OUR FAMILY

3.3K 167 3
                                        

Peter POV
Seminggu sudah Eriska tebaring tak sadarkan diri
Aku sungguh tak berdaya melihatnya
Selang oksigen, infus, monitor, alat rekam jantung
Pemandangan yang cukup mengerikan
Tapi aku harus kuat
Aku harus kuat untuk Eriska, Putra kita, Keluarga Kecil kita

'Sayang' aku tersenyum geli dengan panggilan baruku untuk Eriska
'Selama ini kita hanya memanggil nama kita satu sama lain, tapi mulai hari ini aku akan memangilmu -sayang-...'

Beep beep

Monitor Eriska menunjukkan aksi
'Huh? Kau meresponku?' Gumamku
'Sayang, bangun, aku sudah menunggumu'

Beep beep

Hatiku berdebar, aku harap ini pertanda baik
'Sayang, bangun yuk, anak kita sudah menunggumu' lanjutku
Kali ini kurasakan mata Eriska bergerak namun masih tertutup

'Dia sangat tampan dan kuat, kau tak mau memeluknya sayang?'
Jari telunjuk Eriska bergerak
Air mataku mengalir
Kugenggam tanganya
'Bangun sayang, aku mencintaimu' bisikku

Kemudian mata Eriska terbuka pelan
'Hai, sayang. Waktunya bangun, kau sudah cukup lama tertidur' kataku sambil memandang wajahnya
Kami berdua meneteskan air mata
'Aku senang kau kembali' kataku sambil mencium keningnya.

Dengan cepat aku memencet tombol darurat untuk memanggil dokter
Seketika tim dokter dan perawat datang
'Eriska sadar dokter' kataku
'Syukurlah. Saya akan memeriksanya dahulu Tuan' kata dokter

Aku melepaskan tanganku
Tapi Eriska menggenggamnya kuat
'Aku akan berada disisi kirimu, aku hanya berpindah sebentar, biar dokter bisa memeriksamu' setelahnya Eriska melepaskan tanganku

'Kondisi Nyonya Eriska sudah membaik tuan, hanya saja kita perlu observasi dulu, mungkin besuk baru bisa dipindahkan ke bangsal' jelas dokter
'Terima kasih banyak dokter' jawabku
'Tapi tolong jangan biarkan Nyonya Eriska bicara terlalu banyak atau bergerak terlalu banyak, kondisinya masih lemah'
'Baik dokter'

Setelah para dokter pergi aku menggenggam tangan Eriska dan menatapnya dengan cinta
'Aku sungguh mencintaimu. Jangan pernah kau lakukan itu padaku lagi, aku tak sanggup kehilanganmu' kataku
Eriska hanya menjawab dengan senyum dan anggukan
'Seandainya aku tahu kalau kata -sayang- bisa membuatmu sadar, sudah ku lakukan sejak hari pertama' gerutuku
Eriska tertawa pelan
'Sudah berapa lama aku disini?' Tanyanya
'1 minggu'
'Bayi kita?'
'Sehat dan tampan'
'Benarkah? Siapa namanya?' Eriska antusias
'Belum ada karena aku menunggumu untuk memberikannya nama'
'Aku kira kau akan berikan nama -Champ-' kata Eriska
'Kau sudah bisa bercanda sepertinya ya? Champ Chen, really?' Kataku
Kami berdua tertawa pelan

'Ethan' kata Eriska pelan
'Huh?'
'Nama bayi kita, Ethan Pier Chen' kata Eriska sambil tersenyum
'Sudah kuduga kau menyiapkan nama yang indah, tapi apa artinya?'
'Ethan berarti kuat, Pier gabungan antara Peter dan Eriska' jawab Eriska sambil terkekeh
Aku mencium Eriska
Terima kasih Tuhan, kau telah mengembalikan istriku


Tiga hari kemudian
Eriska POV

'Minum yang banyak, gantengnya Mama' kataku mengusap kepala bayi mungil yang sedang menyusu padaku'Kau sangat tampan' lanjutku'Bagaimana dengan Papanya?' Suara Peter membuyarkan moment syahdu kami'Sekarang Ethan nomor satu' jawabku'Oh gitu, oke' k...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

'Minum yang banyak, gantengnya Mama' kataku mengusap kepala bayi mungil yang sedang menyusu padaku
'Kau sangat tampan' lanjutku
'Bagaimana dengan Papanya?' Suara Peter membuyarkan moment syahdu kami
'Sekarang Ethan nomor satu' jawabku
'Oh gitu, oke' kata Peter
Tapi langsung kearah belakangku, meletakkan dagunya di pundakku dan mengintip Ethan
'Baiklah, Papa ngalah, Ethan paling tampan' kata Peter
Ethan tersenyum seperti mengerti perkataan Papanya
'I love you' kata Peter mencium kepalaku
'I love you too'

Keesokan harinya
Aku sedang duduk ditempat tidurku
Hari ini aku di jadwalkan untuk melakukan fisioterapi
'Chub' kudengar panggilan khas itu
Aku menoleh ke sumber suara itu
Alyssa
Oh tidak
Aku panik
Dadaku berdebar kencang
'Chub, tenang oke, aku disini hanya ingin minta maaf' katanya sambil berlinang air mata

'Pergiiiii!!!!!' Teriakku sekencangnya
'Chub,..... aku mohon, maafkan aku..  aku tak ber.....'
'Pergiii!!! Aku tak mau melihatmu. Ku yakin kau akan menghancurkan keluargaku'
'Tidak... tidak.. chub... ' Alyssa semakin terisak
Kulemparkan bantal,guling, selimut apapun itu kearahnya
'Pergiii!!!'

Sampai akhirnya Peter datang
'Sayang ada apa?' Tanya Peter
Setelah melihat Alyssa, Peter langsung menuju ke arahku, memelukku erat
'Sushhhhh, tenang sayang, aku disini oke, tenang' bisik Peter
'Ethan dimana Peter, Ethan, aku harus menjaganya, penyihir ini akan menculik Ethan, aku mohon beritahu aku dimana Ethan' aku semakin histeris dan tak terkendali

Kulihat Peter memencet tombol emergency untuk memanggil dokter
Setelah dokter datang, aku tak tahu apa-apa lagi
Kesadaranku menghilang

Peter POV
Eriska menjadi histeris ketika melihat Alyssa
Aku tak tahu kenapa dia ada disini
Syukurlah dokter cepat datang dan memberikan obat penenang
'Kau mau apa?' Tanyaku dingin pada Alyssa
'Aa... aku hanya....' tangis Alyssa semakin menjadi
Tapi kali ini aku tak akan memeluk atau menenangkannya
'Kau sebaiknya pergi. Kau lihat trauma apa yang kau timbulkan? Fokuslah pada persidanganmu. Aku harap berjalan dengan adil dan kau siap terima hukumanmu' kataku
Alyssa mengangguk dan masih menangis
Kutinggalkan dia sendiri
Istriku membutuhkanku

Setelah 2jam
'Hi' kataku menyapa Eriska
'Peter, Ethan dimana?' Tanyanya panik
'Tenanglah, Alyssa sudah pergi. Dan Ethan, ada di box bayi disamping tempat tidurmu'
Seketika Eriska menuju box bayi itu
'Pelan-pelan, jangan gendong dia saat kau panik' kataku menjaga keduanya dari belakang

 Dan Ethan, ada di box bayi disamping tempat tidurmu'Seketika Eriska menuju box bayi itu'Pelan-pelan, jangan gendong dia saat kau panik' kataku menjaga keduanya dari belakang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

'Dia anak kita satu-satunya Peter, aku tak ingin kehilangannya' kata Eriska
'Aku berjanji akan menjagamu dan Ethan. Menjaga keluarga kecil kita. Semua akan baik-baik saja. Aku janji'

Kita memang bukan pasangan sempurna
Bukankah Tuhan mengirimmu untuk melengkapiku?
Aku tidak perlu punya segalanya
Selama kau ada di sini hidupkan baik-baik saja
Fiersa Besari -Hidup kan baik-baik saja-

-Selamat Membaca-
Double update!!!🥳🥳🥳
Tinggal satu part lagi nih
Siap untuk Ending?
Akankah Happy Ending?
Atau Sad Ending?

Siap buat buku selanjutnya?
Maka siaplah untuk menanti 🤣
Alias COMING SOON
disini udah jam 22.15
Jadi Last Part/ Ending diupdate lain waktu

Selamat beristirahat

Ps. Maaf ya selera musikku memang agak-agak melenceng
Kadang hiphop, soft rock, pop, kpop, dan sekarang indie?😅
Lagi demen sama Fiersa Besari, Randy Pandugo dan Pamungkas nih

Luv💜

THE SUBSTITUTE (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang