Sebulan sudah sejak kejadian....
Hmmm
Itu 🙈
Hubunganku dengan Peter semakin baik, benar-benar seperti pasangan baru normal lainnya.
'Bye' 💋 aku turun dari mobil Peter dan ku kecup pipinya
Beginilah rutinitas pagiku
Sesuai janjinya, Peter akan mengantarku ke kampus.
'Makin harmonis aja neng' goda Putra
'Maka me-ni-kah lah wahai sohib jones ku'
'Sial, aku ga jones ya'
'Terus apa? Josep?'
'Apaan tu?'
'Jomblo sepenuhnya' kataku sambil terbahak
'Enak aja, aku ini pemilih, aku mencari orang yang tepat'
Mata kuliah hari ini tidak terlalu padat,
Jam 11.00 aku sudah pulang
'Aku pulang denganmu ya'
'Baiklah tuan Putri' katanya
Srrrrrriiiiiit..... bruk
Aku terserempet motor
Motor itu berhenti setelah melihatku jatuh
'Shit... kau tak apa?' Tanya Putra menghampiriku
'Aw, gapapa, cuma luka ini' aku tunjukkan lenganku yang tanpak lecet
'Sorry... aku buru-buru' kata pemotor itu
'Hei, kau pikir ini arena balap, seenaknya saja ngebut dengan kecepatan sekencang itu' kata Putra nyolot
'Aku kan udah minta maaf, ku bilang aku buru-buru' si pemotor itu menjawab
'Tanggung jawab kau, ini temanku luka'
Tuntut Putra
'Sudahlah, aku tak apa-apa' kataku
'Tapi Eriska,...'
'See, dia tidak apa-apa. Sorry Eriska, aku sungguh buru-buru. See ya!' Kata pemotor itu sambil berlalu
'Kau jangan cari masalah dengan Lucas, dia anak pemilik kampus' kataku ke Putra
'So what?'Aku bisa laporkan dia ke suamimu'
Sesampainya di Rumah
'Aunty, dimana firstaid nya?' Teriak Putra begitu membuka pintu rumahku
'Ada apa? Siapa yang luka?' Tanya Aunty Liu
'Eriska, keserempet motor' katanya
'Aku ga papa, cuma lecet di lengan' jawabku
Selagi membersihkan lukaku, Peter datang,
'Kenapa dengan tanganmu?' Tanyanya
Sebelum sempat kujawab Putra menjawab duluan
'Dia terserempet oleh anak pemilik kampus yang membawa motor ugal-ugalan' kata Putra kesal
'Hanya lecet, lagipula dia sudah minta maaf' jawabku
Keesokan harinya
'Eriska!'
Aku menoleh
'Iya Lucas?' Tanyaku
'Aku sungguh minta maaf kemarin, untuk itu, mari makan siang bersama'
Aku sungguh merasa aneh dengannya, Lucas dikenal sebagai lelaki yang dingin tetapi yang kutemui ini sangat bukan dia.
Setelah makan siang dengan Lucas, aku ke kelas.
Kali ini kelas yang kuambil sama dengan Putra, lalu aku menceritakan kejadian Lucas ke Putra.
'Jangan-jangan dia suka kamu' itu komen pertama Putra
'No way' kataku
'Yes way, besuk aku akan menempel padamu, jadi Lucas ga akan mendekatimu' katanya
Sudah seminggu Lucas mengajakku makan siang dengan Putra.
'Lucas, sebenarnya apa motifmu?' Tanya Putra
'Motif apa?' Tanya Lucas
'Kau suka Eriska kan?'
Sudah kuduga dia akan menanyakan ini pada Lucas
'Tidak, aku suka padamu' jawab Lucas langsung ke Putra
Mataku terbelalak
Putra terkejut sampai menjatuhkan sendoknya
'Aku ada kelas, bye Eriska, bye Love' Lucas pamit sambil melayangkan flying kiss ke Putra
'The Hell' umpat Putra
Sepanjang perjalanan pulang aku tak bisa menahan tawaku,
Putra sungguh dibuat frustasi oleh Lucas
Dimulai dari Lucas juga mengambil jurusan hukum
Jadi dia ambil double degrees
Dan memiliki jadwal yang sama persis dengan Putra.
Aku dan Putra memiliki dua mata kuliah yang berbeda, sedangkan Lucas mengambil semua mata kuliah yang sama persis dengan Putra.
'Eriska nikahi aku' ucap Putra saat kami duduk di ruang tv
(Bila kau ucapkankan ini sebelum aku menikah, aku akan menerimanya. Ssstttt ini rahasia ya, aku menyukai Putra sejak dulu. Tapi saat Peter menikahiku, aku sudah mengubur perasaan itu).
Bruk!
Aku dan Putra melihat ke arah sumber suara
Terlihat Peter berdiri mematung dengan tas terjatuh disampingnya
'Dia hanya bercanda, sini duduk disampingku, aku jelaskan' kataku
Peter lantas duduk disampingku, melingkarkan tangannya di pinggangku dan menarikku ke arahnya. Possesive.
'Peter, ijinkan Eriska poliandri. Aku ikhlas jadi suami kedua. Aku hanya butuh status pernikahan' kata Putra
Kali ini aku tak bisa menahan tawa
'Kenapa tertawa, ini situasi serius Eriska. Dan kau (sambil menunjuk Putra) menjauh dari istriku' kata Peter sambil memelukku erat
'Ya Tuhan, dosa apa aku punya suami posesif dan sohib yang gila' kataku melepaskan pelukan Peter
'Dia tak sungguh-sungguh Peter, ada lelaki yang mengejar-ngejar Putra di kampus. Makanya dia frustasi begini' jelasku ke Peter
'Lelaki?' Tanya Peter
Aku mengangguk
'Buahahahhaha' lalu Peter tertawa
'Bayangkan, dia itu lelaki! Aku bukan gay! Aaaaaarrrrghhhh' gerutu Putra
'Tapi dia sedikit feminim menurutku'
Peter dan Putra memandangku heran
'Maksudku, wajahnya seperti perempuan, suaranya juga ga seperti laki-laki'
'Mungkin transgender' kata Peter
'Tau ah, pusing. Nikahi aku ya Eriska?' Pinta Putra lagi
Plakk!
Kali ini Peter memukul kepala Putra
'Stay away from my wife!'
Keesokan harinya
'Hi, love' sapa Lucas
'Beneran deh, menjauh dariku. Aku bukan gay!' Jawab Putra
Aku hanya bisa memandang kedua orang ini berdebat
'Maksudmu?' Kali ini Lucas yang bingung
Akupun bingung, kenapa Lucas tak paham
'Aku pria, kau pria. Kalau aku pacaran denganmu, bukankah itu namanya gay?' Jelas Putra
'Hahahahaha' Lucas tertawa terbahak tak berhenti
Oke. Aku benar-benar bingung sekarang
'Kau kira aku laki-laki?' Tanya Lucas
Aku dan Putra mengangguk
'Aku wanita' lanjut Lucas
Aku dan Putra ternganga
'No way. Kau terlalu lelaki untuk seorang perempuan. Dada rata gitu' komen Putra
Lucas menghela napas, menarik tangan Putra, ditaruhnya di.... dadanya😱
'Feel it baby. This is boobs' kata Lucas
Cepat-cepat Putra menarik tangannya
'The hell! Wanita macam apa kau ini, menyuruhku menggerayangimu!'
Lucas terkekeh
'Percaya sekarang?' Tanyanya
Putra mengangguk
Kemudian Lucas mengeluarkan dompetnya
Tertulis Lucasiana Amora
Perempuan
Fotonya mirip
Oke. Lucas. Perempuan. Wanita
Case close
'Jadi, mau jadi pacarku sekarang?' Tanya Lucas pada Putra
'Tidak. Aku tidak menyukaimu!' Katanya sambil berlari
'Ah, lelaki itu' komen Lucas
'Kenapa kau memilih menjadi tomboi?' Tanyaku padanya
'Karena dengan ini aku tak digoda lelaki?' Jawabnya tak yakin
'Sohibku agak antik, jadi sabarlah. Dia tak tahu banyak tentang hubungan' kataku
'Hmmm. Makanya aku menyukainya. Itulah seni C.I.N.T.A' kata Lucas
Aku menggelengkan kepala
-Selamat membaca-
Biarkan Putra merasa dicintai 🤣
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SUBSTITUTE (COMPLETE)
General FictionHari ini saya nobatkan Eriska Putri Tanujaya dan Peter Rafael Chen sebagai sepasang suami istri Goodbye My Single Life Goodbye Putra Seharusnya aku bahagia, karena hari ini adalah hari pernikahanku, tetapi aku bukanlah wanita yang diinginkan oleh s...
