Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Take 28 (Kamar Naila)

8 0 0
                                        

Naila terbaring lemas dikasur nya.
Sementara teman laki-laki menunggu diluar kamar.

Laras,Disa,dan Dewi menunggui Naila dikamarnya.
Setelah beberapa waktu,Naila sadar.

Naila:"Buk...pusing (sedikit menangis)
Dewi:"(menggenggam tangan Naila) Yang kuat ya, istighfar,bentar lagi dokter datang"
Naila:"Naila udah gak kuat lagi"

Laras dan Disa mendekat lalu ikut menangis.

Laras:"Naila yang kuat ya"
Disa:"Naii cepet sembuh biar kita bisa main bareng lagi"

Naila menatap Dewi.

Naila:"Buk, telpon dokter bilang gak usah kesini."
Dewi:"Dokternya udah deket,kamu yang sabar tahan ya..." (Mulai menangis)
Naila:"buk Naila minta maaf ya belum bisa banggain ibuk,Naila sayang sama ibuk".
Dewi:"Kamu anak paling hebat,ibu bangga sama Naila,Naila pasti sembuh ya nak." (Mengeratkan genggaman)

Lalu Naila menatap Laras dan Disa.

Naila:"Laras,Disa,makasih ya udah mau ngajak aku main,aku seneng banget hari ini.Maafin aku banyak salah ke kalian."
Laras:"iya Naila,kamu cepet sembuh ya besok kita main lagi."
Naila:"nggak usah"
Disa:"Disa masih pengen main sama kamu."
Naila:"Kalian doa in aku aja,biar tenang."

Laras berlari keluar sambil menangis dan mengagetkan para laki-laki.

Keenan:"(panik) Kenapa Ras?!"
Laras:"(menunjuk kearah kamar Naila sambil menangis)

Semua berlari memasuki kamar Naila.

Keenan:"(memegang tangan Naila) Naila istighfar."

Nafas Naila terengah-engah.
Raka dan Andre mendekat kepada Naila lalu Raka mengusap kepala Naila.

Raka:"Nai tunggu dokternya ya sebentar aja."

Naila menggelengkan kepala.

Naila:"te....te-ri-ma-ka-sih kalian semua udah bikin Naila seneng.Naila mau min-ta ma-af.Naila sayang kalian semua."

Suara tangisan semakin terdengar.

Naila:"(menggenggam tangan Raka) Kak,Naila titip ibuk ya,tolong jagain ibuk"
Raka:"(menangis) iya Nai iya tapi kamu harus sembuh.
Naila:"nggak kak,Naila gak kuat."

Lalu Andre meminta maaf pada Naila begitu juga Damian.

Naila:"(menggenggam tangan Dewi) Buk Naila sayang sama ibuk,Naila udah gak kuat.Naila pamit yaa iklhasin Naila biar tenang disana...."

Andre:"Jangan Nai...jangan bilang gitu kamu pasti sembuh"
Naila:"(menggelengkan kepala) Naila minta maaf ya,Naila pamit."

Lalu Naila menghembuskan nafas terkahirnya.
Dewi seketika lemas dan jatuh terduduk.Semua orang dikamar itu menangis.

Dewi memeluk tubuh Naila yang sudah terbukur kaku.

Dokter datang lalu benar-benar memastikan bahwa Naila sudah tidak ada.

Regret (HISTORIA)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang