Happy reading
.
.
.
Dazai memasuki rumahnya, dia terlihat tidak peduli ketika beberapa pelayan menunduk padanya.
"Dazai."
Pemuda itu menoleh dan mendapati ayah angkatnya sudah berdiri beberapa meter darinya.
"Apa yang telah kau lakukan hari ini?" Tanyanya.
"Tidak ada." Jawab pemuda itu kalem.
Mori menatap lurus anak angkatnya. "Aku melihat kau memasuki hotel bersama seorang gadis," ujar Mori, matanya masih menatap anak kesayangannya itu.
Dazai tidak menjawab, bahkan dia masih terlihat tenang tidak panik sedikitpun sehingga membuat Mori jadi bertanya-tanya apakah pemuda dihadapannya ini benar-benar punya emosi.
"Aku akan bekerja dengan baik, jadi aku harap bos tidak perlu ikut campur urusanku," ujar Dazai membungkuk sebagai tanda hormat sebelum dia pergi begitu saja
Mori menatap Dazai yang menghilang dari pandangannya, pria itu berdecak dan bersidekap. "Anak itu, sampai kapan tertutup," ucapnya.
•••••••
Malam hari ini sungguh sepi, seperti hati yang telah mati.
Chuuya berdecak sebal, dia melempar ponselnya setelah melihat kalimat yang membuatnya sakit mata.
"Apasih, kekanakan banget," ucapnya lalu kemudian, dia merebahkan diri di kasur sembari menatap langit-langit kamarnya.
Hari ini sekolah masih dalam masa penyambutan murid baru dan malam ini dia tidak ada tugas apapun, kalaupun ada, pasti itu hanyalah mengawasi hal-hal yang tidak seru.
Sekarang Chuuya benar-benar merasa bosan, siapapun tidak adakah hal yang menarik?
Brak
Chuuya terkejut mendapati pintu kamarnya terbuka, dia langsung bangun dan mendelik ingin memarahi tapi tidak jadi setelah melihat siapa orang yang membukanya.
"Bos?"
Mori menatap Chuuya, dia adalah bos yang dimaksud, langkahnya pelan memasuki kamar Chuuya, sebelumnya dia menutup pintu itu supaya tidak ada yang mendengar.
"Chuuya-kun," ujar Mori memulai percakapan, jika sudah memakai suffix kun pasti ada maunya.
"Ada apa bos?" Tanya Chuuya.
Mori terlihat mengusap-ngusap tangannya sebelum tersenyum kearah Chuuya.
"Aku punya misi untukmu," ujarnya yang langsung membuat Chuuya menatap dengan semangat, tentu saja karena mendengar kata misi.
"Apa itu misi yang sangat berbahaya?" Tanyanya.
Mori mengangguk. "Tentu saja,"
"Apa itu??" Chuuya menatap Mori dengan tatapannya yang sungguh excited, bibirnya melengkung keatas.
"Kau..." Mori menggantungkan kalimatnya. "Awasi Dazai di sekolah," ujar Mori yang langsung membuat lengkungan bibir Chuuya yang semula keatas menjadi turun kebawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
You and I
FanfictionBungou stray dogs hanya milik Kafka Asagiri-san dan partner. Saya hanya meminjam karakternya. Dazai X Reader ....X Reader Bungou Stray dogs/AU ~ SMA Yokohama adalah sekolah elit di kota Yokohama, setara dengan SMA elit yang ada di Tokyo. Dua kubu ya...
