ini [Yourname] sudah berada di rumah Dazai pada pukul sebelas, dia datang menggunakan bus lalu harus jalan kaki lagi cukup jauh untuk mencapai rumah ini. Ga di jemput. Parahkan.

[Yourname] langsung disambut oleh Akiko yang menatapnya dengan senyuman, perasaan capek dan lelah seketika hilang.

"Wah [Yourname]-san datang kesini, silahkan masuk."

[Yourname] mengangguk, dia mengikuti Akiko. "Aku datang kesini karena bi Akiko ingin bertemu denganku."

Ekspresi Akiko sedikit berubah, dia bingung. "Eh?"

[Yourname] menatap Akiko. "Kenapa bi?"

"Ah itu.."

Dazai tiba-tiba muncul dan berdehem. Hari ini dia menggunakan T-shirt berwana hitam di sisi kanan dan putih di sisi kiri bertuliskan Evil di bagian dadanya dan dipadukan oleh celana panjang berwarna senada dengan warna bajunya. Jangan lupakan rambutnya yang masih basah karena habis mandi. Cerminan ikemen sekali.

"Ah tuan muda"

Dazai mengangguk, pandangannya beralih kearah [Yourname].

"Oh kau datang."

Ekspresi dari Dazai membuat [Yourname] mendelik kesal. "Tentu saja aku datang, kau sudah menyita bukuku."

Akiko yang berada ditengah-tengah mereka hanya bisa mengelus dada. Sabar.

"[Yourname]-san silahkan duduk, bibi akan siapkan minuman."

Akhirnya hanya itu yang bisa Akiko keluarkan. Menyuruh tuan muda dan tamunya duduk.

"Terimakasih bi, maaf merepotkan." Kata [Yourname] yang dibalas anggukan oleh Akiko sebelum dia menghilang untuk ke dapur.

[Yourname] duduk di sofa panjang yang empuk, pandangannya kini melihat Dazai yang hanya menatapmu diam.

"Apa?"

"Aku belum menyuruhmu duduk." Ucapnya datar. [Yourname] hanya menaikkan alisnya. "Tadi bi Akiko sudah mempersilahkanku duduk kok." Ekspresi [Yourname] tampak polos. Dazai hanya mendecih.

Tanpa berkata-kata dia pergi begitu saja meninggalkan [Yourname] yang masih memasang ekspresi polos, ketika Dazai sudah menghilang dari pandangannya, barulah [Yourname] menjulurkan lidahnya.

"Emang enak."

.
.
.

Terdengar suara tertawa dari arah ruang televisi. Disana terdapat satu wanita paruh baya dan satu gadis yang sedang asyik menonton kotak persegi tipis yang menampilkan adegan spons kuning yang bisa bicara.

"Astaga bi, lihat bulu matanya bisa copot."

"Iya, yaampun bibi tidak bisa berhenti tertawa."

Mereka berdua tertawa dan melupakan sosok seseorang yang sedang menatap datar di belakang.

"Lihat bi, lihat wajah squidward"

You and ICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang