12. Klan Otsutsuki

2.6K 322 147
                                        

Disclaimer : Naruto punya Om Masashi Kishimoto

Warning : Bahasa tidak baku, EYD tidak sempurna, OOC, AU, Typo, dll.


Hinata tidak tahu lagi dengan isi pikiran pria berambut putih di sampingnya ini. Saat rapat akan dimulai pria bernama Toneri itu meminta untuk bertukar tempat dengan salah satu pemegang saham.

Dan yang lebih menjengkelkan lagi, sepanjang rapat pria itu terus menatapnya dengan terang-terangan. Ditambah aura Sasuke di samping kirinya yang seolah bersiap mencekiknya. Jangan lupakan jika sepanjang rapat dirinya dan Toneri menjadi bahan tontonan.

Ini orang nggak peka atau pura-pura polos sih?

"Apa anda mendengarkan presentasi dari tuan Namikaze, Otsutsuki-san?" Sasuke mengangkat sebelah tangannya, meminta Naruto menghentikan presentasinya. "Bisakah anda kembali fokus pada rapat ini?"

Tanpa mengubah posisinya, Toneri hanya tersenyum manis dan terus menatap Hinata dengan bertopang dagu. "Saya memperhatikannya, jadi teruskan saja kembali!"

Menggeram rendah, Sasuke mengepalkan tangannya di bawah meja. Melirik Hinata di samping kanannya yang hanya terdiam, membuat rasa kesalnya bertambah. "Tapi anda terus menatap istri saya sedari tadi."

Suara Sasuke yang sedikit meninggi membuat Toneri terkekeh pelan. Putra mahkota yang 2 tahun lebih muda darinya ini ternyata berbeda dengan rumor yang ada. Saat ini pria raven itu terlihat kekanakan dan tidak terlihat cool.

Apanya yang cool! batin Toneri sedikit meragukan perkataan ibu-ibu penggosip diluaran sana.

Membenarkan posisi dudunya, Toneri menatap Sasuke dengan dagu terangkat. "Apakah Yang Mulia sangat posesif pada pasangan? Saya hanya berpikir jika Nona ini sangat manis untuk ikut di meeting membosankan seperti ini."

Mencoba menahan diri untuk tidak menggebrak meja atau melayangkan pukulan pada pria tidak tahu sopan santun itu, Sasuke melemparkan tatapan kelewat tajam pada Toneri."Dia adalah Putri Mahkota. Ini adalah salah satu bagian dari tugasnya."

Mengangguk seolah mengerti, Toneri kembali mengubah posisi duduknya. "Oh... Entah mengapa saja jadi teringat cerita puluhan tahun lalu tentang seorang putri mahkota. Ketika beliau melepas gelar hanya untuk menyelamatkan nyawa orang yang dicintainya tapi ternyata malah berakhir dengan mati sia-sia ditangan orang itu. Mendengar cerita itu, saya jadi merasa tidak perlu ada yang namanya putri mahkota. Ditambah lagi seorang putri yang berasal dari kalangan biasa-biasa saja."

Hinata merasa Toneri terang-terangan menyindirnya.

Brak...

Bangkit dari kursinya, Sasuke menggebrak meja. Dia menatap Toneri nyalang.

"Jaga bicara anda, Toneri Otsutsuki!!" Sasuke setengah berteriak.

Suasana yang memang sudah tidak nyaman berubah semakin buruk. Tapi pria putih yang memulai ini semua malah terlihat santai. Ingin rasanya Hinata menjitak kepala Toneri sekarang.

"Apa saya salah bicara, Yang Mulia Putra mahkota?" tanya Toneri sembari memasang wajah innocent. "Hm?"

Sasuke terlihat menggeram tertahan. Suasana bertambah semakin mencekam.

Hinata yang duduk diantara mereka berdua hanya menatap Toneri dengan bingung. Tentang kisah putri mahkota itu, dia pernah membacanya saat belajar tentang sejarah kerajaan sebelum pengangkatan resmi dirinya menjadi putri mahkota. Tidak ada yang aneh, hanya saja cerita itu berakhir dengan tragis. Hinata tahu cinta memang kadang dapat menbunuhmu.

MINE ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang