Hari ini saya nobatkan
Eriska Putri Tanujaya dan Peter Rafael Chen
sebagai sepasang suami istri
Goodbye My Single Life
Goodbye Putra
Seharusnya aku bahagia, karena hari ini adalah hari pernikahanku, tetapi aku bukanlah wanita yang diinginkan oleh s...
Eriska POV Mama berada disampingku sekarang Kemudian kulihat Peter masuk dengan dokter 'Selamat sore Mrs. Chen, saya dokter Sui, yang merawat anda, gimana masih pusing?' 'Sedikit dok' jawabku 'Kamu sering mual pagi? Tidak nafsu makan?' Aku mengangguk 'Telat datang bulan?' Aku mengangguk Kulihat semua terkejut, Mama, Putra, Peter terlihat syok 'Ada apa ya dok?' Tanyaku 'Selamat, anda hamil' kata dr. Sui Aku terdiam Hamil? Aku Hamil? Ada bayi di perutku? Batinku 'Hasil tes urin anda positif, bila memungkinkan saya akan melakukan USG' lanjut dr. Sui
5menit kemudian ada perawat yang membawa alat USG ke bilikku, aku masih di IGD Aku memegang tangan Mama Aku takut Kulihat Peter berdiri diujung ranjang, didekat kaki kiriku dan Putra di sebelah kaki kananku. 'Tenang ya, ini sedikit dingin' kata dr. Sui Kemudian perutku diolesi gel Lalu alat USG itu memutari perutku 'Ah lihat ini, gambar kecil inilah calon bayinya' Aku terdiam Aku sangat emosional sekarang Gambar di layar itu sangat indah 'Aku punya bayi' ucapku pelan Kulihat Peter meneteskan air matanya
Setelah selesai dr. Sui pamit Apalagi sekarang? Bagaimana ini? Persidangan kami? Perceraian kami? Bayi ini? Aku tahu Peter juga pasti tahu bahwa ini adalah anak kami berdua Suasana hening
Bruk Kulihat Peter berlutut
'Ijinkan aku menjadi bagian dari proses kehamilanmu, ijinkan aku memberikan cintaku padamu dan calon anak kita, ijinkan aku disisimu Eriska, aku mohon kepadamu dengan seluruh hatiku. Batalkan gugatan perceraian kita' kata Peter
Pertahananku runtuh, aku menangis terisak Mama memelukku erat 'Mama disini nak, jika kau mencintai Peter juga, Mama akan mendukungmu' kata Mama sambil mengecup keningku
'Menurutku perceraianmu juga tak bisa dilanjutkan Eriska, karena persidangan perceraian ketika menjalani masa kehamilan itu tidak diijinkan' kali ini Putra yang berbicara. (Ps. Aku tak tahu tentang hukum, jadi maafkan kalau ini sedikit melenceng🙈)
'Baiklah, aku akan membatalkan gugatan cerai kita, tapi kau harus menjagaku dan bayi kita' jawabku Kulihat Peter sumringah 'Pasti, aku janji' Dia menghampiriku Memelukku Mencium keningku 'I miss you soooo much' katanya 'Miss you too' jawabku Kita berciuman 💋 Lalu dia mengelus perutku 'Hai anakku, ini Papamu, kamu harus kuat dan sehat, oke' setelah itu Peter mencium perutku
2 Bulan Kemudian Peter POV Terima kasih Tuhan Terima kasih telah Kau kembalikan Eriska padaku Terima kasih Kau berikan kami hadiah terindah ini
Ini sudah akhir Trimester I Akhirnya morning sickness Eriska sudah tidak ada Aku sangat khawatir padanya karena dia hanya bisa makan pisang dan apel
Memasuki bulan ke empat 'Hari ini jadwal kontrol ke dr. Sui kan?' Tanyaku 'Iya, aku tidak sabar melihatnya' kata Eriska sambil mengelus perutnya yang mulai tampak sedikit membuncit
Di Rumah Sakit 'Selamat siang, bagaimana kondisi anda Mrs. Chen' tanya dr. Sui 'Baik dokter, saya sudah tidak mual dan mulai bisa makan banyak' jawab Eriska 'Baiklah, mari kita lakukan USG, silahkan berbaring' Aku degdegan Kulihat layar mesin USG, gambar kecil itu mulai terlihat berbentuk janin 'Lihat ini, bayinya tumbuh sehat dan ini adalah jantungnya, sudah berdetak' jelas dokter Kulihat Eriska meneteskan air mata Kuusap air mata dan tersenyum kepadanya
'Ini ada vitamin kehamilan mohon dikonsumsi dengan teratur, makan makanan yang sehat dan bergizi. Kita akan melakukan USG lagi untuk mengetahui jenis kelamin bayinya saat umur kehamilan 7bulan' kata dr. Sui Aku tak sabar menantinya 'Baik dokter, kalau begitu kami permisi'
Aku merangkul Eriska dari belakang Menjaganya agar tidak jatuh 'Aku seperti orang tua yang tak bisa jalan bila kau memperlakukanku seperti ini' kata Eriska 'Apakah kau mau kugendong saja? Biar aku bisa tenang bahwa istriku aman di pelukanku?' Godaku 'Peter!' Kata Eriska sambil memukul dadaku 'Hahahaa, kita makan malam dirumah ya? Aunty Liu sudah memasak makanan yang kau sukai' kataku Eriska mengangguk
Makan Malam Eriska POV Aku bahagia sekarang Dengan keluarga kecilku yang akan sempurna bila bayi dalam perutku ini lahir dr. Sui bilang kalau nanti pas 7 bulan aku bisa melihat jenis kelamin bayi kami. Namun jujur, aku tak peduli jenis kelamin bayiku nantinya, yang penting dia sehat dan bahagia. Setelah memasuki rumah, betapa terkejutnya aku melihat pemandangan ini
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'Peter, ini..' kataku 'Candle light dinner for my lovely wife' jawabnya 'Thank you' kataku 'Silahkan duduk, kita makan dulu' Aku mengangguk
Setelah selesai makan, tiba-tiba Peter bangun dari kursi lalu mengambil gitar 'Untukmu, istriku' kata Peter sambil memposisikan dirinya dan gitar duduk di kursi Mataku tak pernah lepas darinya Peter mulai memetik senar gitarnya
And you're beautiful Now that the wait is over And love and has finally shown her my way Marry me Today and every day Train -Marry me-
Setelah selesai Peter berjalan kearahku Dia berlutut satu kaki 'Eriska, aku tahu aku bukan suami yang baik selama ini, aku tahu aku tak benar-benar menjelaskan kesalahpahaman diantara kita. Namun, aku berjanji padamu, aku akan mencintaimu dan hanya dirimu sampai kapanpun. Terima kasih telah hadir dalam hidupku, terima kasih telah menjadi wanita hebat, terima kasih telah rela mengandung anak kita. Dihari ini, setahun yang lalu, kita ucap sumpah pernikahan yang kita sendiri tak tahu apa maknanya, setahun lalu hubungan kita yang sebatas saudara ipar menjadi suami istri, setahun lalu diantara kita tidak ada perasaan apa-apa. Untuk itu, hari ini, kita ubah kenangan setahun lalu menjadi kenangan yang paling indah dan tak terlupakan. Eriska, Marry Me' Dengan kalimat itu, Peter mengeluarkan sepasang cincin pernikahan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cincin yang berbeda dari sebelumnya Tapi aku melihat cincin itu tertulis jelas -Milik Eriska- dan -Milik Peter- Aku terkekeh di tengah isak tangisku 'Sungguh romantis, huh?' Jawabku Peter tersenyum 'Jadi?' 'Okay' Jawabku 'Yes!' Peter bersorak girang 'Akan kupasangkan di jarimu' katanya 'Milik Eriska, apa tidak ada kata lain?' Protesku sambil tersenyum 'No, karena memang kau milikku' katanya Kamipun berciuman💋 'Happy Anniversary, My Wife' katanya 'Oh My God, I love you so much' jawabku memeluknya
~Selamat Membaca~ Another update coming soon 🙇♀️🙇♀️🙇♀️