Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Take 13 (Kamar Naila)

24 2 0
                                        

Naila berdiri menatap kearah luar jendela,ia masih enggan untuk percaya dengan penyakit yang ia derita.

Naila:"Kalau aku pergi,siapa yang jagain ibuk?"

Dewi masuk ke kamar Naila.
Dewi:"Pergi kemana?Naila pasti sembuh kok.Kita harus berobat."
Naila:"Nggak buk,nggak usah.Naila ikhlas kok.Naila udah baca dari internet kalau kemungkinan hidup orang yang menderita (.....) Sangat kecil persentase nya."

Dewi memegang tangan Naila.

Dewi:"Yang nentuin itu semua kan Allah."
Naila:"Daripada untuk berobat Naila,mending uangnya ibuk sumbangin ke panti asuhan."
Dewi:"Naakk....."
Naila:"Buk tolong turutin kemauan Naila."

Naila menunduk.
Dewi:"Tiga hari kedepan kamu jangan sekolah dulu ya."
Naila:"(mengangguk pasrah)

-----------------------------------------------------------
Dua hari berlalu,Naila sudah tidak sabar untuk masuk sekolah.
Sore ini ia ingin sekali mengunjungi taman.

Naila:"Buk,sore ini Naila ke taman ya."
Dewi:"Jangan.Kamu gak boleh capek jalan kaki."

Raka datang membawakan Naila coklat.

Raka:"Biar Raka yang anterin Naila tan." (Memberi coklat pada Naila)

Senyum Naila merekah.Ia bergegas mengganti bajunya dan mengambil buku diary kesayangannya.

3 menit kemudian ia sudah siap.

Naila:"(menatap Raka)Ayok kak,kita berangkat.(mengalihkan pandangan pada Dewi)Buk Naila berangkat ya."

Regret (HISTORIA)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang