'Brakkkk' seseorang memukul keras mejaku dan membuat seluruh siswa yang dari tadi mengobrol menjadi diam semua.
Aku mendongak dan kudapati Zeon dan ketiga temannya sedang menatapku.
"Kau sudah mulai berani ha?!" bentak Zeon yang membuatku dan kedua sahabatku kaget
"Kenapa denganmu? Kau selalu saja menyalahkanku Zeon! Kau selalu menilaiku dari sisi buruknya! Apa kau lupa kemarin ha? Kau hampir saja membunuhku Zeon!" bentakku padanya yang membuat semua siswa yang ada di dalam kelas membulatkan mulutnya
"Kau terus saja mengungkit ngunkit Diandra, kau yang egois, kau mau menang sendiri, kau tidak bisa membedakan mana yang serius dan mana yang bercanda" bentaknya lagi, aku mengerutkan kening kaget dengan apa yang dia bicarakan
"Kau sudah gila ha! Kau bilang itu becanda, mana ada seorang saudara yang seperti itu?! Kalau kau tidak suka denganku aku akan pergi Zeon!" ucapku kesal pada Zeon.
"Kau tidak akan pernah pergi, kau sudah jadi saudaraku dan aku tidak akan membuatmu pergi meninggalkan rumah" balasnya lalu segera keluar meninggalkan kelas
"Hikss kenapa dia.... Dia sangat kasar.... Hiks..." ucapku lirih sambil menangis
"Kau yang sabar Di, Zeon akan berubah nantinya, dia memang keras kepala" ucap Tiara sambil mengelus bahuku.
"Arrrrrgggghhhhhhhhh" teriakku kesal sambil menendang meja yang ada didepanku dan menepis buku+Alat tulis itu
"Aku membencimu Zeonnn" teriakku lalu pergi dari kelas, teman temanku hanya bingung dan kaget.
Kini aku sudah berada di pinggir danau, aku sengaja kabur dari sekolah, aku menumpahkan seluruh isi hatiku pada danau yang mungkin bisa memberi ketenangan pada diriku
"Aku membencimu" ucapku geram sambil meremas rerumputan yang ada disana
"Akuuu membencimuuuuu" teriakku lagi.
Tanpa aku sadari ada orang yang sudah mengikutiku dan memperhatikanku dari balik pohon
_Kevin Pov_
Aku mengikuti Diandra yang sedari tadi berjalan di koridor sekolah dengan raut wajah marah, dia kabur dari sekolah dan pergi menuju danau, dia berteriak histeris
"Akuu membecimuu" Teriaknya sambil meremas rerumputan yang ada di sana.
Aku ingin sekali menemuinya tapi...
Aku harus menemuinya
Aku langsung berjalan ke arahnya tanpa dia sadari, dia hanya menatap kosong air yang ada di depannya
"Kau kenapa?" tanyaku, dia kaget dengan keberadaanku tiba tiba, dia memalingkan wajahnya dan mengusap buliran air matanya
"Aku tidak apa apa?" jawabnya sambil tersenyum
"Kau membenci siapa?" tanyaku lagi
"Aku membenci Zeon, aku membenci saudaraku sendiri" ucapnya lirih lalu kembali menangis, aku kaget mendengar jawabannya
'Oh jadi dia saudara tirinya Zeon' batinku
Aku langsung memeluknya hangat karena kasihan, dia menyandarkan kepalanya pada dada bidangku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zeon My Stepbrother
Novela JuvenilApakah kalian tidak punya ayah? Kalian hanya tinggal bersama ibumu? Dan kemudian ibumu menikah lagi dengan seorang duda yang memiliki satu anak? Bisa disebut saudara tirimu bukan? Kisah ini dialami oleh seorang gadis muda bernama Diandra Kirana...
