Disclaimer : Naruto punya Om Masashi Kishimoto
Warning : Bahasa tidak baku, EYD tidak sempurna, OOC, AU, Typo, dll.
•
"Hah..."
Hinata menghela napas untuk yang kesekian kalinya.
Apa sekarang aku sedang bermain drama Korea? Um... atau mungkin dorama Jepang?
Sampai saat ini Hinata masih bingung dengan hal itu.
Dirinya hanyalah seorang turis yang sedang berkunjung ke Jepang, tapi belum ada 24 jam hidupnya sudah jungkir balik.
Bertemu putra mahkota dengan kesan pertama yang buruk, lalu tanpa sengaja harus menikah dengan orang yang paling ingin dihindarinya itu hanya karena salah masuk kamar hotel.
Sungguh sial dia hari ini. Sepertinya dewi fortuna sedang ngambek kepadanya.
Tidak hanya itu, saat ini Hinata begitu lelah menunggu kedatangan sang suami seperti menunggu kepulangan bang toyib.
Bagaimana tidak, acara resepsi pernikahannya sudah selesai dari 2 jam yang lalu. Tapi sampai sekarang sang suami bahkan tidak memasuki kamar pengantin mereka, seolah melupakan keberadaannya.
Ugh!!
Hinata begitu gemas dengan pria itu. Dia tidak mengharapkan malam pertama dengan putra mahkota yang tampan itu, tapi saat ini harga dirinya serasa dipertaruhkan. Dia baru saja dipaksa untuk menikah dan setelah dengan terpaksa dia menyetujui perjanjian aneh itu, sang tersangka utama tidak menemuinya walau hanya sekedar berterima kasih.
Di sini dia adalah korban. Jadi mengapa dirinya harus diabaikan?!
Harusnya dia diberi imbalan yang setimpal karena telah menolong anggota keluarga kerajaan.
Ya... harusnya seperti itu.
"Masa bodoh, ah!"
Melepas gaun pengantinnya dengan asal, Hinata pun segera mengobrak abrik isi lemari kamar hotel yang ditempatinya ini.
"Tidak ada. Apa mereka lupa menyiapkan baju ganti untukku?"
Di dalam lemari itu tidak ada pakaian apapun. Kosong melompong. Dengan menahan kesal, Hinata mengambil jubah mandi berwarna biru yang menggantung di kamar mandi dan segera memakainya.
Ini lebih baik. Daripada tidak ada pakaian sama sekali, begitu pikir Hinata.
Menatap jam dinding kamar yang terus berdetik, tanpa sadar waktu sudah menunjukan pukul 1 dini hari. Dan sampai di pagi buta seperti ini, dirinya belum mengantuk sama sekali.
"Mungkin saja si putra mahkota sedang meratapi kekasihnya yang melarikan diri. Dia pasti sedang galau. Oh... kasihan!"
Masa bodoh dengan calon kaisar masa depan itu yang mungkin saja saat ini sedang bergalau ria, Hinata memutuskan untuk segera memejamkan mata. Menjemput mimpi lebih baik daripada bengong seperti kambing ompong sekarang.
Tik... tik... tik...
Tik... tik... tik...
Tik... tik... tik...
Itu bukan suara rintik hujan, ruangan yang terlalu hening itu membuat suara jam terdengar begitu keras. Tanpa terasa Hinata sudah terlelap dan waktu terus berdetik sampai jam menunjukan pukul 03:17 dini hari.
Sasuke yang sedari tadi terus memijit pelipisnya sepanjang perjalanan ke kamar, sangat ingin segera membaringkan badannya yang sangat lelah. Tamu undangan terus saja datang silih berganti meskipun acara resepsi sudah selesai berjam-jam yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE ✅
FanfictionSasuhina Fanfiction / Rate M [COMPLETE] Hyuuga Hinata, gadis imut asal Indonesia ini harus menikah secara mendadak dengan orang yang tak dikenalnya saat sedang backpacker di Jepang. Dan yang lebih mengejutkan lagi, pemuda yang dia nikahi adalah putr...
