Pagi ini Yuna mulai mengerjapkan matanya, ia mulai merasa asing melihat sekelilingnya. Perlahan Yuna turun dari ranjang. Ia melihat ke arah cermin menatap wajahnya.
"Hoam, mengapa aku disini?" Tanya Yuna yang tak ingat kejadian tadi malam.
Tepat disaat itu, Sean datang mengetuk pintu kamar Yuna.
Tok tok
"Yun, bolehkah aku masuk?" Tanya Sean yang sedang berdiri didepan kamar Yuna.
Yuna mulai panik, pasalnya tadi malam ia hanya mengenakan baju dalaman nya saja, Yuna lupa bahwa saat ini ia berada di apartemen milik Sean. Yuna bergegas untuk mencari sesuatu agar bisa menutupi tubuhnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Iyaa sebentar hun" ucap Yuna yang mulai gelisah.
"Baiklah kalau begitu aku tunggu di meja makan yaa" ujar Sean. Sean berpikir mungkin Yuna masih mandi.
"Tunggu Sean" ujar Yuna. Kini Yuna berdiri di depan pintu kamar.
"Ada apa Yun? Apakah kamu membutuhkan sesuatu?" Tanya Sean.
"Begini Sean, aku sudah tidak memiliki baju lagi" ucap Yuna dengan sangat gugup.
"Ah begitu, kamu bisa mengambil nya di lemari ku" ujar Sean, setelah itu ia berlalu meninggalkan kamar miliknya yang dipakai oleh Yuna.
"Terimakasih Sean" ujar Yuna.
Setelah di izinkan oleh sean. Yuna mulai membuka lemari pakaian milik Sean, di dalam lemari, ia melihat banyak kemeja yang terpampang rapi. di dalam lemari. Perlahan Yuna memilih kemeja mana yang akan dikenakan nya. Setelah melihat lihat, ia akhirnya memutuskan untuk memakai kemeja putih milik Sean.
"Pas sekali" Yuna melihat ke arah cermin, kemeja milik Sean rupanya sangat pas saat dikenakan nya. Tetapi Yuna sedikit risih, karena kesannya ia terlalu sexy hanya mengenakan kemeja.
Selesai menata rambutnya, Yuna segera bergegas untuk turun kebawah. Di meja makan ia sudah melihat Sean menunggu nya.
Sean menelan ludahnya setelah melihat Yuna datang. Yuna terlihat sangat cantik dan juga sexy. Sean merasa mulai gugup untuk berbicara dengan Yuna.
"Pakaian mu terlihat pas" ujar Sean yang akhirnya memulai pembicaraan.
"Hmm" Yuna tersenyum. Yuna sedikit menurunkan kemeja yang dipakainya. Kemudian Yuna duduk di kursi yang telah disediakan.
Mereka berdua lalu menikmati sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh Sean. Yuna tampak makan dengan sangat lahap, Sean yang dari tadi memperhatikan Yuna ikut tersenyum melihat Yuna menyukai sarapan yang dibuat olehnya.