10. Ada yang aneh?

2.8K 299 87
                                        

Disclaimer : Naruto punya Om Masashi Kishimoto

Warning : Bahasa tidak baku, EYD tidak sempurna, OOC, AU, Typo, dll.

Black Swan by BTS

Hinata tahu yang namanya langit itu biru dan awan itu putih. Dan ketika ada sebab pasti ada akibat yang mengikuti di belakang. Dia sangat tahu tentang itu.

Sama halnya seperti keberadaannya di tempat ini. Tuhan pasti memiliki maksud lain mengapa dirinya malah harus ikut terseret dalam permainan Putra Mahkota yang dia tidak mengerti motif sebenarnya.

Jika kekasih si Putra mahkota pergi meninggalkannya, harusnya si Sasuke membatalkan acara pernikahannya itu. Bukan malah mencari gadis lajang yang dipilih secara random untuk menikah secara kontrak dengannya.

Kadang Hinata tidak habis pikir dengan cara berpikir para milyader atau para sultan. Uang memanglah segalanya di dunia ini, tetapi perasaan juga jangan mudah tersingkirkan dengan benda bernominal itu? Benar kan?

Dengan banyak pikiran yang cukup mengganggunya akhir-akhir ini, pagi ini Hinata mencari seorang pelayan yang biasa mengantar sarapan untuknya. Dia sudah membulatkan tekad akan mencoba menghubungi sahabatnya di Indonesia sana. Dia harus tahu, apa kabar tentang pernikahannya sudah sampai ke netizen Indonesia?

Karena selama di tempat ini diam-diam Hinata selalu menguping pembicaraan para pelayan yang menggosipkannya. Bahkan dari kabar yang dicuri dengarnya itu, keberadaannya yang berasal dari rakyat biasa menggemparkan Jepang dan seluruh dunia.

Dan dia saat ini sedang membutuhkan sesuatu.

"Apa kau punya ponsel?" tanya Hinata setelah melihat dayang yang terlihat seumuran dengannya itu menaruh sarapan di meja dekat jendela.

"Ah... ada, Nona." Jawab dayang yang bernama Reina itu dengan cukup bingung.

"Boleh aku pinjam sebentar?" Hinata memandang sang dayang dengan tatapan memohon yang dibuat seimut mungkin. "Ya... ya?"

Reina terlihat cukup ragu. Karena dia mendapat tugas untuk menjauhkan semua akses internet dari sang calon putri mahkota. "I-itu... sa-saya..."

"Sebentar saja. Ya? Aku tidak akan mengatakan pada siapapun. Aku berjanji." Hinata mencoba membujuk lagi dengan ekspresi yang lebih diimutkan.

Menimbang dengan cukup ragu, akhirnya Reina mengeluarkan ponsel miliknya dan diberikan pada Hinata.

Yes... keimutanku belum luntur ternyata!

Dengan semangat penuh Hinata menerima ponsel itu. Dan tanpa membuang waktu, dirinya mengetik nomor Alea yang sudah dia coba hafal sebelumnya.

"Halo Le!!" sapa Hinata saat panggilannya tersambung.

"Siapa?" Suara Alea terdengar dingin. Hinata tahu Alea paling tidak suka mendapat telepon dari nomor yang tidak dikenal.

"Ini aku Nata."

"Ya ampun, Ta!!" Teriak Alea dengan histeris dari seberang sana. "Hape lo tuh kenapa? Gue hubungin nggak bisa-bisa. Emang di kerajaan sono nggak ada listrik? Emang disana nggak jual pulsa? Emang beli kuota disana dibatasi? Hellow Ta... gue khawatir banget tahu!"

MINE ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang