MAKE IT RIGHT

3.1K 172 10
                                        

Peter POV
Aku kira semua akan baik-baik saja sekarang
Aku terus menggenggam tangan Eriska
'Ya Tuhan, selamatkan istriku dan anakku' doaku dalam hati

'Dokter! Tolong!' Teriakku setelah sampai di Rumah Sakit

Segera para dokter dan perawat membawanya ke ruang operasi
'Tolong tanda tangan persetujuan tindakan operasi Caesar ini tuan, untuk menyelamatkan bayi dan istri anda' kata perawat

Aku menandatanganinya
'Tolong selamatkan istri dan anak saya dokter' pintaku
'Kondisi pasien sangat kritis, kemungkinan terburuknya anda harus memilih salah satu'
Hatiku serasa tertusuk pisau
Bagaimana bisa aku memilih antara istriku dan anakku
Sambil terisak aku menjawab
'Selamatkan istriku'

Tak henti-hentinya aku berdoa pada Tuhan
Tolong jangan ambil nyawa keduanya
Aku ingin bersama keduanya

2jam kemudian
'Bos, kami sudah menemukan pelakunya' kata Brian, Bodyguardku
Aku harus berada disisi Eriska
Aku tak punya tenaga menghadapi si biang kerok ini

'Putra, aku minta kau urus penjahat ini, aku akan disini menunggu Eriska'
'Baik Peter, aku akan pergi dengan Lucas. Kabari aku perkembangan Eriska' jawab Putra
'Hmm' jawabku

Lamunanku tersadarkan oleh suara
Oeeeekkkk oeeekkkk
Telingaku mendengar tangisan paling indah malam ini
'Ya Tuhan terima kasih' ucapku
Namun pintu itu tak juga terbuka, apa yang terjadi
Hatiku tak karuan rasanya

Tak lama pintu terbuka
'Eriska' kataku menghampiri
'Maaf tuan, Ny. Eriska dalam kondisi kritis, harus segera dipindahkan ke ruang ICU. Kami mohon kerjasamanya' kata perawat sambil mencegahku mendekati Eriska
Ya Tuhan tubuh Eriska terlihat lemah tak berdaya

'Tuan, mohon ikut dengan saya, saya doktet Margareth, dokter anak. Saya ingin anda menemui bayi anda'

Akupun mengikutinya
Masuk kedalam salah satu ruangan
Seorang bayi nan mungil berada didalam kotak inkubator

'Ini adalah bayi anda tuan, seorang bayi laki-laki yang tangguh, dia sempat tak bernapas dan tak menangis 5menit pertama, akan tetapi akhirnya dia sekarang bisa bernapas dengan normal' jelas dokter

Air mataku tak terbendung
'Anakku, ini Papa nak' kataku mengusap kaca inkubator
'Kami sarankan untuk melakukan tindakan kangguru tuan, jadi nanti kami akan meletakkan bayi ini di dada tuan, agar bayi lebih dekat secara emosional dengan orang tuanya dan agar bayi mendapat kehangatan tubuh skin by skin'
'Apa itu tidak apa-apa dok? Aku tidak akan menyakitinya kan?' Tanyaku
'Tidak, melihat kondisi bayi anda stabil maka ini bisa dilakukan. Silahkan ganti baju anda dan cuci tangan'

Aku melakukan apa saja yang diperintahkan dokter
Lalu aku duduk di sofa
Dengan sangat pelan dan hati-hati, dokter Margareth meletakkan bayi laki-laki ini ke dadaku

Aku melakukan apa saja yang diperintahkan dokterLalu aku duduk di sofaDengan sangat pelan dan hati-hati, dokter Margareth meletakkan bayi laki-laki ini ke dadaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pipiku basah oleh air mata
'Hi Champ, kita akhirnya bertemu. Terima kasih sudah menjadi lelaki kuat. Papa belum menyiapkan namamu, mari kita tunggu Mama untuk bangun dan memberimu nama' kataku sambil mengelus punggungnya
Begitu mungil untuk dadaku yang bidang ini
Seperti mengerti perkataanku, dia tersenyum
'I Love You, My Son' bisikku

Sudah lima hari Eriska belum sadar juga
Selama itupun aku selalu disisinya
Aku serahkan urusan pekerjaan ke Ayah Putra
Mama dan Papa Eriska pun sudah berada di Singapura
Mereka sama sekali tak menyangka hal ini akan terjadi pada Eriska

'Bagaimana keadaan Eriska, Peter?' Tanya Mama
'Kata dokter tanda vitalnya sudah stabil, hanya kesadaran Eriska yang masih dalam state yang sama. Dia terlalu banyak kehilangan darah, sehingga tubuhnya mengalami syok hipovolemik' jelasku
'Ya Tuhan, kenapa Eriska harus mengalami ini' kata Mama sambil terisak
'Anak kita kuat, pasti Eriska bisa melalui ini' kata Papa sambil memeluk Mama

'Peter' kali ini suara yang sudah lama sekali aku tak mendengarnya
'Ĺao Ma?' Jawabku menghampiri wanita yang melahirkanku
Selama ini memang mereka sangat cuek pada kehidupan pribadiku
Yang mereka perhatikan adalah bisnis yang aku kelola
Dan mungkin hanya Mamaku saja yang peduli sedangkan Papaku tidak
'Bagaimana keadaan mantuku? Bagaimana cucuku?' Tanyanya
'Eriska masih belum sadar, sedangkan bayinya sehat, sekarang ada di ruang bayi'
'Syukurlah, semoga Eriska bisa lekas pulih dan segera memberimu keturunan lagi' kata Mamaku
'Ma, maafkan aku. Sepertinya bayi ini akan menjadi satu-satunya anak kami' jawabmu
'Apa maksudmu Peter?' Tanya Mama Eriska
'Rahim Eriska diangkat sesaat setelah selesai operasi. Karena ada infeksi disana. Terlalu berbahaya jika dipertahankan'
'Ya Tuhan, putriku' tangis Mama Eriska pecah
'Tenang nyonya, yang penting sekarang bayinya baik-baik saja. Mari kita doakan untuk kesadaran Eriska' pinta Mamaku

Malam Harinya
'Eriska, ada banyak hal yang ingin ku katakan padamu'
Aku menggenggam tangan Eriska
'Aku yakin kau bisa mendengarkanku. Aku mencintaimu, Eriska. Sejak saat makan malam dengan Thomas, dimana kau bilang alasan kau bersedia menikah denganku karena kau ingin menyelamatkan reputasi orang tuamu. Kau punya hati yang begitu baik, penyesalanku adalah kenapa tidak sedari dulu aku mencintaimu, bukan Alyssa. Tentang Alyssa, setelah kau bercerita bahwa Alyssa menelponmu untuk pertama kali, Thomas sudah cerita bila melihat Alyssa di Paris, lalu 2 hari kemudian dia mulai menelponku, tapi aku sama sekali tak menghiraukan'

Aku menarik napas dalam
Ku eratkan genggaman tanganku
'Saat Charity, aku tak tahu bahwa dia muncul dan mengatakan semua itu ke media. Kata Putra kau begitu terluka, maka aku bisa menyimpulkan kau tak melihat berita itu seutuhnya, sesaat setelah Alyssa berkomentar di depan media, aku menghempaskan tangannya dan mengklarifikasikan semuanya. Sampai pada kau tak pulang kerumah selama 2minggu, lalu melayangkan gugatan cerai padaku'

'Untuk pertama kali dalam hidupku, aku begitu takut. Aku sungguh takut kehilanganmu. Aku sangat bersyukur Tuhan menganugerahi kita bayi, sehingga kita bisa bersatu kembali. Sebelum aku menjemputmu ke Mall waktu itu, Alyssa datang ke kantorku, namun aku mengusirnya. Dan pengendara mobil yang menabrakmu adalah dia. Sampai detik ini, dia belum bisa ditemukan. Dia berhasil melarikan diri dari polisi dan Putra saat mengejarnya. Aku minta maaf Eriska, aku tak becus menjagamu. Aku mohon padamu, bangunlah, anak kita menunggumu, aku mohon Eriska. Aku mencintaimu'.

Start countin' all the days
Forever I will stay with you
With you one only you
Go far and roam about
Comeback and callin' out to me
To me one only me
Oo, I'm in love
What did I do To deserve you
You tell me what did i do
To be with you, love
To be the one you runnin' into
When the days do come through

-Selamat Membaca-
Mari kita finishkan buku ini
Biar bisa move ke yang baru 🙈
Luv 💜

THE SUBSTITUTE (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang