"Hay malam !!
Kau gelap, tapi bulan Selalu menemanimu.
Hay bulan !!
Ku titipkan dia padamu di sela tidurnya. Jangan biarkan seseorang mengusiknya.
Dan kamu !!
Selamat malam."
💐
Kamar pribadi Asyifah
kini kamar Asyifah tidak sesunyi di hari-hari sebelumnya. bagaimana tidak kini Mereka semua (Anggota kelompok Kepompong, kecuali para Penerus kaum Adam), yah para penerus Adam tersebut masih berada di taman. Mereka bertugas membersihkan taman sedangkan para wanita, di perintah masuk ke kamar untuk istirahat.
"Ahh,,, Lelahnya" gumam Arini
"Ohhbetul sekali, ini sangat melelahkan." timpal Asyifah
"Senangnya !! besok pagi kita akan kembali kerumah." Arini bersorak riang
"Aku pasti akan merindukan kalian." timpah Tia
"Yah kami juga akan merasakan hal yang sama." kompak mereka semua
"Tidur yuk sudah larut,jangan sampai kesiangan."Ucap Arini
"Yaudah tidur selamat malas sister." ucap Asyifah
"Asyifah ketaman yuk, mau ambil Handphone di kak Arham." ajak Arini
"Gak ah, capek. sendiri aja yah !!."
"Yaudah istirahatlah."
Akhirnya Arini keluar ketaman seorang diri. sesampainya di taman, ternyata semuanya sudah bersih seperti semula. hanya Rakha yang ada diasana, dia sedang menyapu.
"Rakhaa Dor ,,,,," teriak Arini untuk mengagetkan Rakha
"-_" Respon Rakha yang hanya menatap datar dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Yah gagal !!Kak Arham dimana ?"
"Di dapur, sedang cuci piring>"
"Oh, ke dapur dulu ah."
Sini aja, nanti mereka semua kembali setelah selesai cuci piringnya."
"Yaudah, butuh bantuan tidak ?"
"Tidak."
"Yaudah, Arini di tolak makasih." kesal Arini karena Rakha yang terlalu dingin dan menolak bantuannya.
Hanya keheningan yang menemani di beberapa menit selanjutnya. Rakha yang sibuk menyapu dan Arini yang sedang menatap langit malam dengan lekat.
"Belum ngantuk ?" tanya Rakha sembari berjalan menuju Arini dan duduk di sampingnya
"Hum."
"Kenapa ?"
"Tidak kanapa-kenapa."
"Mautau ?" tanya Rakha
"Apanya ?"
"Itu !!" tunjuk Rakha pada langit malam yang di hiasi rembulan dan bintang membuatnya makin mempesona dengan segala kegelapannya.
"Kenapa ?"
"Itu langit malam."
"hahh. bukan itu langit siang jam 12.00." kesal Arini
"Kau tau ? malam selalu mejagamu dalam gelapnya."kata Rakha dengan tatapan tertuju pada langit malam, namun bibirnya lengkung melukis senyum yang tipis.
"Alasannya ?"
"Karena rembulan adalah temanku, dia ku percaya untuk menjagamu. namun, malam ikut berpartisipasi dalam menemani dan menjagamu. hingga datang satu waktu seluruh semesta akan mengizinkanku menjagamu sepenuhnya dengan segala konsekuensi yang akan kita lalui. masuklah tidur yang nyenyak,selamat malam titipan malam." ucap Rakha dengan senyuman tulus yang telah tercetak jelas.
"Humm, aku terharu atas ucapan Rakha, nyalin dari mana ?" Ucap Arini dengn senyum jahilnya.
"Kau berbeda, kau istimewa. terima kasih atas takdir yang menuliskan pertemuan kita."
"Makasih Rakha, jika takdir telah tertulis,bahkan semesta tidakan bisa menghapusnya, Arini hanya bisa tawakkal dan jaga diri untuk takdir Arini kelak."
"yaudah masuk kamar,Tidur."ucap Rakha dengan senyuman yang masih terpancar jelas
"Handphone Arini ?"
"Besok pagi saja, kan besok pulang pagi."
"Yaudah Arini masuk. malam Rakha."
sesampainya di kamar Arini memilih langsung tidur menyusul para sahabatnya ke alam mimpi.
"Semoga catatan takdir berpihak pada kita."
HALO PARA RIDERS,Maaf baru bisa publis. yaudah jangan lupa Vote di setiap halaman."
✨💕
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta di langit pesantren
Jugendliteratur"kau tau ketika gelapnya malam menutupi indahnya ketengan sinar Surya kami di sedang menulis kisah kami dipondok ini. kami torehkan pengalaman baru di hidup kami layaknya menodai sebuah kertas dengan tinta pena." Saya adalah se...
