"lo mau apa?" tanya Bara saat dirinya dan Gisel sudah berada di kafe
"Milo tea aja satu,"
"Yaudah cari tempat duduk aja, gue yang antri." ucap Bara yang membuat Gisel malah terdiam, bukan karena apa sekarang kondisi kafe lagi sedikit ramai dan antrian terlihat panjang
"Beneran lo yang antri?" tanya Gisel
"lah, udah buru nanti gak kebagian tempat." jawab Bara kemudian Gisel hanya menghela nafas kemudian mencari tempat duduk
Setelah menunggu sekitar 15 menit, Bara datang dengan membawa satu cup milo tea dan lemon tea minumnya.
"Makasih ya," ucap Gisel sambil menerima uluran milo teanya
"Lo udah lama temenan sama Saka?" tanya Gisel memecah keheningan
Bara mengangguk sebagai jawaban
"Kok gue nggak tau?" lanjut Gisel yang hanya dijawab Bara dengan mengendihkan bahunya.
"Tau gini gue ke kafe sendiri," gumam gisel kesal karena respon Bara yang seperti tidak minat.
Bara mengangkat satu alisnya dan sedikit tersenyum melihat wajah kesal gadis di depannya
"Yaudah ayok balik." lanjut Gisel
"Minum gue belom abis." jawab Bara masih datar
"yaudah gue duluan aja," ucap Gisel namun segera ditahan oleh Bara
"duduk bentar elah." Mau tak mau Gisel pun menurut
Satu hal yang dapat disimpulkan Gisel dari sosok Bara MEMBOSANKAN, kurang lebih 15 menit mereka hanya diam tanpa ada pembicaran seolah sibuk dengan dunia masing-masing. Gisel yang mengalihkan perhatian dengan berpura-pura sibuk dengan ponsel dan Bara entahlah sedang melihat-lihat apa.
Gisel: BeBen lo dimana?
Beni: Ruang marcing, kenapa?Gisel: Jemput gue
Beni: Lo dimane si? Pake minta jemput segala
Gisel: Tolongin gue pliss
Beni: Lo ngulah apa lagi?
Gisel: Kagak egeee!!!
Gue lagi di kafe sama orang gak kenalBeni: Lah ngapain? Kan mama lo udah bilang jangan sama orang asing!
Gisel: Dia orang indonesia
Beni: Goblok!
Gisel: Kasar:(!! Jemput:(
Beni: Tunggu
Gisel: Ahh sayang <3
Gisel tersenyum saat sedang berkirim pesan dengan Beni, dan itu di perhatikan oleh Bara, sebenarnya sedari tadi itulah kegiatan Bara, melihati Gisel dan sibuk membalas sapaan dari kakak kelas dan dede gemes cantik, Bara heran saja perasaan cewek-cewek itu menyapanya dengan cukup terang-terangan tetapi gadis di depannya seolah tidak terganggu.
"Gigi." terdengar seseorang memanggil
"Beben." jawab Gisel setengah memekik senang
"gue duluan ya," pamit Gisel pada Bara
KAMU SEDANG MEMBACA
Fin(d/e)
Teen FictionCerita ringan romansa anak SMA - "Dari kehilangan dia, gue jadi banyak belajar, dan berubah" - Gisel- "Bisa sama dia, nggak ada dalam rencana gue, dia ajaib," -Beni- "Semuanya sama, kayanya cuma dia yang bisa gue anggep beda," -Saka- "Dia bilang, 'i...