Bagian 2-Pendekatan dan Penolakan

23 5 0
                                        

Kriingg..kriingg..kriingg..

Bel istirahat pertama pun berbunyi namun Kila masih saja menulis materi yang tadi dipelajari. Ya Kila bisa dibilang anak yang cukup pintar, saat masih di Amerika pun dia pernah mendapatkan juara kelas.

"Kila..ke kantin yu? Laper kan pasti!" Kaila menepuk pundak Kila.

"Bentar bentar dikit lagi Kai" balas Kila sambil melanjutkan mencatat nya

Kaila hanya membuang nafasnya kasar, tapi dia berusaha sabar untuk mengerti kepada sahabatnya. Akhirnya Kaila pun menunggua sampai Kila selesai menulis.

Setelah beberapa menit Kaila menunggu akhirnya Kila pun selesai mencatatnya. "Kai udah nih yuk ke kantin gue laper"

"Gue udah laper dari tadi Kill ah elah" Kaila hanya memutar bola matanya kesal.

Kila yang melihat Kaila seperti itu pun hanya tertawa kecil. "Yaudah iya maaf yahh, ayo deh gue traktir baso mau?"

Penuturan Kila tadi sangat membuat Kaila tersenyum lebar. Kapan lagi dia bisa makan gratis seperti ini? Rezeki tidak boleh ditolak!

"Wahhhh mau banget dong Kil ayo ayoo" balasnya gembira sambil segera menarik tangan Kila.

Mereka pun segera keluar kelas. Namun baru saja beberapa langkah ada yang memanggil mereka dari belakang.

"Hei" teriak Aksa sambil melambaikan tangan kepada mereka.

"Aksa, ngapain dia" ucap Kaila keheranan.

Aksa pun segera menghampiri mereka dan melihat ke arah Kila. "Emm..kita belum kenalan kan?"

Kila sedikit kebingungan, tapi dia mencoba tersenyum kepada Aksa kemudian dia menjulurkan tangannya pada Aksa.

"Gue Aqilla Arabelle biasa dipanggil Kila" jawab Kila sambil menjulurkan tangannya kepada Aksa. "Kalo lo?" Lanjutnya.

"Gue Aksa Mahardika biasa dipanggil Aksa" Jawab Aksa sambil menerima uluran tangan dari Kila dengan senyum manisnya yang dapat membuat wanita manapun luluh seketika.

Tangan mereka berdua masih saja bergandengan dengan kedua mata mereka saling menatap sekejap. Namun disadarkan oleh Kaila yang sedari tari memperhatikan mereka.

"Ehm.." Deham Kaila yang membuat mereka berdua tersadar dan langsung saja melepaskan genggamam tangannya dan mengerjapkan mata berkali-kali.

"Oh iya Kil Aksa ini ketua osis disini." Jelas Kaila

"Ohhh gitu ya" jawab Kila sambil menganggukan kepala.

"Kalo gitu gue duluan ya mau ada rapat osis nih" ucap Aksa sambil menunjuk ke belakang dengan jempolnya.

"Ohh iya silahkan" balas Kila sambil tersenyum.

Aksa pun pergi meninggalkan mereka dengan hati yang gundah. Dia sendiri pun bingung ada apa sebenarnya dengan dia itu.

"Yaudah yu ke kantin laper nih"

Mereka pun segera pergi ke kantin karena cacing-cacing yang ada di pa yang sedari tadi sudah berdemo untuk diberi makan.

Di kelas...

"Baik anak-anak ibu selaku wali kelas kalian mau mengumumkan bahwa sekitar 3 bulan lagi kalian akan disibukan dengan ujian-ujian untuk menentukan kelulusan kalian, jadi ibu harap kalian bisa lebih giat lagi untuk belajarnya. Untuk hari ini ibu akhiri pelajaran ini ya. Selamat siang" Jelas Bu Fika wali kelas.

"SIANG BUU" Jawab siswa siswi serempak.

Semua siswa dan siswi segera keluar kelas untuk kembali ke rumah mereka masing-masing. Berbeda dengan Kaila dan Kila yang masih berada di kelasnya.

AQILLACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang