Serkan melirik kearah anaknya Hanin yang untung saja tidak terbangun beberapa saat yang lalu karena kegaduhan, dan suara bisik yang di buat isterinya Ella.
Ah, anak? Serkan baru saja menyebut Hanin sebagai anaknya dalam hatinya barusan? Serkan tertawa sumbang, berbagai eskpresi tercampur menjadi satu di raut wajahnya saat ini.
Sampai kapanpun, Demi Tuhan, hatinya, dirinya, jiwanya apapun itu, tak akan mudah untuk menerima perempuan lain selain isterinya Ella, walaupun perempuan itu adalah anaknya sendiri, darah dagingnya, anak yang tercipta dari hasil pertemuan sperm*-nya dengan sel telur Ella isterinya tidak akan pernah!
Ah, ralat. Serkan...Serkan akan menerima kehadiran anaknya, khusus yang perempuan hanya sekitar 25% saja. Sisa 75%, Serkan membenci, dan sangat tak menyukainya. Tapi, kebencian, dan rasa tak sukanya, entah kenapa tak dapat Serkan semburkan selama ini, laki-laki itu menahan dirinya sebisa mungkin. Mungkin sisi manusiawinya terhadap perempuan, khususnya pada anaknya sangat'lah kuat, dan mungkin karena ikatan batin? Apapun itu, intinya selama ini, tak pernah Serkan melukai lebih anaknya, tadi, ia mencubit anaknya, ia khilaf dan menyesalinya.
Sebagai ganti, dan permohonan maafnya pada Hanin. Serkan membeli boneka untuk Hanin. Dan lima boneka anak kelinci sedang di peluk anaknya saat ini.
Serkan mendekat pada anaknya yang sudah berbaring di pinggir ranjang, tubuhnya hampir membungkuk ingin menyentuh kening Hanin, dan memperbaiki posisi tidur Hanin agar berada di tengah, supaya tidak terjatuh.
Tapi, pikiran laki-laki itu mengalahkan keinginan hati kecilnya di dalam sana.
Kedua kakinya yang panjang kembali melangkah mundur. Menatap Hanin yang terlelap dengan tatapan penuh bencinya.
"Sialan! Gara-gara dua jal4ng sialan itu. Aku... aku, semoga kalian membusuk di neraka sana."Bisik Serkan dengan raut frustasi, dan tersiksanya.
Serkan sangat membenci perempuan, semua perempuan yang ada di dunia ini, termasuk anak-anaknya, kecuali Ella.
Dan Serkan semakin tak menyukai perempuan , bahkan anaknya di saat beberapa saat yang lalu, Ella isterinya dengan brutal menggampar pipi kanan, dan kirinya. Bahkan membuat kedua sudut bibirnya berdarah karena ucapan yang ia lontarkan, yang berisi keinginan untuk melenyapkan anak mereka, apabila jenis kelaminnya perempuan.
Ella langsung menghadianya dengan dua kali tamparan kuat, dan satu tendangan kuat di tulang keringnya, dan air mata wanita itu yang mengalir dengan mulus membasahi kedua pipinya.
Serkan membenci harus ada air mata yang mengalir di kedua mata isterinya. Lebih baik isterinya menyakiti fisiknya, memggampar habis dirinya, dari pada mengeluarkan air matanya seperti tadi karena dirinya.
"Shit!" Umpat Serkan di saat hampir saja tubuh mungil Hanin terjatuh menghantam lantai.
Tapi, dengan sigap, tubuh Hanin sudah berada dalam gendongannya dengan tubuh yang masih membungkuk, dan rasanya Serkan ingin mengumpat keras, di saat kedua manik cokelat teduh milik Hanin terbuka lebar, dan membuat jantung Serkan rasanya ingin meledak di dalam sana. Melihat tatapan mata Hanin yang menatap dirinya dengan tatapan dalam, dan sayu anak itu.
"Papa..."Bisik Hanin pelan dengan senyum manis yang terbit begitu indah di kedua bibirnya, membuat jantung serkan berkali-kali lipat semakin berdebar sangat kencang, dan liar di dalam sana.
Dan untung saja, kedua mata anaknya Hanin sudah kembali tertutup rapat sejak tiga detik yang lalu, dan dengan tak sabar. Serkan kembali membaringkan tubuh Hanin di atas ranjang dengan melemparnya sedikit kasar. Untung saja Hanin kembali tak terbangun. Malah terlihat memperbaiki posisi tidurnya saat ini. Mencari posisi yang nyaman.
"Jijik!"Desis Serkan pelan.
Kedua tangannya menghapus dengan raut jijik bekas tubuh anaknya, keringat mengumpul begitu banyak di keningnya dalam waktu seperkian detik.
Kepalanya terlihat menggeleng kuat, dengan kedua tangan yang terlihat menekan kuat jantungnya yang berdebar dengan gila-gilaan di dalam sana.
Reaksi tubuhnya saat ini terjadi karena anaknya Hanin, dan dengan sialnnya, hatinya... hatinya di dalam sana seakan mulai suka, dan menerima kehadiran anaknya Hanin.
"Hahahah, nggak akan, bodoh! Aku nggak akan melanggar sumpah, dan janjiku. Perempuan selain Ella akan menjadi musuhku sekalipun perempuan itu adalah anak-anakku!"
Tbc !
01-04-2020-20:38
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Boy (Repost)
عشوائيElla, adalah gadis desa yang awalnya sangat beruntung karena di peristeri oleh seorang laki-laki tampan, dan kaya pemilik sebuah perusahaan ternama di kota. Tapi, ternyata Ella tak seberuntung itu, di saat suaminya... laki-laki yang mengaku jatuh c...
