Work #1 RAWS Batch 2
Work ini berisi tentang beberapa riset yang akan dibutuhkan untuk penulisan fiksi nantinya. InsyaaAllah.
Jangan sungkan untuk memberi dukungan berupa vote, kritik, dan saran yang membangun, yaa.
Saudarimu,
Khoirguzel 🌹
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Sumber : Pinterest)
Hi, Rewrepers! Sepertinya, sepakat ya, bila anak adalah anugerah terbesar yang Allah Subhaanahu Wa Ta'ala amanahkan bagi para orangtua. Karena kehadirannya yang begitu berharga, maka sudah selayaknya orangtua menjaga dan memperlakukannya dengan baik.
Setiap orangtua tentunya memiliki caranya masing-masing dalam mendidik buah hatinya. Dan setiap tipe pola asuh, masing-masing memiliki karakteristik serta dampak yang akan ditimbulkan bagi si anak.
Nah, berikut ini beberapa pola pengasuhan dan dampak yang mungkin ditimbulkan pada anak-anak. Di antaranya :
1. Overprotektif
Orang tua yang berlaku overprotektif dapat menyebabkan si anak cenderung tergantung bahkan pada hal-hal yang sepele, tidak mandiri, dan tumbuh menjadi pribadi yang manja.
Maka, hendaknya orangtua berusaha memberi anak kesempatan untuk menjelajah dunia luar tanpa takut akan rintangan.
2. Penuh Curiga
Seorang anak yang kerap dicurigai secara berlebihan oleh orangtuanya, juga dikhawatirkan akan menghambat naluri kepercayaan si anak, mudah panik ketika mendengar panggilan atau pesan dari orangtuanya. Tak hanya itu, si anak juga cenderung akan menjadi pembohong demi ingin membuat orangtuanya merasa tenang, percaya dirinya menjadi rendah, serta mudah takut dan curiga pada orang lain.
Sebagai tipsnya, mulailah untuk berbicara jujur dan jelaskan dengan baik pada anak. Contohnya, minta ia agar memberitahu bila sudah sampai rumah temannya. Dan, bukan sebaliknya. Hal tersebut, dapat membangun rasa percaya diri si anak, lho, Rewrepers!
3. Permisif
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, permisif artinya bersifat terbuka (serba membolehkan; suka mengizinkan). Demikian pula dalam dunia parenting, tipe pola asuh permisif ini orangtua lebih bersikap santai, bebas, dan cenderung membolehkan apapun yang menjadi pilihan anak.
Tak hanya itu, orangtua yang menerapkan pola asuh tipe ini juga cenderung memiliki sedikit aturan bagi si anak, jarang memberi hukuman, banyak menuruti kemauan anak, serta senantiasa memenuhi kebutuhan anak karena orangtua yang permisif cenderung berpikiran bahwa anaknya selalu lebih tahu tentang apa saja yang menjadi kebutuhannya.