Masa Pengenalan Lingkungan Pondok

234 26 7
                                        

Masa pengenalan lingkungan pondok

"Awalan baru di lembaran pertama
Kisah ku akan segera aku mulai
Semuanya karena dia, Allah."
✨🥀

Kumulai semuanya karena Allah.
Masa pengenalan hari pertama !!

"Tes,,,tes,,,tes"

" assalamualaikum . Kami selaku panitia, menghimbau kepada setiap santriwan dan santriwati agar kiranya segera menuju ke aula utama !! Silahkan shafnya di atur, santriwati di sebelah kiri dan santriwan di sebelah kanan !! Silahkan menuju ke aula. Dan untuk para panitia agar kiranya saling bekerjasama untuk mengatur shaf didalam aula utama. Wassalamu'alaikum "

Setelah mendengar pengumuman tersebut, yang rupanya di umumkan oleh Arham selaku ketua panitia yang akan bertanggungjawab besar atas berjalannya MPLP(Masa Pengenalan Lingkungan Pondok). Semua santriwan dan santriwati segera bergegas menuju Aula utama.

"Arini apa kamu sudah siap ? Sekarang kita ke Aula utama yukk !! (Ajak Asyifah dengan senyuman yang tulus)

"Baiklah kita kesana sekarang !! Asyifah,apa kamu merasa gugup dengan semua ini ? Ini adalah hari pertama kita bertemu dengan para santriwan dan santriwati yang ada disini. Jujur saja Asyifah, aku sangat canggung aku takut tidak dapat berbaur dengan baik di sini." (Keluh Arini dengan wajah sedikit cemas).

"Ayolah Arini !! Kamu terlalu banyak berpikir akan hal kedepannya. Kamu adalah gadis yang ceria sebenarnya. Namun, kamu terlalu jauh berpikir ke depan. Sekarang kita ke Aula kita buktikan ke semua orang bahwa kita juga bisa menjadi seperti santri-santri yang lain. Bukannya kita ingin menjadi santriwati yang berprestasi ?? Kalau begitu ayo kita ke Aula sekarang dan mencari teman yang banyak. Hehheh" (Asyifah menarik tangan Arini menuju ke Aula utama sembari tertawa bersama).

"Yahh bagaimana sekarang Asyifah?? Kita mau duduk dimana ?? Terlalu banyak orang disini "(Keluh Arini berkata dengan volume yang cukup tinggi, sehingga banyak santriwan dan santriwati yang memandang mereka)

"Astaga, Arini suaramu sangat nyaring tadi hahahaha" (tawa Asyifah pun terpecah melihat wajah Arini yang sudah nampak malu di lihat oleh santri yang lain).

"Baiklah kita duduk di sana saja(sembari menarik Arini menuju ke tempat yang akan ia tempati, iya memilih tempat yang terbelakang agar Arini tidak malu lagi menghadapi santri-santri yang lain).

Ternyata dari kejadian tersebut, ada sepasang mata yang dari jauh mengintai Arini, sepasang mata tersebut terkesan melihat Arini. Pipi Arini yang merona, membuat pelimilik sepasang mata tersebut berbatin (Gadis yang manis).

Di sisi lain Arham sang kakak bungsu Arini, menahan tawanya melihat tingkah adiknya yang begitu lucu. Arham tahu bahwa Arini adalah anak yang ceria namun dia sangat pemalu, ditambah lagi dengan suasana yang baru. Tetapi Arham bersyukur karena Arini bisa bersahabat dengan Asyifah.

Setelah Arini mulai membuang rasa malu serta canggungnya menjauh dari dirinya, dia menunjukkan senyum yang penuh dengan keyakinan dengan ketulusan hati.

Sepasang mata tersebut tetap mengamati Arini dari ambang pintu Aula dia terus beradu dengan batinnya. (Siapa dia ? Siapa namanya ? Kenapa dia begitu manis ? Kenapa di antara banyak nya santriwati hanya dia yang menyita perhatian ku? ) Lamunannya pun terpecah karena Arham yang tiba-tiba menyenggol lengannya dan sembari berkata " Astagfirullah !! Apa yang salah dari santriwati itu Bhilal ?" Karena Bhilal belum mengetahui bahwa Arini adalah adik kandung Arham.

Ceritanya terus berlanjut guyss.

Cinta di langit pesantrenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang