VIO ANGELISTA yang telah dijodohkan oleh kedua orang tuanya.
Mau menolak tapi Vio takut membantah
Entah apa yang terjadi setelah Vio menikah dengan orang yang sama sekali tidak kenal dengannya
oke langsung baca aja!!✔
karya sendiri😁
no copas!!👽
P...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
2 jam lebih arkan di ruang kerja. Mengerjakan beberapa dokumen yang sempat tertunda.
Dirasa sudah cukup. Arkan kembali ke kamar nya untuk melihat vio apakah ia masih tidur atau udah bangun.
Dan rupanya vio udah bangun, dan sekarang ia sedang mainan hadphone.
"Udah bangun vi"tanya arkan. Suara arkan berhasil menghentikan aktivitas vio.
"Udah, barusan"jawab nya lalu meletakan kembali handphone nya dinakas.
Mendengar jawaban dari vio. Arkan kemudian duduk disebelah nya.
"Vi aku mau bicara"ucap arkan
"Yaudah tinggal bicara"kata vio.
"Iyah. Tapi sini dong hadap nya, jangan ke situ"kata arkan sambil nunjuk tv, sebab vio dari tadi semenjak arkan duduk. Ia tidak mengalihkan pandangan ny dari tv
"Iya. Udah cepetan mau ngomong apa"
"Aku punya hadiah"kata arkan
"Buat"ucap vio sambil mengangkat kedua alisnya.
"Udah ayo. Ikut aku"kata arkan sambil narik tangan vio
Mereka kini berada didalam mobil. Sampailah disebuah rumah dengan nuansa eropa, bercat putih yang sangat elegan bila dilihat dari depan.
"Suka hmm"tanya arkan sambil senyum
"Suka. Makasih"kata vio sambil senyum bahagia. Lalu kemudian ia meluk arkan
"Makasih. Makasih arkan"kata vio bahagia
"Sama sama sayang"ucap arakan lalu ngecup kepala vio.
"Yuk masuk. Kamu pasti suka sama kamar nya"kata arkan lalu gandeng tangan vio dan kemudia masuk kedalam.
Mereka mengelilingi setiap sudut rumah. Tibalah di kamar mereka yang terletak di lantai 2.
"Kenapa pilih cat maron"tanya vio lalu ia berjalan dan duduk di sofa dekat jendela.
"Karna kamu kan suka hmm"jawab arkan lalu duduk disebelah vio
"Dari mana. Kan aku gak pernah kasih tau kamu"ucap vio
"Tanya mama"
"Kenapa gak tanya aku"vio masang muka masam
"Kan surprise"arkan berucap sambil tersenyum.
"Yah kan seti.."ucapan vio terpotong karna telunjuk arkan dibibirnya
"Udah lah. Ngomel nya gak usah sekarang. Yuk ikut"ajak arkan sambil narik tangan vio
Mereka turun kelantai satu lagi, dan menuju ke arah belakang. Dimana taman itu dibuat dengan sangat indah.
"Yaampun cantik"ucap vio lalu berjalan menuju bunga bunga yang indah.
"Suka hmm"tanya arkan yang ada disamping nya.
"Banget. Makasih"ucap vio sambil meluk arkan, dan dengan senang hati arkan membalas pelukan nya.
Ditaman tersebut banyak bunga, terutama bunga mawar putih. Memang itu bunga kesukaan vio, dan ada juga bunga mawar merah, pink, berbagai jenis anggrek, dan bunga matahari.
Vio merasa lelah, karna sudah mengelilingi semua sudut rumah. Dan kemudian arkan mengajak nya ke ruang keluarga untuk istirahat disitu dulu, sambil nunggu makanan selesai dimasak.
Arkan tidak membiarkan vio mengurus rumah ini sendiri, ia sudah menyewa pelayan lebih dari 2.
"Vi.. Bangun yuk makan dulu, ntar tidur lagi"ucap arkan sambil sedikit mengguncangkan bahu vio.
"Hmm iya"kata vio sambil membuka kedua mata nya.
Mereka berdua sampai dimeja makan. Dan langsung menikmati hidangan yang ada. Dalam makan hanya ada dentingan sendok dan piring. Lalu selesai makan mereka duduk terlebih dahulu. Dan selesai itu mereka menuju kamar nya, untuk istirahat lagi.