Toko "Cah Gunung"
(menyediakan berbagai perlengkapan mendaki dan panjat tebing)
Ruko Wismo Kencono no.3 Jl. Kaliurang km 1000Bram dan mas Sapto, menyewa ruko dan mulai membuka toko perlengkapan mendaki sejak dua tahun lalu, dengan pembagian hasil 40 Bram dan 60 Mas Sapto karena mas Sapto lebih banyak waktunya menunggui toko dan Bram yang nomaden bertugas untuk belanja stok perlengkapan yang dijual, dan suatu hari Bram berharap tokonya bisa berkembang lebih laris lagi.
Sebulan setelah pendakian Bram menatap jaket coklat abu2 yang digantungnya dipojokan toko tempat biasanya dia menggantung jaket biru dongkernya, mas Sapto menyela lamunan Bram, "Bram jaket barumu itu bagus hlo, kalo diluar negri bisa buat main ski disalju, tumben beli barang mahal, biasanya kamu beli yang harga terjangkau tapi tetap berkualitas",
Bram,"mosok mas"(beneran mas?)mas Sapto,"cah nom mung takon, delengen neng google",(anak muda bisanya nanya mulu,cari kek di google)
Bram:"mas seumpama itu jaket dari seseorang yang baru kenal aku, gimana menurutmu mas?"
Mas Sapto,"Jelas itu orang perhatian dan sayang sama kamu, dulu aja istriku pas masih pacaran ngasih jaket ecek-ecek aja aku seneng banget, langsung tak ajak nikah, kalo masalah harga itu kan tergantung dari kondisi perekonomian orang masing2 tho Bram." (curhat yang dibalas curhatan)
Bram: "gitu ya mas"
Mas Sapto:"dah buruan pulang sudah jam 5 lebih seperempat, kasihan eyangmu dirumah sendirian".
Bram:"pamit mas"
Bermotor selama 30menit, akhirnya Bram sampai dirumah didaerah Lempuyangan,
Jam 7 masih terkapar dikamar dan memikirkan kata2 mas Sapto, eyangnya memanggil Bram untuk makan baru Bram keluar kamar,
Bram,"eyang Bram ajeng teng Jakarta mungkin 5 dinten teng nggene rencang, enten nopo2 telpon Bram nggih yang"(nenek, Bram mau ke Jakarta mungkin 5 hari ketempat teman,ada apa2 telp Bram ya nek) karena neneknya Bram cuman bisa nelpon dan itupun hanya nomernya Bram dan Budhenya Bram yang diDanurejan.
Eyang,"ati ati neng dhalan yo le" (hati2 hati dijalan ya nak)
Bram,"nggih yang"(baik nek), lha nopo nyare teng nggene Budhe? (Apa menginap ditempatnya budhe)
Eyang,"yo gelem gen kwe ra kemrungsung mulih"(ya mau biar kamu tidak keburu buru pulangnya)
seminggu kemudian Bram naik kereta tujuan pasar senen.

KAMU SEDANG MEMBACA
benci dan cinta
Romancebatasnya tipis, terlanjur cinta tp brtepuk sebelah tangan, tapi tetap cinta, membenci rasa penolakan karena penolakan menimbulkan rasa nyeri, karena cinta tidak bisa memilih dan datang diwaktu yang serasa salah , satu keputusan itu lah yang menentuk...