TERBAGI 2

186 25 3
                                        


"Pada waktu yang takkan pernah mundur kembali
Pada hari-hari yang akan di lalui selanjutnya
pada mentari dan rembulan yang menjadi saksi perubahan kita
Selamanya,kita adalah sahabat dan selamanya."
✨🥀

Malam penutupan MPLP

Setelah semua kelompok menampilkan persembahannya, tibalah saat terakhir. Di tutupnya MPLP dengan ucapan Alhamdulillah oleh setiap lisan yang memilikinya.

Para panitia pelaksana pun memilih untuk mengadakan rapat panitia Evaluasi terhadap kerja setiap anggota panitia. Sedangkan para peserta membersihkan lapangan sesuai yang di anjurkan oleh kakak-kakak panitia.

Selesai membersihkan lapangan dan aula utama, para santri akhirnya berkumpul di aula utama untuk istirahat. Beberapa dari mereka berfoto bersama karena malam ini adalah malam terakhir mereka bisa berkumpul.

Disisi lain, kelompok kepompong yang selalu tertawa masih berada di lapangan, mereka memilih untuk tetap di lapangan menghabiskan malam terakhir ini bersama-sama.

"Foto di sana yuk !! (Ucap Asyifah memecah keheningan yang menyelimuti mereka).

"Yukkk, sebelum para Kakak panitia kembali.(lanjut Arini).

"Tapi kak Ira lagi rapat, bagaimana kalau kita tunggu kak Ira dulu." (Ujar Rif'at).

"Kita foto bersama saja dulu, nanti kak Ira datang kita bisa foto bersama lagi".(kata Rakha).

"Baiklah yukk," (ujar Arini menarik tangan Asyifah dan Rakha , dan yang lain hanya mengikuti di belakang sambil tertawa).

Di sisi lain, Bhilal dan Arham duduk bersama di kursi pojok belakang saat rapat sudah selsai. Mereka bercakap-cakap soal Arini.

"Ayo keluar, Arini dan kelompoknya masih ada di lapangan. Bagaimana kalau kita foto bersama dan akan ku kenalkan Arini padamu ?." (Tanya Arham menarik tangan Bhilal untuk menuju ke Lapangan).

"Ehh kebetulan ada Ira. Ira bukannya ku adalah pembina dari kelompok kepompong kan ?"

"Iyya Arham, tenag saja adikmu aman dengan ku. Di adalah gadis yang ceria dan bisa di andalkan, persis dengan mu hehh."

"Apakah kamu ingin ke lapangan untuk menyusul kelompok Kepompong ?? Bisakah kami ikut ? Aku ingin menemui adikku ."

"Kenapa tidak ?? Ayo kita ke lapangan, Bhilal ayo. Kenapa bingung?

"Ohh tidak kok, ayoo. (Ucap Bhilal dengan berusaha menutupi kegugupannya).

Di lapangan kelompok kepompong sedang tertawa bersama dengan Nasrum sebagai pelawak yang handal. Dia adalah alasan kenapa kelompok kepompong ini sangat sering tertawa. Sedangkan Rakha yang dingin sebagai penengah antara mereka, begitupun Dira yang galak dia sebagai ibu di kelompok ini.

"Arini adeknya kakak dorrrr." (Ucap Arham sembari memeluk Arini dari belakang membuat Arini terkejut).

"Kak Arham, Arini rindu." (Jawab Arini Dangan membalas pelukan sang kakak).

"Hey, ternyata sudah memiliki banyak teman yahh. Sudah tidak ingat lagi dengan kakaknya sendiri. Hahh".

"Tidaklah. Kakak tau ? Aku memiliki teman yang baik. Mereka baik dengan Arini, mereka tidak pernah membiarkan Arini sedih mengingat rumah, mereka tulus dengan Arini. Arini juga dapat kasih sayang seorang kakak.dia Rakha dia menyayangi Arini layaknya kak Arham menyayangi Arini. Mereka sangat sempurna untuk Arini."(ucap Arini yang menuangkan kesedihannya di dekapan sang kakak).

"Jangan sedih, kamu harus bersyukur memiliki sahabat yang sempurna seperti mereka. Sudah-sudah malu tau. Ini ada teman kakak loh.(ucap Arham sembari mengelus kepala sang adik yang dibalut dengan kain jilbab biru).

"Terima kasih kalian telah menjadi sahabat yang baik untuk Arini." (Ucap Arham pada sahabat Arini).

"Tidak ada kata terimakasih pada sahabat, sudahlah kita adalah sahabat selalu. Hehhh (jawab Asyifah pada kak Arham).

"Ohh Iyya ini ada teman kak Arham, namanya kak Bhilal Rabbah Aqil Nazih. Kalian bisa panggil dia Kak Bhilal. Bagaimana Arini." (Ucap Arham dengan alis yang dinaik turunkan).

"Ohh Iyya kak, aku Ananda Nahdah Arini, panggil saja Arini adik dari kak Arham. Apasih kak Arham ihh"

"Asyifah Sahirah Adam panggil saja Asyifah, adik dari kak Fathan."

"Fathiyyah Salsabila panggil saja Fathiyyah atau Tia."

"Dira Nirwana panggil Dira saja, salam Kenal kak."

"Rif'at Al-Gazali panggil Rif'at."

"Rakha Nurmatin Qayyum panggil saja Rakha."

"Ahmad Nasrum panggil saja Nasrum atau tida accung."

"baiklah salam Kenal panggil saja bhilal.'

"Kak Ira foto bersama yuk!!" (Ajak Arini).

"Yukk, berikan saja kameranya ke Arham biar dia yang memotret kita."

"Ohhh tidak tidak tidak. Aku ingin ikut berpose, ohh itubada Ayyub beri saja padanya.
Ayyub.... Ayyub sini !!!

'kenapa Arham ?"

"Tolong foto kami dulu hehhh."

"Baiklah"

1

2

3

Cekrekkkk.

Setelah acara potret memotret selesai. Kelompok mereka pun kembali duduk di tengah lapangan yang di sinari langsung oleh sinar rembulan.jam sudah menunjukkan pukul 23.39.mereka sudah lelah, namun enggan untuk mengakhiri malam ini.

"Setelah malam ini, berjanjilah kita tetap akan menjadi sahabat, walaupun kita terbelah menjadi 2 dan di halangi oleh tembok pembatas itu." (Lirih Arini dengan nada sendu).

"Kita akan tetap menjadi sahabat, setelah lulus nanti atau di ketika hariblibur datang kita akan bermain bersama seperti saat ini." (Jelas Rif'at pada Arini).

"Yahh dan berjanjilah jika ada masalahmu jangan sungkan berbagi sesama, karena kita sahabat."(lanjut Rakha).

"Kalau begitu kita kembali ke aula dan istirahat."

"Syiappp ibu ketua. Hehhhh (ucap mereka bersamaan).

Setelah sampai ke aula merekapun istirahat bersama dengan jarak pastinya.

"Kau begitu berharga bagiku, aku akan tetap menjagamu walau kamu jauh dari aku."






Happy reading guys.
Vote,Coment and follow.
✨🥀

Cinta di langit pesantrenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang