Diluar sana hujan, dan Rani tidak menyukai hujan. Hujan hanya akan mendatangkan kedinginan, dan merenggut semua kehangatan dalam hidupnya. Ia tidak suka dengan hal itu. Hujan hanya akan membuat orang merasa kedinginan bersama dingin itu, perlahan jiwa-jiwa insan merasa kesepian dan kehampaan.
Sudah cukup selama ini ia memiliki hidup yang tak berwarna. Hidup dengan penuh kehampaan, tidak ada kebahagiaan yang dirasakannya, kecuali setelah kehadiran Raiyan.
Biasanya bel pulang sekolah adalah sesuatu yang paling didambakan oleh mayoritas siswa, termasuk siswa cerdas sakalipun. Siapapun akan jenuh ketika berjam-jam lamanya meraka hanya disuguhkan dengan rumus, teori, hafalan, bahkan hitung-hitungan. Tapi tidak dengan Rani, jika mau ia dengan senang hati duduk manis dikelas sambil memperhatikan guru didepan hingga hujan reda.
Perlahan ia mulai melangkahkan kakinya berjalan dikoridor untuk mengantispasi agar dirinya tidak basah terkena hujan. Manik mata Rani berbinar saat melihat Raiyan berjalan didepannya. Ia berusaha mempercepat langkah kakinya agar bisa mensejajarkan langkahnya dengan Raiyan. Sebelum itu ia menarik napasnya dalam lalu menghembuskannya, tak lupa ia juga merapikan rambutnya.
“Haii, selamat siang menjelang sore.” Sapa Rani.
“Too”
“Aku mau narik perkataan kemaren.” Kata Rani to the point.
“Maksud kamu? Perkataan yang mana?” tanya Raiyan bingung.
“Bahwa bintang tak akan pernah meninggalkan bulan.”
Mendengarnya senyuman Raiyan merekah, ternyata tak sia-sia ia salat tahajud tadi malam, dan ini adalah buah dari usahanya.
“kak Zahwa, sopirnya udah jemput.” Teriak seseorang dari kejauhan.
“Hmm... aku duluan. Byee.” Ujar Rani sedikit canggung sambil melambaikan tangannya kepada Raiyan yang masih mematung.
Sesampainya didalam mobil.
“Kamu gak ikut pulang bareng kakak, Dek”? tanya Rani.
“Aku bawa motor kak. Lagian aku sudah berjanji untuk tidur dirumah omah malam ini.”
“Tapi sekarang hujan. Nanti kamu sakit.” Jelas dari matanya ada rasa khawatir yang Rani tunjukkan untuk adiknya.
“Kita sakit bukan karna kehadiran hujan kak. Hujan ngak salah. Salah mereka yang tidak mampu menjaga imun tubuh mereka sendiri. Aku permisi dulu. Assalamu’alaikum.”
~~~~~
Ditengah derasnnya hujan Syifa membelah jalanan dengan motornya. Berjalan dibawah hujan adalah salah satu nikmat-Nya yang patut Syifa syukuri. Kadang Syifa merasa, dirinya dan hujan adalah suatu kesatuan yang sama namun di lahirkan dalam wujud yang berbeda. Hujan ditakdirkan untuk menurunkan air ke bumi, sedangkan Syifa dilahirkan sebagai seorang manusia kepermukaan bumi ini. Kesamaannya, kehadiran mereka terkadang tak dihargai bahkan bisa dikatakan tak diharapkan. Tak lain dan tak bukan hanya sebagai pelengkap, bukan untuk melengkapi.
Namun percayalah, sebanyak apa orang yang membenci hujan, masih banyak diluar sana yang sangat mengharapkan kehadiran dan mencintainya.
Bagi Syifa berjalan dibawah rintikan hujan bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Toh yang diturunkan hujan hanyalah air, bukan jarum yang akan menusuk orang.
AR-RAHMAN
Hujan menggambarkan kerinduanku padanya
Hujan seakan merasakan kesedihan yang aku alami
Hujan juga tahu betapa banyak air mata kebahagiaan
yang aku keluarkan saat iniMaka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Dibawah rintik hujan aku mampu menyembunyikan tangisan
Ditengah derasnya hujan aku mampu memendam kekesalanku
Setelah sekian banyak kebaikan yang hujan lakukanMengapa masih banyak orang yang menghujat kehadirannya?
Mengapa masih banyak orang yang membenci kehadirannya?
Bahkan tak mengharapkan kehadirannya.
Sudah pasti, dialah orang-orang
Yang kurang bersyukur atas nikmat-Nya.•Syifa Azzahrah
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Selamat senja😆
Gimana puasanya? Semoga lancar ya 😇
Jangan lupa perbanyak ibadahnya.Jangan lupa vote, commen and share ua readers❤

KAMU SEDANG MEMBACA
Garis Takdir
RandomKetika jalan hidupku telah diatur oleh-Nya. Aku hanya mampu menjalinanya. Slalu berdo'a untuk baik-baik saja kedepannya. Namun mengapa sekarang semuanya berubah menjadi rumit? Rabu, 25 Maret 2020