Seorang gadis duduk disebuah kursi dengan pandangan lurus kedepan menatap langit yang dipenuhi bintang. Sangat menenangkan menurutnya.
Sudah seminggu ia di kota Jakarta ini dan besok adalah hari pertamanya untuk masuk sekolah sebagai murid pindahan.
Saat sedang asik dengan pikirannya ketukan pintu mengalihkan perhatiannya.
Tok Tok
"Aira." Panggil seseorang dari luar.
Itu suara mamanya. Aira pun berjalan untuk membukakan pintu.
"Ya ma. Ada apa?" Tanya Aira lembut.
"Kamu kok belum tidur?" Nengsi mengelus lembut rambut anaknya dengan kasih sayang.
"Aku belum ngantuk ma." Jawab Aira seadanya.
"Yaudah sekarang kamu harus tidur. Besok kamu kan sekolah sayang, nanti kamu kesiangan, masak awal masuk harus terlambat? Tidur ya." Nengsi mencium lembut kening anaknya.
"Ya ma. Aira tidur kok." Ujar Aira.
"Yaudah mama keluar dulu. Good night sayang." Ujar Nengsi kemudian keluar dari kamar Aira.
"Night ma." Balas Aira.
Setelah mamanya pergi Aira masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu. Ia kembali duduk di kursi tadi. Matanya masih tidak bisa untuk tidur. Entah kenapa ada rasa rindu dihatinya. Tapi ia tidak tau untuk siapa rasa rindunya.
"Maafkan aku." Air matanya turun begitu saja.
***
Malam berlalu mentari pagi menampakkan sinarnya. Pagi ini adalah hari pertama Aira masuk ke sekolahnya sebagai murid baru. Setelah selesai dengan pakaiannya ia pun turun kebawah untuk sarapan pagi.
"Pagi ma." Sapa Aira kemudian duduk di kursi meja makan.
"Pagi sayang." Balas mamanya.
Nengsi kemudian mengambil roti dengan selai strawberi dan diberikannya kepada Aira.
"Papa mana ma?" Tanya Aira sambil mengunyah roti di mulutnya.
"Papa udah pergi kerja pagi tadi sayang." Jawab Nengsi.
Aira hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makannya.
Setelah selesai dengan sarapannya. Aira kemudian berangkat kesekolahnya. Tak lupa ia mencium tangan mamanya.
Sekarang disinilah ia di depan gerbang SMA Angkasa. Sekolah yang terkenal dengan anak yang rata-rata adalah orang kaya.
Tak mau memperlambat waktu langsung saja ia masuk kedalam untuk mencari ruangan kepala sekolah.
Sudah lima belas menit ia berkeliling tapi tak juga ia menemukan ruangan kepala sekolah. Kebetulan ia melihat seorang siswi berkecamata membawa bermacam buku ditangannya. Aira menghampiri siswi itu.
"Permisi kak." Sapa Aira sopan.
Merasa ada yang berbicara padanya. Siswi itu menolehkan kepalanya.
"Ya. Ada apa?" Tanya siswi itu pada Aira.
"Ruangan kepala sekolah dimana ya kak?" Tanya Aira.
"Kamu tinggal lurus aja kemudian belok kanan." Jelas siswi itu.
Aira menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Terima kasih ya kak." ucap Aira dengan sopan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AIRA (REVISI)
Teen FictionJangan lupa follow sebelum membaca^^ SIAPKAN MENTAL SEBELUM MEMBACA! **** Semuanya terasa kelabu bagiku yang ada hanya bayang-bayang semu yang medominasi pikiranku. Hidupku tak tentu. Rasanya hampa. Saat kau datang. Rasanya sungguh indah. Tapi bersi...
