BAPER 22

5.3K 258 11
                                    



Gracia menatap shani di depannya, lalu memegang kedua tangan shani dan ia lingkarkan sendiri ke pinggangnya. Setelah itu gracia memegang kedua pundak shani seolah-olah mereka akan berdansa.

"Aku udah putus sama kak viny, sekarang giliran kamu penuhi janji itu ke aku" Ucap gracia

"Ge, apa ini gak terlalu cepat? Aku pasti bakal kasih kamu kepastian, tapi... "

"Ssstt! Kesempatan kamu cuma malam ini, tepati atau enggak?" Tanya gracia

Lalu shani tersenyum

"Iya, aku tepati janji aku. Kamu mau kan jadi pacarnya shani Indira natio?"

"Tentu, siapa yang tega menolak seorang shani. Hanya orang bodoh yang nolak kamu" Jawab gracia

"Berarti haters ku bodoh ya?"

Gracia mengangguk

"Ci"

"Apa ge"

"Sekarang kita udah resmi pacaran, kamu gak mau ngelakuin sesuatu yang lebih?"

"Sesuatu yang lebih? Maksud kamu?" Bingung shani

"Itu lho yang semalam kita bahas, masa kamu lupa sih" Dengan nakal nya jari-jari gracia menari-nari di leher shani, lalu pindah ke dada shani untuk memberikan rangsangan yang gracia maksud dari ucapannya

"O-oke aku ngerti m-maksud kamu, t-tapi gak di sini juga ge. Kita masuk ke kamar ya" Ajak shani yang di iyakan oleh gracia

Kini gracia menuntun shani untuk masuk ke dalam kamar, dan tanpa menutup pintu lebih dulu gracia langsung menarik shani ke tempat tidur. Membuat posisi shani jatuh ke atas tubuh gracia dan menindihnya. Tatapan mereka pun bertemu dan sama-sama terlihat sayu.

"Ci"

"Ya"

"Atas nama cinta, aku menyerahkan apa yang aku jaga selama ini buat kamu" Ucap gracia dan shani tersenyum mendengar nya

"Ge"

"Ya"

"Atas nama cinta, aku akan menjaga apa yang selama ini kamu jaga. Sampai hari itu akan tiba, aku baru akan mengambilnya dari kamu. Jadi.... " Shani menjeda ucapannya sambil mengangkat setengah badannya yang menindih gracia

"Jadi apa ci?"

"Jadi tahan dulu sampai kita resmi jadi sepasang istri ya, ok!"

"Ihhh cici php!" Kesal gracia

"Ge, liat aku" Ditariknya wajah gracia untuk menghadap ke shani, lalu tatapan mereka pun bertemu

"Ge, aku sayang kamu. Aku gak mau ngerusak kamu sayang, jadi maaf kalo aku php in kamu soal ini. Tapi aku kan udah gak php in status kita " Kata shani

"Ah yaudah deh terserah cici, aku mau nyemil aja di dapur"

Ditinggalnya shani oleh gracia menuju dapur, dan shani hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat kesayangannya itu merajuk.

Berbeda dengan shani yang masih bisa menahan nafsu nya pada gracia. Viny dan desy justru lebih berani melakukan hal lebih itu. Bahkan desy sudah mengambil sesuatu yang berharga dari viny. Dan cairan merah yang terlihat masih segar itu mengalir di area kewanitaan viny dan juga membasahi tangan desy.

Berkali-kali desy memohon maaf kepada viny, tapi viny malah terlihat santai dan meminta desy untuk melakukannya lagi.

"Tolong jaga kepercayaan aku ke kamu ya, karena aku sudah memberikan apa yang selama ini aku jaga ke kamu"

Desy mengangguk

"Iya vin, pasti" Lalu diciumnya kening viny oleh desy, dan kedua nya sama-sama tersenyum

"I love you, des"

"I love you too, vin"

Setelah itu di dekap nya tubuh polos viny oleh desy, dan viny langsung menenggelamkan wajahnya di leher jenjang milik desy.

"Selamat tidur"

"Hmm"



END

B A P E R [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang