"Mereka," gumamnya
—oOo—
Budayakan vote sebelum membaca
Vanessa pov
Seperti biasa hari ini gue masuk sekolah kalau dipikir-pikir hidup gue gitu-gitu aja. Bangun, mandi, makan, sekolah, pulang makan, rebahan, tidur, bangun, mandi, makan, belajar, tidur lagi udah gitu aja nggak ada gaada spesialnya sama sekali.
Setelah insiden kemarin tentang seseorang misterius yang ngirim pesan ke gue, alhasil gue nggak mempedulikan sama sekali, orang itu mungkin gaada kerjaan di rumahnya makanya dia ngejahilin gue. Masa bodo dengan orang itu lah gue nggak peduli. Kurang kerjaan banget deh!
Gue berjalan di koridor sendiri kayak mba Kunti yang lagi jomblo. Etdah emang mba Kunti punya pasangan?
Banyak pasang mata mandang gue aneh, tapi gue hanya membalas dengan tatapan sinis."Pagi Nes," sapa Vanya sambil tersenyum. Tapi gue biarin, mood gue hari ini lagi nggak baik
"Buset dah, jutek amat lo" kata Vanya
"Bodo" ucapku pergi meninggalkannya menuju kelas
🔪🔪🔪
Hari ini tidak ada jam pelajaran, semua wali kelas masuk ke kelas yang diampunya. Tak terkecuali kelas Vanessa, Bu Tere selaku guru Bahasa Inggris sekaligus wali kelas X MIPA 3 masuk ke kelas dengan senyum merekah. Ciah senyum Pepsodent kali wkwk
"Morning guys!" Sapa Bu Tere dengan penghuni kelas ini. Etdah dikira ini kuburan😂
"Morning too Miss" jawab mereka semua serempak tanpa komando
"Kalian udah diberi tahu kakak OSIS waktu itu mengenai acara pentas seni?"
"Udah Miss"
"Oke jadi Miss tidak perlu repot mengulang lagi yes?!"
"So kelas kita mau menampilkan apa nih guys!" Tanya Mirza, si ketua kelas
"Miss tunggu konfirmasinya Mirza" ucap Bu Tere melangkah menuju meja duduknya
"Yang pasti Za, kelas kita harus yang paling ambyar ya kan guys?!" Seru Arfan dengan semangat berkobar
"Yoii men" sahut teman laki-laki sekelas Vanessa
🎤🎤🎤
Kini Delta dkk sedang berada di kantin sekolah. Entah mengapa mereka sangat kelaparan, mereka tak mempedulikan kehadiran Pak Azis di kelas mereka. Toh paling dia cuma berceloteh ria.
Delta memakan dengan cepat, nasi goreng dan mie ayamnya sudah berpindah tempat ke perutnya. Teman-temannya bahkan belum menyentuh makanan mereka sedikitpun.
"Woi kambing! Makannya biasa aja dong" ujar Raka sambil menempeleng kepala Delta
"Uhhuukk...Uhhuukk.." Delta tersedak dan segera menyeruput orange juice nya
"Lo kejam banget Ka sumpah! Kalau gue mati gimana? Lo mau tanggung jawab?!" Ujar Delta dengan muka yang berapi-api
"Cih! Kalau gue mau ngebunuh lo juga udah dari tadi gue lakuin lah Ta, lagian elo makan kayak gapernah nemu makanan sebulan aja" ujar Raka
"Kerasukan setan kali ya ampe segitunya," cibir Alta
Tetapi Delta menghiraukan perkataan temannya itu, seakan sekarang dia tengah tuli. Lalu ia melanjutkan acara makannya dan tak butuh waktu lama makanan itu pun langsung berpindah ke perutnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dilupakan
Ficção AdolescenteAwal itu tak selalu manis kadang juga ada yang pahit. Lambat laun tumbuh perasaan yang mengusik dan menggetarkan rasa yang ada di dalam dada. Perasaan itu tumbuh ketika gue benar-benar terpuruk oleh keadaan, saat itu juga ada dia yang selalu stay di...