Malam hari, aku sibuk mengerjakan PR.
Kemudian Zeon mengetuk pintu kamarku
"Masuk ga dikunci kok" ucapku yang masih sibuk menulis
"Gue nyonto dong Di" ucapnya sambil cengengesan
"Sebentar Zeon, ini hanya tinggal 1 jawaban lagi" Aku dengan cepet menyelesaikan tugas sekolah ini
"Ini cepat salin" suruhku pada Zeon yang masih sibuk dengan ponselnya
"Zeonnn apa kau tidak dengar?" aku meninggikan suaraku karena Zeon tidak mendengarkan
"Eh... Iya iya" jawabnya lalu segera menyalin yang tugasku
"Di" panggilnya
"Udah bicaranya nanti aja, sekarang cepat salin" balasku.
Zeon hanya manut dan terus menulis
"Akhirnya selesai" keluhnya kemudian menutup buku dan menghampiriku
"Ada apa Zeon?" tanyaku to the poin.
Kemudian Zeon mengambil sebuah kotak persegi panjang berwarna silver
"Ini... " Dia memberikan kotak itu padaku
"Apa ini? Untuk apa?" tanyaku bingung
"Buka saja" ucapnya santai.
Aku membuka kotak itu dan betapa terkejutnya aku melihat Kalung pemberian ayah sudah ketemu
"Kau dapat dari mana Zeon" tanyaku sangat bahagia
"Aku menemukan di kamar mandi" jawabnya
"Hah? Kamar mandi? Apa aku pernah ke kamar mandimu?" tanyaku
"Ah kamar mandi belakang Di" ucapnya sambil tersenyum
"Terimakasih Zeonnn" aku langsung memeluk Zeon dengan erat, aku merasa nyaman di pelukannya
"Hey kenapa kau memelukku" tanyanya
"Bukankah ini yang kau mau Zeon?" tanyaku sambil mempererat pelukannya.
Zeon hanya terkekeh kecil lalu dia mengecup keningku
"Aku tidur dikamarmu ya" tanya Zeon
"Boleh, tinggal batasi saja dengan guling" jawabku, lalu Zeon segera mengambil guling dan menaruhnya di tengah tengah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Zeon My Stepbrother
Teen FictionApakah kalian tidak punya ayah? Kalian hanya tinggal bersama ibumu? Dan kemudian ibumu menikah lagi dengan seorang duda yang memiliki satu anak? Bisa disebut saudara tirimu bukan? Kisah ini dialami oleh seorang gadis muda bernama Diandra Kirana...
