Senandika.

30 1 0
                                        

Senandung nada mengalun pelan.
Berulang-ulang.
Kepala terisi penuh dengan memori tentang hari-hari yang sudah berlalu.
Hati penuh sesak menahan rasa yang membuncah, sambil berharap segalanya akan berakhir bahagia.
Ingin sekali disampaikannya rindu, namun takut menambah sesak yang sudah ada.
Kilasan-kilasan itu bergerak pelan, seperti sebuah film.
Saat tertawa, saat menangis, hari-hari yang dilalui bersama.
Terima kasih sudah ikut campur pada hari itu, untuk mengukir cerita yang akhirnya bisa dikenang dengan layak.
Yang akhirnya bisa disuarakan dengan aksara, disampaikan lewat sentuhan-sentuhan kecil, tatapan mata, dan peluk hangat.
Meski hanya sesaat, itu sudah lebih dari cukup.
Untuk selanjutnya, biarkan waktu yang mengurus sisanya...

Sabtu, 28 Maret 2020.
Meilusy

Semua Tentang Kita.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang