EP 10 - Kehilangan

1K 107 2
                                        

Eunbi berjalan di koridor rumah mewah nan megah milik tempat tinggalnya, yang merupakan rumah milik ibu kepala--wanita pertama yang menjadi sosok seperti Eunbi, semacam cupid.

Seraya gadis itu memainkan jarinya menuju ruangan ibu kepala yang terletak tepat dikamar pojok kanan di lantai dua.

"Selamat ya, Eunbi."

Ia mengulum senyuman kepada temannya, setelah Eunbyul mengatakan berita tadi kepada Eunbi. Berita tentangnya yang secepatnya akan menjadi manusia itu tersebar luas.

Sehingga banyak yang mengetahui kebenaran tersebut.

Clek!

"Ibu kepala?"

Wanita tua melegenda itu menyambut kedatangan Eunbi dengan kesenangan.

"Wah! Lihat siapa yang datang ini? Eunbyul sudah mengatakannya padamu kan Eunbi?"

Eunbi menganggukkan kepala sambil berjalan menghampiri ibu kepala.

"Jadi berita itu benar? Aku fikir Eunbyul eonni bercanda."

"Itu sangat serius sayang. Ada apa? Sepertinya kau tidak senang. Bukannya itu permintaanmu sejak dulu?"

"Memang. Tapi, bukannya Jeon Jungkook belum senang sepenuhnya? Dia belum bertemu dengan jodohnya."

Ibu kepala tersenyum manis. "Dia sudah menemukannya, Jungkook memilih Saeron dan itu adalah pilihan tepat."

Eunbi mengernyitkan dahinya. "Kenapa aku tidak mendapat kabarnya?"

"Mungkin sinyalmu jelek. Sudah siapkan dirimu, besok pagi kau akan menjadi manusia seutuhnya."

Sebelum mengakhiri pembicaraan Eunbi mengeluarkan kata-kata terakhir.

"Jika aku berubah menjadi manusia.. apa ingatanku akan hilang tentang semua yang ada di langit?"

Wanita tua itu beranjak dari kursinya lalu menghampiri Eunbi dan memeluk erat gadis tersebut.

"Iya. Mungkin kau hanya ingin sosok-sosok yang ada disini saja, sisanya terutama aku.. kau pasti takkan ingat lagi. Jika kau tidur malam ini, besok pagi kau akan melihat wajah orang-orang terdekatmu.. dan kau sudah berada di bumi."

Eunbi memeluk ibu kepala begitu erat. Rasanya ia baru kemarin mengerjakan tugas pertama, dan menetap di istana ini. Tetapi hari ini adalah hari terakhirnya.

Ia tak menyangka esok ia akan kembali hidup.

○○○

Tiga Hari Kemudian..

"Kau suka konsep seperti apa Jung?" tanya Saeron sambil menunjukkan beberapa konsep indah untuk acara pertunangan mereka minggu depan.

Tetapi, lelaki bermarga Jeon itu hanya melamun walaupun pandangannya berada di album, tapi pikirannya dimana-mana.

Saeron menutup album tersebut dan mengembalikannya kepada pembantu rumahnya.

"Bi, sepertinya Jungkook belum siap. Simpan saja dulu ya." ujar Saeron.

Ia menghela napas lalu perlahan memegang sebelah bahu Jungkook. "Kalau belum siap, kau bisa menolak perjodohan ini Jung."

Jungkook tersadar, spontan menggelengkan kepalanya. "A-aniya. Ke-kenapa bilang begitu?"

Saeron mengulum senyum seraya mengusap-usap bahu Jungkook.

"Semenjak kau menerima perjodohan ini aku lihat kau tidak ikhlas, kalau pun kedua orang tuamu memaksamu untuk menerima perjodohan yang dibuat kedua orang tuaku, kita bisa batalkan tunangan ini Jung.." ucap Saeron lembut.

Tangan Jungkook membungkam tangan Saeron.

"Tidak ada paksaan Saeron, aku tulus benar-benar ingin bertunangan denganmu." ucap Jungkook sambil tersenyum lalu membawa Saeron dalam pelukannya.

"Sejujurnya aku masih bingung Saeron.. disisi lain aku bahagia karna aku memilihmu, tapi disisi lainnya aku masih menunggu kabar Eunbi. Eunbi kau dimana sekarang?" gumam Jungkook dalam hati.

to be continued..

SunriseCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang