Disclaimer : Naruto punya Om Masashi Kishimoto
Warning : Bahasa tidak baku, EYD tidak sempurna, OOC, AU, Typo, dll.
•
Baby Don't Cry by EXO
•
Hinata tahu, ada yang terasa retak tapi itu bukan tembok. Dan ada yang bernanah tapi itu bukan luka. Ya... sangat kasat mata.
Lalu... 'itu' apa?
Hm... pernahkah kalian mendengar tentang istilah 'Jatuh ke lubang yang sama'?
Berkali-kali selalu terjerumus pada hal yang sama meski kita sudah tahu resiko seperti apa yang akan kita hadapi, dan kadang akan berakhir dengan kecewa. Mungkin perasaan Hinata saat ini berada diantara kekecewaan itu. Dia merasa sedang diombang-ambingkan oleh keadaan. Satu per satu dan perlahan dunia seolah sedang berkonspirasi padanya.
Menatap Sasuke yang masih mencoba untuk mempersempit jarak dengannya, Hinata dengan sedikit keberanian mendorong dada pria itu dengan tangannya yang ternyata gemetar.
"Sa-sasuke..." gumaman Hinata membuat Sasuke mengurungkan niatnya untuk terus menjahili gadis ini.
Menjauhkan tubuhnya dan memilih duduk di kursi kerjanya, Sasuke menyahut singkat tanpa melepas pandangannya pada Hinata. "Hem?"
"Ka-kau... mendapatkan benda-benda ini darimana?" tanya Hinata dengan tubuh yang masih gemetaran meskipun sekuat apapun dia mencoba melawan perasaan takut yang semakin terasa menyiksanya ini.
Dia memang takut pada tatapan tajam Sasuke, tapi dia lebih takut lagi akan fakta baru jika Sasuke terus memantaunya selama ini. Jika dilihat dari foto di atas meja itu, Hinata yakin itu sudah berlangsung dalam waktu yang sangat lama. Karena dia menemukan sebuah foto saat dirinya berambut pendek sebahu dan masih memakai seragam putih biru.
Sasuke menyeringai senang melihat ekspresi Hinata yang takut kepadanya. "Sudah kukatakan jika aku mencarimu dalam waktu yang lama?"
"Sejak kapan dan... ke-kenapa?" Hinata benar-benar kebingungan. Untung saja dia bersandar pada meja kerja Sasuke, itu membantunya untuk tidak terduduk di lantai secara dramatis karena shock.
"Aku mencari pemilik tahta dari kekaisaran ini yang sesungguhnya." Jawab Sasuke santai, seolah hal yang dikatakannya ini adalah tentang perkiraan cuaca hari ini.
Hinata tak mampu berkata apa-apa lagi. Dia sangat terkejut dengan fakta yang bertubi-tubi dilemparkan di depan wajahnya.
"Sangat jauh sebelum hari ini, aku tahu jika kau adalah Putri mahkota." Sambung Sasuke.
"Apa ini semua bagian dari rencanamu?" Hinata berjalan mendekati Sasuke. Dia ingin mempertanyakan segalanya. Dia tidak ingin dibohongi apa lagi dimanfaatkan.
"Ya." Sasuke mengangguk membenarkan.
"Bagaimana mungkin..." Kepalanya berdenyut sangat sakit sekarang. Dia masih sulit untuk menerima ini.
"Kaisar terdahulu, Paman Kazuo memintaku untuk mencari penerus yang sesungguhnya sebelum beliau wafat." Ucap Sasuke sembari menarik tangan Hinata dan menuntun gadis itu untuk duduk di pangkuannya.
Sedangkan Hinata hanya menatap Sasuke dengan banyak kebingungan di otaknya. Dia lebih dapat menerima fakta jika suatu saat So Ji Sub akan menikah daripada fakta jika dirinya adalah seorang Putri mahkota darah murni yang mewarisi sebuah kerajaan dan harus memimpin sebuah negara.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE ✅
FanfictionSasuhina Fanfiction / Rate M [COMPLETE] Hyuuga Hinata, gadis imut asal Indonesia ini harus menikah secara mendadak dengan orang yang tak dikenalnya saat sedang backpacker di Jepang. Dan yang lebih mengejutkan lagi, pemuda yang dia nikahi adalah putr...
