Kutemukan dirinya terkapar tak berdaya.
Ia payah menghadapi kerasnya dunia.
Tak pandai berucap, semacam pecundang,
Yang tak tahu tujuan dan arah pulang.
Dia yang menangis, begitu lemah meghadapi perpisahan.
Ia angkuh, keras kepala, bukan tipe yang dengan mudah disukai banyak orang.
Ia lebih sering menghabiskan waktu dalam dunianya sendiri.
Dalam hening sepi yang damai.
Membisu ditengah keramaian.
Siapakah dia, si pecundang ini?
Kutemukan ia dalam pantulan cermin.
Selasa, 28 April 2020.
Meilusy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Tentang Kita.
PoetryKumpulan sajak, suara dalam kata, curahan hati, puisi. Semua kumpulan sajak ini adalah hasil Kolaborasi 2 orang. @meilusy @solawatiwr Terima kasih telah membaca, tolong beri vote, kritik dan saran agar kami terus berkembang, ya :)
