4.55 PM
"Dah akira, kau yakin tidak ikut denganku saja?", tanya chole menawarkan tumpangan padaku
" Tidak usah chole aku naik taxi saja, lagi pula nanti aku akan mampir ke toko dan mini market untuk belanja", balasku pada chole
"Baiklah nona Eloise terserah padamu saja, See you", ucap chole seraya menyalakan mesin mobilnya
" See you nona menyebalkan", balasku sambil tertawa. Deru suara mesin chole perlahan semakin menjauh dan hilang saat mobilnya berbelok ke kiri perempatan.
Aku berjalan menyusuri jalan trotoar, hari ini aku akan pulang sedikit terlambat karena bibi menyuruhku belanja dan aku juga ada keperluan untuk membeli sesuatu.
Jalanan disekitar kantor perusahaanku lumayan ramai, jadi kuputuskan untuk jalan saja ke toko peralatan kantor yang jaraknya tidak terlalu jauh dari sini.
5.15 PM
Ttinggg,,,,
Suara lonceng berdentang saat aku memasuki toko, aku melangkah masuk kedalam toko. Segera saja kupilih beberapa barang yang harus aku beli.
Tokonya tidak terlalu ramai, karena memang ini toko kecil hanya ada beberapa orang saja. Aku segera membayar barang yang kubeli.
"Excuse me, emm nyonya aku mau bertanya apakah ada mini market disekitar sini??", tanyaku pada seorang wanita gemuk yang merupakan kasir toko ini.
" Iya nona ada tapi letaknya agak menjorok di ujung jalan sana, jalanannya juga tidak terlalu ramai", balas wanita gemuk itu.
"Sungguh, baiklah terimakasih, ini uangnya", setelah membayar aku keluar dari toko.
Kali ini aku memutuskan jalan kaki lagi ke mini market, sebenarnya aku ingin naik taxi tapi sepertinya tidak ada taxi yang lewat jadi aku harus memesannya dan aku tidak mau menunggu.
Aku terus menyusuri jalanan, awalnya semuanya baik-baik saja tapi saat aku berbelok ke sebuah jalan kecil disitu nyaliku sedikit teruji.
Seperti yang dikatakan wanita kasir tadi jalanannya kecil dan tidak terlalu ramai. But it's oke aku sudah sampai sejauh ini aku tidak akan mundur.
Aku terus menyusuri jalanan saat aku melihat cahaya sebuah bangunan di ujung jalan dan aku bisa melihat tulisan "FRESH MARKET" yang bertengger di atas sana.
Aku tersenyum dan mempercepat langkahku saat Tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang dari arah kiri perempatan jalan kecil ini.
Aku tersentak kaget dan jatuh, aku menabrak tong sampah yang ada disampingku sampai membuat suara gaduh yang cukup berisik.
Awwww teriaku kesakitan, aduhhh ada apa denganku kenapa aku sial sekali. Saat aku kesakitan aku dengar beberapa orang sedang berlari dari arah yang sama.
Dari kejauhan kulihat mereka mengenakan setelan serba hitam dan membawa tunggu apa itu senjata??!!
Seketika jantungku berdegup kencang bahkan aku tidak mampu untuk berdiri dan disaat bersamaan mobil yang tadi membuatku jatuh berjalan mundur ke arahku.
Aku bertambah takut saat mobil misterius itu berhenti persis didepanku, perlahan kaca mobil terbuka aku melihat seorang laki-laki yang tidak asing bagiku menyuruhku untuk masuk kedalam mobilnya.
Aku hanya terdiam, seluruh kaki dan badanku gemetar sekarang.
"Heii kau tidak dengar!! ayo cepat masuk, Sebelum me", belum selesai laki-laki itu bicara terdengar suara tembakan yang sangat memekakan telinga.
Aku membulatkan mataku aku sangat sangat takut kali ini. Aku pasti sedang bermimpi kan?? Atau aku berada di lokasi syuting??
" Siall, ada apa dengan gadis ini", kudengar lelaki itu akhirnya keluar dari mobil dan mencoba menggendongku masuk kedalam mobil.
Aku hanya diam saat laki-laki itu menggendongku masuk kedalam mobil, setelah meletakanku di dalam mobilnya dan disaat bersamaan beberapa orang menarik laki-laki itu dan menyerangnya.
Aku hanya berteriak, dia mendorongku dan menutup pintu mobilnya. Aku melihat laki-laki itu terlibat dalam perkelahian, kulihat ada sekitar lima orang yang menjadi lawannya.
"Siapa sebenarnya Livian itu, kenapa dia bisa terlibat dengan orang-orang seperti itu?!!", aku bertanya-tanya pada diriku sendiri.
Kulihat seseorang dari brandalan itu berhasil memukul wajah livian "Aaaaa ya ampun apa yang harus aku lakukan", pekikku ketakutan.
Setelah sekian lama terlibat perkelahian hebat akhirnya 5 orang brandalan tadi berhenti menyerang, mereka semua terkapar di jalan.
Aku melihat sekeliling dimana dia? Dimana livian? Dan saat itu kudengar pintu mobil sebelah tertutup aku kaget saat melihat livian sudah ada di sebelahku.
Aku melihat sedikit darah menetes dari sudut bibirnya, mungkin itu karena brandal yang memukulnya tadi.
Livian segera menyalakan mesin mobilnya dan segera pergi meninggalkan brandalan yang terkapar di jalanan.
"Apa?!! Jangan melihatku begitu gara-gara kau aku hampir mati tadi", ucap livian ketus.
Aku hanya diam dan tertunduk, aku mengakui memang ini salahku tapi ini bukan seratus persen salahku.
" Kau lihat setiap kali bertemu denganmu aku selalu sial, sudah dua kali kau menabraku di kantor dan sekarang", gerutu livian padaku.
"Maaf tapi kali ini kau yang menabraku!", ucapku kesal padanya.
" Apa?!! Apa kau tertabrak mobilku??", tanyanya agak khawatir.
"Tidak hanya aku terkejut saat mobilmu datang tiba-tiba sampai membuatku jatuh", terangku padanya.
" Kau baik-baik saja??", livian bertanya padaku dengan nada sedikit khawatir. Dia bisa seperti itu juga.
"Tidak aku,,, aku tidak apa-apa", jawabku canggung.
" Sedang apa kau disana? Bukan kah kau harusnya sudah di rumah sekarang?", tanyanya padaku.
"Tadi aku hanya ingin ke,,,, Astagaaa bibi", seketika aku tersadar bahwa aku harus ke mini market untuk belanja.
" Bibi?! bibimu kenapa?!" Tanya livian kebingungan
"Berhenti!! Aku mau turun!"
"Apa?! Tapi ada apa?!"
"Aku bilang berhenti aku harus turun!"
Seketika livian menghentikan mobilnya, aku akan turun saat aku sadar bahwa pintu mobilnya terkunci.
"Apa!! Kenapa ini?! Cepat buka pintu mobilnya!" Ucapku ketus pada livian.
"Kau sudah membuatku dalam bahaya tadi dan sekarang seenaknya kau pergi begitu saja setelah aku menolongmu, katakan kenapa kau begitu khawatir??!", tanya livian
" Aku harus pergi ke mini market, hari ini aku berjanji pada bibiku aku akan pergi belanja, tidak mungkin aku pulang dengan tangan kosong", tegasku pada livian
"Hanya itu??", aku mengangguk pelan.
Livian kembali menyalakan mesin mobilnya dan membawaku pergi dengan mobilnya. "Hei kau mau membawaku kemana?? Aku harus ke mini market", ucapku ketus padanya.
" Diamlah, aku akan mengantarmu ke mini market di depan sana", timpal livian padaku.
Aku mengernyitkan dahiku kebingungan, tapi sudalah dia berniat baik lagi pula aku juga tidak terlalu paham mini market di sekitar sini.
Next,,,,
Hai Guys 🖐🖐😁
Gimana ceritanya, kalian suka ngga?
Kalau suka jangan lupa kasih Vote/beri suara dengan cara klik tanda Bintang⭐ dibawah disetiap bagian cerita yah!😙, kalian juga bisa kasih komentar😉
Tunggu terus setiap bagian ceritanya yah, jangan sampai ketinggalan!!🤓
Happy Reading
Pyeong pyeong🤗🤗
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny "Inside" Fate
Teen FictionTanda?? Tanda apa yang dimaksud Livian. Aku menyentuh leherku lalu aku bangkit dari tempat tidur dan berdiri di depan cermin. Kualihkan rambutku dan benar saja aku lihat ada bekas berwarna merah gelap di leherku. Apa ini ulah Livian??! Sementara aku...
