بسمالله الرحمن الرحيم
*اَلـسّلَامُ عَـلَـيْـكم وَرَحـمَةُ الـلـهِ وَبـرَكاتُـهُ*
Sebelum malam nisfu sya'ban berlalu saya ingin meminta maaf sebesar besarnya atas segala apa yang telah saya lakukan, baik yg disengaja atau pun tidak baik ucapan atau tingkah laku saya😔semoga kita semua dapat sampai pada bulan suci ramadan🙏dan semoga wabah penyakit apapun akan segera di angkat oleh allah swt amin🤲dan semoga kita semua dalam lindungan allah swt amin amin ya allah ya robal alamin🤲😊__________
Note: tulisan yang diberi garis bawah itu adalah pemeran yang berada ditake waktu yang sama tapi tempat yang berbeda, ngerti?Selamat membaca bagi para readers baru dan readers lama. Semoga kalian suka cerita ini
-
-
Terima kasih yang sudah memberi vote ☆.
-
-
Menerima kritik dan saran. Dan jika ada yang ingin ditanyakan kolom komentar 💌 terbuka untuk semua, terima kasih.SELAMAT MEMBACA🤗
☆
☆Prang...
Tak sengaja Leeya menjatuhkan Gucci kesayangan milik Mi Sun. Tubuhnya sudah bergetar saat Mi Sun mendekat kearahnya, dia mencengkram kuat tangan Leeya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Kau tau? Itu Gucci kesayanganku harganya sangat mahal!" Bentak Mi Sun dengan kesal.
"Nenek maaf" lirih Leeya sambil kesakitan.
"Apa dengan minta maaf Gucci ku akan kembali hah?!" Tegas Mi Sun.
Sandara langsung menarik Leeya dari Mi Sun "dia masih kecil kenapa kau bertindak kasar padanya?!"
"Kau harus mengajarkannya agar bisa menjaga barang orang lain lihatlah sekarang Gucci kesayanganku pecah!" Tegas Mi Sun.
"Dia cucumu tak seharusnya kau berkata seperti itu" ucap Sandara.
"Dia bukan Cucuku!" Tegas Mi Sun.
"Baiklah terserah kau, tapi maafkan saja dia" ucap Sandara yang sudah lelah jika harus terus berdebat seperti ini.
"Maafkan dia?! Cih bahkan sampai sekarang aku masih tidak mau memaafkan kesalahan mu dan kau memintaku memaafkan anak kecil ini?" Tanya Mi Sun dengan angkuh.
"Hah? Apa salahku kenapa aku harus meminta maaf?" Tanya Sandara dengan amarah yang mulai memuncak.
"Jika bukan karna kau yang membawa dia mungkin putraku-" ucap Mi Sun terpotong
"NENEK!" Ucap Jennie yang baru datang dari ambang pintu
"CUKUP!" Tegas Jennie yang langsung membuat suasana menjadi hening.
Hari ini hampir saja Nenek mengatakan hal yang tidak pernah dibicarakan dirumah. Kematian papah bukanlah kecelakaan tapi dia sengaja mengakhiri hidupnya.
Sandara menarik pelan tangan Leeya agar naik ke tangga lantai atas namun Mi Sun mencekal tangannya "kebenaran memang selalu pahit" ucapnya.
_____
"Hikss hikss" tangis Leeya pecah dipangkuan Sandara

KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You J [Tahap Revisi]
Fanfiction"Tidak, Jennie aku tidak mencintaimu" "Hanbin kau mencintaiku, kau sangat mencintaiku" Satu yang sangat Hanbin butuhkan dalam hidup, waktu. Iya waktu agar dia bisa lebih lama mencintai Jennie. Dan satu yang Jennie sesali bahwa dia tidak pernah mau m...